Showing posts with label Bisnis dan Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Bisnis dan Ekonomi. Show all posts

Wednesday, 17 August 2016

SISTEM HARGA

Hello friends ? how are you today , bagi yang tidak mengerti bahasa inggris , " apa kabarmu hari ini teman-teman ??? " mari kita awali hari dengan semangat ya , jangan lemas dan tak berdaya . 

Bertemu kembali didalam blog ini {Masih} dalam seputar bisnis dan ekonomi tentunya , jika kita membahas tentang bisnis tentu gak ada habisnya teman , karena seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi dunia ini semakin maju , banyak perusahaan dan bisnisman berkembang pesat sukses namun tidak sedikit pula yang bangkrut , failed mennn !!

Nah pada sesi kali ini saya ingin share lagi yaitu " Sistem Harga " , hal ini sangat penting lho jangan sampai disepelekan , anda kalah persaingan harga dengan kompetitor sebelah wah pelanggan anda malah lari semua ke kompetitor sebelah anda , yuk langsung saja kita simak berikut ini : 

Untuk menetapkan tingkat harga tersebut biasaanya dilakukan dengan mengadakan percobaan untuk menguji pasarnya , apakah menerima atau menolak .. tentunya sedih jika harga yang kita tawarkan ditolak pasar ... Apabila konsumen menerima penawaran tersebut , berarti harga yang ditetapkan sudah layak , tetapi jika mereka menolak , biasanya harga tersebut akan diubah dengan cepat . Keputusan tentang penetapan harga tersebut perlu diinterigasikan dengan keputusan tentang barang  . Hal ini disebabkan karena harga merupakan bagian penawaran suatu barang , seperti juga pada kemasan dan merk . Suatu tingkat harga dapat memberikan pengaruh baik didalam perekonomian maupun dalam perusahaan .

1. Dalam Perekonomian
         Harga pasar sebuah barang dapat mempengaruhi tingkat upah , sewa , bunga , dan laba/untung atas pembayaran faktor-faktor produksi ( tenaga kerjaa , tanah , kapital dan kewiraswastaan ) . Dalam cara tersebut harga menjadi suatu pengatur dasar pada sistem perekonomian secara keseluruhan karena mempengaruhi alokasi sumber-sumber yang ada . Suatu tingkat upah yang tinggi dapat menarik tenaga kerja yang lebih banyak tentunya . Begitu pula pada tingkat bunga yang tinggi , akan menarik kapital yang besar .

2. Dalam Perusahaan
          Harga suatu barang atau jasa merupakan penentu bagi permintaan pasarnya . Harga dapat mempengaruhi posisi persaingan perusahaan dan juga mempengaruhi market share-nya . Bagi perusahaan,harga tersebut akan memberikan hasil dengan menciptakan sejumlah pendapatan dan keuntungan bersih . Harga suatu barang juga mempengaruhi program pemasaran perusahaan . Dalam perencanaan barang misalnya , memejemen ingin selalu meningkatkan kualitas barang yang dihasilkan . Keputusan ini dapat dibenarkan hanya apabila pasarnya dapat menerima suatu tingkat harga yang cukup tinggi untuk menutup biaya-biaya dalam meningkatkan kualitasnya .  

B. Pengertian Harga
Dalam teori ekonomi , harga , nilai , dan faedah merupakan istilah-istilah yang saling berhubungan . Faedah adalah atribut suatu barang yang dapat memuaskan kebutuhan . Sedangkan nilai adalah ungkapan secara kuantitatif tentang kekuatan barang untuk dapat menarik barang lain dalam pertukaran . Tetapi perekonomian kita di Indonesia bukan sistem barter , maka untuk mengadakan pertukaran atau untuk mengukur nilai suatu barang kita menggunakan uang , dan istilah yang dipakai adalah harga . jadi , harga adalah nilai yang dinyatakan dalam rupiah.

Biasanya seorang penjual menetapkan harga berdasarkan suatu kombinasi barang secara fisik ditambah beberapa jenis jasa lain serta keuntungan yang memuaskan  . Memang sulit untuk mendefinisikan harga . Pada sebuiah mobil misalnya , harga yang ditetapkan termasuk pula harga radio , kaset atau alat pendingin udara (AC) dan sebagainya . Tetapi dalam keadaan yang lain harga dapat didefinisikan sebagai jumlah yang dibayarkan oleh pembeli. Jadi , secara singkat dapat dikatakn bahwa Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya .

Konsep yang lain menunjukkan apabila harga sebuah barang yang dibeli oleh konsumen dapat memberikan hasil yang memuaskan , maka dapat dikatakan bahwa penjualan total perushaan akan berada ditingkat yang memuaskan , diukur dalam nilai rupiah , sehingga dapat menciptakan langganan.

Dalam hal ini harga merupakan suatu cara bagi seorang penjual untuk membedakan penawarannya dari para pesaing, Sehingga penetapanm harga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari fungsi diferensiasi barang dalam pemasaran.

Pada umumnya penjual mempunyai beberapa tujuan dalam penetapan harga produknya . Tujuan tersebut antara lain : 

1. Mendapatkan Laba Maksimum
Dalam praktek , terjadinya harga memang ditentukan oleh penjual dan pembeli . Makin besar daya beli konsumen , semakin besar pula kemungkinan bagi penjula untuk menetapkan tingkat harga yang lebih tinggi . Dengan demikian penjual mempunyai harapan untuk mendapatkan keuntungan maksimum sesuai dengan kondisi yang ada .

2. Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada penjualan bersih.
Harga yang dapat dicapai dalam penjualan dimaksudkan pula untuk menutup investasi secara berangsur-angsur . Dana yang dipakai untuk mengembalikan investasi hanya bisa diambilkan dari laba perusahaan , dan laba hanya bisa diperoleh bilamana harga jauh lebih besar dari jumlah biaya seluruhnya .

3. Mencegah atau mengurangi Persaingan
Tujuan mencegah atau mengurangi persaingan dapatdilakukan melalui kebijaksanaan harga .  Hal ini dapat diketahui bilamana para penjual menawarkan barang dengan harga yang sama . Oleh karena itu persaingan hanya mungkin dilakukan tanpa melalui kebijakasanaan harga , tetapi dengan service lain . Persaingan itu disebut persaingan bukan harga ( non-price competition).

4. Mempertahankan atau memperbaiki market share.
Memperbaiki market share hanya mungkin dilaksanakan bilamana kemampuan dan kapasitas produksi perusahaan masih cukup longgar  , disamping juga kemampuan dibidang lain seperti bidang pemasaran,keuangan dan sebagainya . Dalam hal ini harga merupakan faktor yang penting. Bagi perusahaan kecil yang mempunyai kemampuan yang sangat terbatas , biasanya penentuan harga ditujukan untuk sekedar mempertahankan market share . Perbaikanmarket share kurang diutamakan , lebih-lebih apabila persaingan sangat ketat .

C. Reaksi Konsumen terhadap Harga 
Harga sering dijadikan sebagai indikator kualitas bagi konsumen. Minuman keras misalnya , lebih sering dinilai dengan harga daripada dengan rasa atau bahan-bahan yang digunakannya. Minuman keras yang lebih mahal biasanya dianggap lebih baik.Begitu pula dengan barang konsumsi lainnya .

Orang sering memilih harga yang lebih tinggi diantara dua barang yang karena meraka melihat adanya perbedaan . Apabila harga lebih tinggi , orang cenderung beranggapan bahwa kualitasnya juga baik.

Konsumen sering pula menggunakan harga sebagai kriteria utama dalam menentukan nilainya. Barang dengan harga tinggi biasanya dianggap superior dan barang yang mempunyai harga rendah dianggap inferior ( rendah tingkatanya) . Tetapi barang-barang yang sifatnya homogin seperti Bensin , tidaklah demikian. Ada kenyataan bahwa harga yang sesuai dengan keinginan konsumen belum tentu sama untuk jangka waktu yang lama . Kadang-kadang konsumen lebih menonjolkan kesar daripada harga itu sendiri. Barang sejenis yang berharga murah justru dapat dibeli oleh konsumen.

D. Prosedur Penentuan Harga
Bilamana tujuan penetapan harga mudah ditentukan , maka menejemen dapat mengalihkan perhatian pada prosedur penentuan harga barang atau jasa yang ditawarkan . Tidak semua perusahaan menggunakan prosedur yang sama . Prosedur  penentuan harga yang dipakai disini meliputi enam tahap , yaitu : 
1. Mengestimasikan permintaan untuk barang tersebut.

    Dalam tahap pertama ini , penjual membuat estimasi permintaan barangnya secara total . Hal ini lebih mudah dilakukan terhadap permintaan barang yang ada dibandingkan dengan permintaan barang baru .

2. Mengetahui lebih dulu reaksi dalam persaingan.

     Kondisi persaingan sangat mempengaruhi kebijaksanaan penentuan harga bagi perusahaan atau penjual . Oleh karena itu penjual perlu mengetahui  reaksi persaingan yang terjadi dipasar serta sumber-sumber persaingan yang ada dapat berasal dari : 
*   Barang sejenis yang dihasilkan oleh perusahaan lain.
*   Barang pengganti atau subtitusi.
* Barang-barang lain yang dibuat oelh perusahaan lain yang sama-sama menginginkan uang konsumen.


     Perusahaan yang agresif selalu menginginkan market share yang lebih besar . Kadang-kadang , perluasan market share harus dilakukan dengan mengadakan periklanan atau bentuk lain dari persaingan bukan harga , disamping dengan harga tertentu . Market  share yang diharapkan tersebut akan dipengaruhi oleh kapasitas produksi yang ada , biaya ekspansi , dan mudahnya memasuki persaingan.

4. Memilih strategi harga untuk mencapai target pasar.

    Dalam hal ini penjual dapat memilih diantara dua macam strategi harga yang dianggap paling esktrim , yaitu : (a) skim-the-cream-pricing ,  dan (b) penetration pricing . Strategi tersebut biasanya dipakai untuk memasarkan barang baru .

5. Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan .

    Tahap selanjutnya dalam prosedur penentuan harga adalah mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan dengan melihat pada barang , sistem distribusi , dan program promosinya . Perusahaan tidak dapat menentukan harga suatu barang tanpa mempertimbangkan barang lain yang dijualnya . Demikian pula dalam saluran distribusinya , harus diperhatikan ada atau tidaknya penyalur yang juga menerima sebagian dari harga jual . Bilamana tanggung jawab promosi dilimpahkan pada penyalur , maka marjin yang akan diterima produsen menjadi lebih tinggi.

6. Memilih harga tertentu .

Demikian tadi sedikit ulasan dari saya mengenai Sistem Harga , begitu banyak ilmu-ilmu tentang bisnis dan ekonomi dan semoga artikel saya ini bermanfaat bagi anda semua , bagi anda yang ingin tau lebih banyak tentang bisnis dan ekonomi kunjungi saja klik disini. terima kasih sudah berkunjung sampai jumpa lagi .



Order Barang (pada usaha retail)

http://www.alasansajaini.ga/2016/06/order-barang-pada-usaha-retail.html
 Selamat pagi teman-teman semua , berjumpa kembali di blog saya semoga sehat selalu  , pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu lagi dimana menjadi pengusaha itu perlu sesuatu yah mungkin disebut juga resep  agar usaha yang dilakoninya sukses , banyak sekali cara - cara yang harus dilakukan dan banyak sekali faktor-faktor penunjangnya ,dan apabila kita sudah mempunyai usaha retail atau toko tentunya kita butuh yang namanya barang , jika tidak ada barang lalu kita jual apa dong ya ? secara umum namanya usaha retail atau toko itu menjual barang , namun ada juga yang menjual produk virtual dan jasa , tapi pada sesi ini saya akan share mengenai barang saja dulu okey ?? 

Untuk dapat menjual barang dan mendapatkan keuntungan tentunya kita membutuhkan barang yang berkualitas, harganya terjangkau dan sudah dikenai pajak . barang berkualitas harga terjangkau namun bebas pajak itu bermasalah anda akan dikenai sanksi oleh pemerintah jika menjual pada daerah wajib pajak , barang berkualitas pajak oke tapi harga tidak terjangkau lalu dapat untung darimana ? konsumen pada lari kale kalo gitu , harga terjangkau pajak oke barangnya tidak berkualitas , misalnya expired terlalu dekat , kemasan jelek , tidak menarik dan masih banyak lagi yang lainnya ,, tentu itu akan menjadi masalah kita nantinya , jadi saya sarankan kembali gunakanlah spesifikasi diatas : barang berkualitas ,pajak oke , harga terjangkau ... itu saja sudah lumayan cukup untuk memperlancar usaha retail anda . 

Seperti judul diatas saya akan membicarakan yang namanya Order Barang  , order atau pesan barang , pesan barang ini tentunya dalam jumlah yang cukup ya sesuai kapasitas toko retail kita , dan order barang ini  kita tidak boleh sembarangan , yang pertama :

Barang yang kita order itu dari perusahaan mana ? perusahaannya bagaimana ? jelas apa tidak dan tidak melanggar hukum yang berlaku di dalam Negara atau pemerintahan  . Dalam pengecekan Sumber atau suplayer barang untuk toko kita nantinya kita bisa turun tangan sendiri selaku pimpinan atau kita juga bisa mewakilkan mengutus seseorang yang kita percaya .

2. Komunikasi
Jika sudah mendapatkan sumber yang tepat , saya sarankan Komunikasi dengan perusahaan terkait dapat berjalan baik , disaat-saat tertentu perusahaan bisa saja kekurangan barang akibat melonjaknya penjualan seperti pada hari lebaran , nah disaat itu tentunya pemilik usaha retail akan berebut mencari barang , jika kita dari awal sudah menjalin komunikasi yang baik tentu saja  kita mudah mendapatkan barang tanpa harus berebut .

3. Pengiriman
Pada saat pengiriman barang ketoko retail kita , kita hendaknya cek kondisi seperti , kondisi fisik barang , cek surat jalan atau faktur ,, terkadang pabrik juga melakukan kesalahan seperti kemasannya ada yang bocor , isinya ada yang kurang karena kesalahan pabrik atau mungkin isinya terkontaminasi dan lain-lain itu kita benar-benarr kita cek agar tidak ada complain dari pelanggan kita nantinya .

4. Save File Faktur
Hal ini penting dilakukan agar misalnya ada pemeriksaan dari pemerintah kita sudah mempunyai bukti bahwa barang-barang yang kita jual sudah dikenai pajak dan tidak melanggat hukum .

Bagaimana teman-teman , semoga sedikit masukan dari saya ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua . Nah demikian tadi yang dapat saya sampaikan hari ini , sampai jumpa lagi ;-)

Sunday, 26 June 2016

MANAJEMEN KEUANGAN , MONEY MANAJEMEN

Selamat malam teman-teman , Halo apa kabar semua ?? , berjumpa kembali diblog saya dan terima kasih sudah berkunjung diblog saya , pada kesempatan yang indah ini saya ingin share tentang Manajemen keuangan ( MOney Manajemen ) , dan berdasarkan pengalaman saya Manajemen Keuangan ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari , apalagi bagi yang sudah berumah tangga dan berpenghasilan pas-pasan , tentu harus pintar dalam mengelola pemasukan dan pengeluaran uang

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan merupakan salah satu bagian utama dari ilmu manajemen. Pengertian Manajemen Keuangan adalah semua aktivitas entitas bisnis (organisasi) dalam kerangka penggunaan serta pengalokasian dana entitas bisnis (perusahaan) dengan efisien. pengertian ini mengalami berbagai perkembangan berawal dari pengertian yang hanya sekedar mengutamakan kegiatan mendapatkan / memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, penggunaan dana hingga pengelolaan atas aset (aktiva).


George R Terry  menyebutkan ada empat aktivitas yang sering kali dikenal dengan POAC yang berakronim Planning - Organizing - Actuating - dan Controling.

Pengertian Manajemen Keuangan menurut para ahli

Ada beberapa ahli yang memberikan pendapatnya mengenai Pengertian Manajemen Keuangan:

James Van Horne, menyatakan:
semua kegiatan atau aktivitas yang berhubungan langsung dengan perolehan, pendanan serta pengelolaan aset (aktiva) dengan tujuan yang menyeluruh.
Suad Husnan, berpendapat bahwa:
Manajemen keuangan adalah manajemen terhahap semua fungsi keuangan
Bambang Riyanto, mendefinisikan :
Semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan upaya memperoleh dana yang dibutuhkan dengan biaya yang seminimal mungkin dan syarat yang menguntunggkan serta uapay untuk mempergunakan dana yang diperoleh tersebut secara efisien dan efektif
Liefman menyatakan:
Definisi manajemen keuangan adalah upaya penyediaan uang dan mempergunakan dana tersebut untuk mendapatkan aset (aktiva)
Seperti yang disebut diawal tadi, dengan melihat beberapa pengertian diatas, pengertian manajemen keuangan secara sederhana adalah suatu proses dalam aktivitas keuangan perusahaan, dimulai dari cara memperoleh dana dan mempergunakannya. penggunaannya harus tepat sasaran, efisien, dan efektif supaya tujuan keuangan perusahaan yang sudah ditetapkan dalam perencanaan bisa terwujud.

Prinsip Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan tidak hanya sekedar pencatatan akuntansi saja. manajemen keuangan adalah bagian yang penting dan tidak bisa dianggap sebagai suatu kegiatan tersendiri yang menjadi bagian dari pekerjaan orang-orang keuangan.

Manajemen Keuangan dalam prakteknya merupakan aktivitas yang dilakukan dan muncul dalam rangka untuk menyehatkan keuangan perusahaan atau organisasi. maka dari itu, dalam membuat sebuah sistem manajemen keuangan, kita membutuhkan prinsip prinsip ini yang menjadi dasarnya, diantarnya:.

Consistency (Konsistensi)
dalam prinsip konsistensi ini, suatu sistam serta kebijakan keuangan perusahaan haruslah konsisten, tidak berubah dari periode ke periode, namun perlu diingat bahwa sistem keuangan bukan berarti tidak boleh dilakukan penyesuaian bila ada suatu perubahan yang signifikan didalam perusahaan. pendekatan keuangan yang tidak konsisten bisa menjadi tanda bahwa ada manipulasi pada pengelolaan keuangan perusahaan.
Accountability (Akuntabilitas)
Prinsip ini adalah suatu kewajiban hukum ataupun moral, yang melekat kepada individu, kelompok ataupun perusahaan untuk memebri penjelasan bagaimana dana ataupun kewenangan yang telah diberikan kepada pihak ke-3 dipergunakan. pihak pihak harus bisa memberi penjelasan tentang penggunaan sumber daya dan apa saja yang sudah dicapai sebagai suatu bentuk pertanggung-jawaban kepada pihak pihak yang berkepentingan,  agar semua tahu bagaimana kewenangan dan dana yang dimiliki itu dipergunakan.
Transparancy (Transparansi)
manajemen harusnya terbuka terhadap pekerjaannya, memberikan informasi tentang rencana dan segala aktivitas kepada yang berkepentingan, termasuk memberikan laporan keuangan yang wajar, lengkap, tepat waktu dan akurat yagn bisa diakses dengan mudah oleh yang berkepentingan, apabila tidak transparan, maka ini bisa mengindikasikan manajemen telah menyembunyikan sesuatu.
Viability (Kelangsungan Hidup)
Supaya kesehatan keuangan perusahaan terjaga, semua pengeluaran operasional ataupun ditingkat yang strategis harus disesuaikan dengan dana yang ada. kelangsungan hidup entitas merupakan ukuran suatu tingkat keamanan serta keberlanjutan keuangan perusahaan. manajemen keuangan harus menyusun rencana keuangan dimana menunjukkan bagaimana suatu perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya guna memenuhi kebutuhan keuangan.
 Integrity (Integritas)
Setiap individu harus memiliki tingkat integritas yang mumpuni dalam menjalankan kegiatan operasional. selain itu catatan dan laporan keuangan harus terjaga intergritasnya dengan kelengkapan dan tingkat keakuratan suatu pencatatan keuangan
Stewardship (Pengelolaan
Manajemen keuangan harus bisa mengelola dengan mumpuni dana yang sudah didapat dan memberikan jaminan bahwa dana yang diperoleh tersebut akan digunakan untuk merealisasikan tujuan yang sudah ditetapkan. dalam prakteknya, manajemen bisa melakukan bisa berhati hati dalam membuat perencanaan strategis, mengidentifikasikan resiko keuangan yang ada serta menyusun dan membuat sistem pengendalian keuangan yang sesuai.
Accounting Standards (Standar Akuntansi)
Sistem akuntansi keuangan yang dipakai harus sesuai dengan prinsip-prinsip dan standar aturan akuntansi yang berlaku. agar laporan keuangan yang dihasilkan bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pihak pihak yang berkepentingan.

Konsep Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah manajemen mengenai fungsi keuangan, dan fungsi manajemen keuangan merupakan bagaimana mempergunakan serta menempatkan dana yang ada. fungsi fungsi yang ada dalam perusahaan harusnya dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi fungsi yang ada saling berkaitan satu sama lain.

Seperti telah dibahas diatas, Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan yang utama
Perolehan Dana, merupakan aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh sumber dana, ntah itu berasal dari internal perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan
Penggunaan Dana, suatu aktivitas menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset
Pengelolaan Aset (Aktiva), aktivitas ini adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah didapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (atkiva), dana harus dikelola secara efektif dan efisien.
Jadi, dengan aktivitas aktivitas diatas tersebut, dengan kata lain fungsi pengambilan keputusan manajemen keuangan adalah keputusan mengenai pendanaan, investasi dan manajemen aset (aktiva)

Tujuan Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan bertujuan memaksimalkan nilai dari perusahaan. manajemen harus bisa menekan perputaran uang yang bisa menghindarkan dari aktivitas yang tidak diinginknan. perlu diingat, tujuan utama dari suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan atau menambah kesejahteraan para pemilik perusahaan. saham yang beredar adalah bukti kepemilikan, kesejahteraan para pemilik direfleksikan dari harga pasar perusahaan itu, harga perusahaan tersebut adalah buah dari keputusan manajemen mengenai keputusan untuk investasi, keputusan dalam pendanaan serta aktivitasnya dalam memanage aktiva, keputusan keputusan tersebut akan berdampak pada harga saham para pemilik perusahaan.

Fungsi Manajemen Keuangan

Investment Decision (Keputusan Investasi)
Investasi berarti penanaman modal pada aset riil ataupun aset finansial (surat berharga), keputusan investasi ini adalah suatu keputusan terhadap aset apa yang nantinya akan dikelola entitas/perusahaan. keputusan ini yang strategis ini akan berpegnaruh secara langsung terhadap besar kecilnya rentabilitas investasi serta aliran dana perusaan pada masa mendatang.

Financing Decision (Fungsi Pendanaan)
Keputusan mengenai pendanaan ialah dengan mempelajari berbagai sumber dana perusahaan, dalam laporan keuangan berada dalam sisi pasiva. keputusan ini harus memperhatikan sumber dana dengan biaya seminimal mungkin dan juga syarat yang bisa menguntungkan baik itu berasal dari internal perusahaan maupun sumber dana yang berasal dari luar perusahaan (eksternal).

Deviden Decision (Keputusan Deviden)
Dalam fungsi ini, keputusan biasanya menyangkut hal hal seperti:
Besaran prosentase laba yang akan dibagikan kepada pemilik dalam bentuk kas
tingkat stabilitas deviden yang akan dibagikan oleh manajemen
stock devidend, (dividen saham)
stock split (pemecahan saham)

Penarikan saham yang telah beredar

Sebagai tambahan berikut saya berikan hal hal sedikit mendetail yang dilakukan oleh manajemen keuangan:
Perencanaan atas Keuangan, manajemen keuangan menyusun rencana pemasukan serta pengeluaraan dana dan juga aktivitas yang lain pada periode tertentu
Melakukan Penganggaran keuangan perusahaan, ini adalah tindak lanjut atas perencanaan keuangan dengan menyusun lebih detail lagi semua pengeluaran dan pemasukan perusahaan
Pengelolaan Keuangan perusahaan, dalam hal ini, manajemen keuangan mempergunakan dana yang ada dalam perusahaan untuk memaksimalkannya dengan berbagai cara yang bisa ditempuh
Pencarian sumber dana, manajemen keuangan berusaha mencari sumber dana perusahaan yang akan digunakan kegiatan operasional perusahaan.

Penyimpanan Keuangan, manajemen keuangan menyimpan untuk mengamankan dana perusahaan yang telah dikumpulkan.
Pengendalian atas keuangan, manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki suatu sistem keuangan yang ada dalam perusahaan yang dirasa belum mumpuni.

Melakukan pemeriksaan keuangan, internal audit atas laporan keuangan perusahaan dilakukan oleh manajemen keuangan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan yang merugikan terjadi.
Pelaporan keuangan perusahaan, manajemen keuangan menyediakan informasi keuangan tentang kondisi kekinian keuangan perusahaan yang bisa dijadikan bahan evaluasi nantinya.

Fungsi Manajemen keuangan lainnya jika dikaitkan dengan beberapa hal diatas:
Pengawasan terhadap biaya
Penetapan atas kebijakan harga
Peramalan laba dimasa mendatang
pengukuran atau penjajakan biaya untuk modal kerja

Demikian sedikit  artikel tentang dasar mengenai Manajemen Keuangan ( Money Manajemen ) , sampai berjumpa lagi .

Friday, 24 June 2016

KEPEMIMPINAN USAHA DIBIDANG RETAIL

         Selamat pagi semua dan selamat datang berkunjung diblog saya , pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin berbagi tentang KEPEMIMPINAN , lebih tepatnya KEPEMIMPINAN USAHA DIBIDANG RETAIL , apa itu Pemimpin ? Pemimpin yang bagaimana sih yang membuat sukses dalam usaha ? mari kita simak dibawah ini .

Yang pertama , apa itu sih Pemimpin ? bisa dikatakan pemimpin itu adalah orang yang menjadi pimpinan bertugas dan bertanggung jawab atas segala sesuatu pada lingkup perusahaan atau usaha dan memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan Standart Operational Prosedure .

Pemimpin itu beda dengan Boss , jika Pimpinan itu turut serta berkecimpung dalam Operational lingkup usaha, maju pada garis depan medan pertempuran mengawal bawahannya sampai akhir , bekerja keras untuk memenuhi target dan menjadi contoh bagi anak buahnya sedangkan boss adalah Pemilik usaha dan hanya terima beres saja ( bisa dibilang malas haha ) , cuma kasih target tiap bulan harus tembus dan gak mau tau apa yang harus dilakukan agar target tembus yang penting terima beres saja , saya sarankan anda menjadi Pemimpin Sekaligus Boss yang baik ya agar banyak dicontoh oleh karyawannya . hehe :-)

     Pada suatu Usaha yang sukses itu terdapat jiwa Pemimpin yang menggerakkan sistem kerja tanpa mengenal Menyerah , Mental Baja , Adil , Berkepribadian Baik , Tidak Sombong , tidak mudah Marah ( mampu mengontrol Emosi) , Pemimpin yang berjiwa Pelatih , melatih setiap bawahannya sampai mampu bekerja dengan baik dan benar , mengayomi dan memberikan suasana kerja yang harmonis didalam lingkup usaha , jika bawahan sudah merasakan kenyamanan dalam suatu lingkup kerja tentu mereka bekerja dengan ihklas melakukan segala sesuatunya dengan senang hati bahkan mereka akan sangat menghormati anda sebagai pemimpin , Kepandaian dan Kecerdasan itu nomer sekian dari nilai seorang pemimpin karena meskipun anda mempunyai kepandaian dan kecerdasan tingkat Dewa sekalipun anda tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa adanya team yang kuat dibelakang anda , Rencana yang bagus , ide-ide cerdas tidak akan ada gunanya apabila bawahan anda sudah tidak mau bahkan tidak mampu untuk melakukan apa yang anda inginkan , hasilnya tidak akan maksimal bahkan bisa gagal , maka dari itu sebagai Pimpinan jadilah Pemimpin yang baik seperti yang saya sebutkan diatas agar bawahan anda bekerja dengan ihklas dan senang hati , lingkungannya harmonis sehingga bawahan anda mudah untuk digerakkan menuju kesuksesan. 

Demikian yang dapat saya sampaikan hari ini semoga bermanfaat , apabila ada salah-salah kata atau ada yang tidak berkenan dihati saya mohon maaf yang sebesar-besarnya , terima kasih sudah berkunjung diblog saya sampai jumpa lagi ;-)



  

Thursday, 23 June 2016

PDRB : PENDEKATAN PENGELUARAN, PENGGUNAAN, ATAU BELANJA

Halo halo Selamat datang kembali teman-teman semua , berjumpa kembali di www.alasansajaini.ga , pagi ini saya akan berbagi lagi tentang ilmu yang mungkin bermanfaat buat teman-teman semua yaitu PDRB : PENDEKATAN PENGELUARAN, PENGGUNAAN, ATAU BELANJA , memang sangat penting untuk kita mengetahui tentang PDRB , untuk itu langsung saja kita simak berikut ini : 

Pada pendekatan in akan diuraikan ruang lingkup dan definisi komponen-komponen PDRB menurut pendekatan penggunaan, metode estimasinya baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 1993, serta sumber datanya. PDRB menurut penggunaan terdiri dari komponen-komponen anatara lain pengeluaran konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga swasta tidak mencari untung (nirlaba), konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap domestik bruto, perubahan stok, ekspor dan impor barang dan jasa.

a) Konsumsi Rumah Tangga Pengeluaran konsumsi rumah tangga mencakup seluruh pengeluaran barang dan jasa dikurangi penjualan netto barang bekas dan sisa yang dilakukan rumah tangga selama setahun. Sumber data utama perkiraan nilai konsumsi rumah tangga, adalah hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Provinsi D.I. Yogyakarta khususnya untuk Kabupaten Sleman, hasil pengolahan Badan Pusat Statistik untuk besarnya konsumsi. Sedang untuk harga barang setiap jenis bahan yang dikonsumsi diperoleh dari hasil pengolahan yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Sleman. Berdasarkan hasil SUSENAS, diperoleh rata-rata konsumsi per kapita per minggu untuk bahan makanan dan rata-rata nilai konsumsi per kapita per bulan untuk non makanan. Untuk memperoleh nilai konsumsi bahan makanan per bulan dilakukan dengan cara konsumsi per kapita per minggu dikalikan tiga puluh dibagi tujuh.Nilai konsumsi bahan makanan dan bukan bahan makanan setahun diperoleh dengan cara nilai konsumsi per kapita per bulan dikali dua belas dikalikan pula dengan jumlah penduduk pertengahan tahun (hasil proyeksi). Perkiraan nilai konsumsi rumah tangga untuk tahun yang tidak tersedia data SUSENAS dengan menggunakan koefisien elastisitas permintaan terhadap pendapatan (elasticity demand of income) untuk kelompok konsumsi makanan dan untuk kelompok konsumsi non makanan. Untuk kelompok makanan nilai konsumsi atas dasar harga berlaku diperoleh dengan cara mengalikan nilai konsumsi dalam satuan kuantum dengan harga konsumen atau harga eceran. Sedang nilai konsumsi atas dasar harga konstan diperoleh dengan metode revaluasi, artinya konsumsi dalam satuan kuantum dikalikan dengan harga tahun dasar PDRB. Nilai konsumsi rumah tangga untuk bukan makanan atas dasar harga konstan 1996–1998 diperoleh dengan cara deflasi, yaitu membagi konsumsi harga berlaku dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sesuai. Pengeluaran konsumsi rumah tangga ini telah dilengkapi dengan perkiraan besarnya konsumsi makanan/minuman yang dikonsumsi di luar rumah.


b) Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta Yang Tidak Mencari Untung (Nirlaba) Lembaga swasta yang tidak mencari untung adalah lembaga swasta yang dalam operasinya tidak bertujuan mencari keuntungan. Lembaga swasta yang tidak mencari untung terdiri dari lembaga/badan swasta yang memberikan pelayanan atas jasa kepada masyarakat seperti: organisasi serikat buruh, persatuan para ahli/persatuan profesi, organisai politik, badan-badan keagamaan, lembaga penelitian, dan organisasi-organisasi kesejahteraan masyarakat yang tujuan dari kegiataan tersebut tidak mencari untung. Perkiraan besarnya nilai konsumsi lembaga swasta yang tidak mencari untung diperoleh dari hasil penghitungan survei khusus lembaga non profit rumah tangga yang dikategorikan sebagai lembaga swasta yang tidak mencari untung seperti kegiatan panti asuhan dan tempat ibadah. Sedangkan untuk kegiatan lainnya seperti dokter praktek, bidan/dukun bayi dan tukang gigi tidak dimasukkan. Berdasarkan hasil penghitungan Nilai Produk Domestik Bruto menurut lapangan usaha, diperoleh perkiraan nilai konsumsi lembaga swasta yang tidak mencari untung, baik atas dasar harga yang berlaku maupun atas dasar harga konstan 1993.


c) Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Dan Pertahanan Pengeluaran konsumsi pemerintah mencakup pengeluaran untuk belanja pegawai, penyusutan barang modal dan belanja barang (termasuk belanja perjalanan dinas, pemeliharaan, dan pengeluaran lain yang bersifat rutin) dikurangi penerimaan dari produksi barang dan jasa yang dihasilkan. Pengeluaran konsumsi pemerintah pusat dan daerah. Data mengenai belanja pegawai, belanja barang dan belanja rutin lainnya serta perkiraan belanja pembangunan yang merupakan belanja rutin diperoleh dari realisasi pengeluaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pengeluaran Pemerintah Pusat diperoleh dari Kantor Perbendaharaan Negara sedangkan untuk pengeluaran Pemerintah Daerah dalam hal ini Daerah Otonom Propinsi, Kota dan Kabupaten, dan Desa diperoleh dari daftar K. Kalau diteliti dari pengeluaran Pemerintah, terdiri dari dua kelompok, yaitu pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Pengeluaran rutin terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, subsidi dan pengeluaran lainnya. Berdasarkan kelompok pengeluaran rutin yang dihitung sebagai pengeluaran konsumsi Pemerintah adalah belanja pegawai, belanja barang dan pengeluaran rutin laiannya. Sedang yang lainnya tidak dimasukkan karena pengeluaran disini merupakan transfer. Berdasarkan kelompok pengeluaran pembangunan yang tujuan utamanya untuk peningkatan fisik di segala bidang merupakan investasi Pemerintah. Tetapi pembiayaan yang bersifat rutin, seperti pengeluaran untuk riset dan pengeluaran pengembangan ilmu pengetahuan, dimasukkan sebagai konsumsi pemerintah. Pengeluaran disini biasanya disusun menurut tahun kalender, yaitu mulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang sama.


d) Pembentukan Modal Tetap Bruto Pembentukan modal tetap domestik bruto mencakup pengadaan, pembuatan dan pembelian barang-barang modal baru dari dalam negeri ataupun barang bekas dari luar negeri. Pengertian dalam/luar negeri dalam hal ini termasuk luar wilayah. Barang modal adalah peralatan yang digunakan untuk berproduksi dan biasanya mempunyai umur pemakaian satu tahun atau lebih. Pembentukan modal tetap domestik bruto dapat dibedakan menjadi: a. Pembentukan modal dalam bentuk bangunan/konstruksi b. Pembentukan modal dalam bentuk mesin-mesin dan alat-alat perlengkapan baik yang berasal dari impor maupun produksi dalam negeri. Ditinjau dari sudut pemilikan, pembentukan modal tetap bruto dapat dihitung berdasarkan pengeluaran untuk pembelian barang modal oleh masing-masing lapangan usaha (sektor). Sedangkan kalau ditinjau dari jenis barang modal itu sendiri, maka pembentukan modal dapat dihitung berdasarkan arus barang. Pembentukan modal tetap bruto atas dasar harga yang berlaku, diperoleh dengan cara menghitung nilai barang-barang modal yang masuk ke region dan barang modal yang masuk antar region atau antar pulau, ditambah dengan prosentase tertentu terhadap nilai produksi bruto sektor konstruksi/bangunan. Perkiraan pembentukan modal tetap bruto atas dasar harga konstan tahun 1993, diperoleh dengan cara mendeflasi nilai pembentukan modal tetap bruto (nilai barang impor) atas dasar harga yang berlaku dangan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) barang-barang impor, dan dengan IHPB barangbarang industri untuk barang modal antar pulau.


e) Perubahan Stok Perubahan stok pada suatu tahun diperoleh dari seluruh nilai stok pada akhir tahun dikurang dengan seluruh nilai stok pada awal tahun yang bersangkutan (pada awal tahun yang bersangkutan). Dalam menghitung perubahan stok dapat dilakukan dengan dua metode yakni: 

 1. Metode Langsung Nilai stok diperoleh dari setiap kegiatan dan jenis barang yang dikumpulkan melalui sensus dan survei. Berdasarkan laporan neraca keuangan perusahaan dari hasil survei tahunan diperoleh nilai stok pada awal tahun dan akhir tahun, yang kemudian dinilai dengan rata-rata harga pasar pada periode tahun perhitungan tersebut. 

 2. Metode Tidak Langsung (Metode Arus Barang) Dilaukan dengan cara menghitung stok awal dan stok akhir dari tiap jenis barang. Data seperti ini mungkin tersedia hanya untuk beberapa jenis barang. Oleh karena itu maka komponen perubahan stok diestimasi berdasarkan residual dari PDRB yang dihitung secara sektoral dikurangi dengan komponen-komponen yang sudah dihitung dengan data yang tersedia.

Perubahan stok penghitungannya ditaksirkan sebagai residual karena tidak tersedianya data yang diperlukan untuk membuat perkiraan perubahan stok. Dengan demikian stok merupakan sisa, yaitu PDRB dikurangi konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga swasta yang tidak mencari untung, konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto dan ekspor netto (ekspor-impor) baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.


f) Ekspor dan Impor Ekspor dan impor meliputi transaksi barang dan jasa antara penduduk suatu region dengan region lain atau dengan luar negeri. Kegiatan ekspor impor dirinci sebagai berikut: 
a. Ekspor dan impor dengan negara lain

b. Ekspor dan impor antar region/propinsi /wilayah kabupaten Data yang tersedia mengenai ekspor dan impor di tingkat region masih sangat terbatas. Ekspor dan impor ditingkat region ini meliputi: transaksi yang dilakukan langsung dengan luar negeri dan antar pulau atau antar provinsi/kabupaten. Dari nilai ekspor dan impor luar negeri maupun antar pulau masing-masing tahun diperoleh nilai ekspor dan impor atas dasar harga berlaku. Untuk memperoleh nilai ekspor atas dasar harga konstan 1993 dengan cara: nilai ekspor harga berlaku dideflate dengan indeks harga perdagangan basar umum ekspor tanpa minyak, dan nilai impor dideflate dengan indeks harga perdagangan besar umum kelompok barang-barang impor. Nilai barang yang keluar antar pulau atau antar region atas dasar harga konstan 1993 diperoleh dengan cara mendeflate masing-masing dengan IHPB umum. Data mengenai ekspor dan impor luar negeri diperoleh dari Dinas Perdagangan Kabupaten. Sedang untuk barang yang keluar dan masuk antar daerah/region diperoleh dengan cara menghitung selisih produksi domestik dengan konsumsi domestik. Konsumsi domestik sendiri terdiri dari konsumsi rumah tangga dan konsumsi rumah tangga industri.

Demikian yang dapat saya share kali ini teman-teman , semoga bermanfaat jangan lupa bahagia salam sukses selalu , terima kasih sampai jumpa lagi ;-) yuhuuuuuuuu !!!



Wednesday, 22 June 2016

FUNGSI PENGISIAN JABATAN

    Selamat malam teman-teman semua ,wah sudah lama sepertinya tidak berjumpa, kali ini saya akan share lagi ne yaitu tentang FUNGSI PENGISIAN JABATAN , pengisian jabatan ini cukup penting agar pembagian tugas lebih mudah :

A.    Pengertian
Fungsi pengisian jabatan atau fungsi staffing adalah kegiatan untuk memperoleh pegawai yang efektif yang akan mengisi jabatan-jabatan yang kosong di organisasi perusahaan. Fungsi pengisian jabatan ini bertujuan untuk menarik, menempatkan pegawai-pegawai menurut jumlah, jenis, keahlian dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, agar pegawai dapat bekerja efektif sehingga sasaran perusahaan tercapai.
Asas pengisian jabatan adalah penempatan orang-orang yang tepat pada tempat yang tepat dan penempatan orang yang tepat atau “the right man on the pace and the right man behind the right gun”

Pokok-pokok masalah yang akan di uji pada fungsi inni, adalah:
a. Penempatan pegawai
b. Pengembangan pegawai
c. Pemindahaan pegawai
d. Penilaian pegawai
e. Pemberhentian pegawai
f. Pensiunann pegawai

B.     Pengadaan Pegawai /Recruiting
Agar para pegawai dapat bekerja secara efektif, maka terlebih dahulu harus melakukan analisa jabatan-uraian pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job specification). Karena melalui cara ini, dapat di tarik orang-orang yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan perusahaan. Dengan analisa jabatan-jabatan uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan ini dapatlah ditentukan jumlah pegawai yang dibutuhkan serta kualifikasi persyaratannya.
Analisa jabatan adalah menganalisa kegiatan-kegiatan/pekerjaan-pekerjaan apa saja yang harus dilakukan pada satu jabatan, mengapa pekerjaan itu harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Dari hasil analisa jabatan ini, disusun uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan.
Uraian pekerjaan/job specification) adalah uraian persyaratan minimum pegawai yang dapat memangku suatu jabatan tertentu, agar ia dapat bekerja secara efektif.
Bagaimana caranya melakukan fungsi pengisian jabatan agar diperoleh pegawai yang efektif? Untuk ini dilakukan proses pengisian jabatan melalui tahap-tahap kegiatan sebagai berikut:
1.    Recruiting/merekrut
2.    appraisal/menilai
3.    selection/seleksi
4.    promotion/promosi
5.    retirement/pengundduran diri

Pengadaan pegawai/recruiting
1)      Recruiting atau merekrut adalah mencari dan memperoleh pelamar-pelamar pekerjaan untuk mengisi lowongan yang ada pada perusahaan. Dalam merekrut perlu dilakukan hal-hal berikut:
a         Menentukan jumlah karyawan yang akan diterima dan persyaratan-persyaratan apa yang diperlukan oleh perusahaan untuk pengisian lowongan pekerjaan
b        Menentukan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon pegawai/pelamar yang diperlukan perusahaan, misalnya jenis kelamin, daftar riwayat hidup, pendidikan, umur dan kesediaan untuk ditempatkan dimana saja.
c         Menginformasikan kepada masyarakat/pasar tenaga kerja dengan memberitahukan melalui media massa (surat kabar, TV, dan lain-lain) tentang lowongan kerja dan syarat-syarat yang butuhkan untuk mengisi lowongan itu.
d        Menentukan batas waktu penerimaan lamaran serta alamat penerimaan lamaran/
e         Setelah perusahaan memperoleh pelamar-pelamar melalui surat lamaran, lamaran-lamaran itu di administrasikan seperlunya.

2)      Appraisal atau menilai, mengevaluasi adalah menilai surat-surat lamaran dengan cara membandingkan antara hal-hal yang dimiliki pelamar dengan persyaratan yang telah ditentukan perusahaan. Pelamar yang memenuhi persyaratan dipanggil untuk mengikuti seleksi, sedangkan yang tidak memenuhi persyaratan tidak dapat mengikuti seleksi
3)      Selection atau selekssi yaitu memilih dari antara para pelamar dari hasil penilaian. Seleksi ini bermacam-macam atau bertingkat tingkat yaitu seleksi tertulis, wawancara, tes psikologi, kesehatan, dan sebagainya. Pelamar yang lulus seleksi di terima menjadi pegawai resmi, calon pegawai itu harus melalui masa percobaan atau harus mengikuti pendidikan dan training atau latihan
4)      Promotion atau promosi berarti calon pegawai yang telah lulus dari masa percobaan, pendidikan atau latihan diangkat secara resmi melalui surat keputusan jabatan yang harus dilakukan. Pangkat yang diperoleh, gaji dan jaminan-jaminan sosial lainnya yang akan diterimanya ditetapkan.
5)      Retirement atau pengunduran diri adalah pemutusan hubungan kerja dengan pegawai setelah ia bekerja untuk jangka waktu tertentu dan perusahaan pengunduran diri disebabkan hal seperti permintaan pegawai di pecat perusahaan, kontrak selesai, pensiun, meninggal dunia. Pengunduran diri karena pensiun harus diurus pensiunannya, sedangkan dipecat harus diurus pesangonnya

C.     Sumber Pegawai
Sebelum dilakukan penarikan pegawai harus terlebih dahulu ditetapkan sumber pegawai yang akan mengisi lowongan kerja yang ada. Sumber pegawai dapat dari perusahaan itu sendiri (internal) dan dari luar perusahaan (eksternal).
Internal: pegawai yang akan mengisi lowongan jabatan itu, di tarik dari pegawai yang telah ada dalam perusahaan. Mengisi jabatan pimpinan yang lowong lewat promosi ini mempunyai keuntungan sebagai berikut:
Å“ Meningkatkan modal
Å“ Kegairahan kerja
Å“ Prestasi kerja
Eksternal: untuk mengisi lowongan jabatan, ditarik orang-orang dari luar perusahaan.   Sumber eksternal itu adalah:
Å“ Lembaga-lembaga pendidikan
Å“ Kantor penempatan tenaga kerja
Å“ Pasar tenaga kerja
Å“ Referensi dari karyawan yang ada
Å“ Referensi dari kawan manajer.

D.    Pengembangan Pegawai (Developing)
Pengembangan pegawai dimaksudkan untuk meningkatkan kelihaian dan keterampilan pegawai, melalui pendidikan dan latihan. Pendidikan meningkatkan keahlian teoritis, moral pegawai, sedangkan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan teknis pelaksanaan pekerjaan para pegawai.
Tujuan pengembangan pegawai adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pegawai. Tanggung jawab pengembangan khususnya pada manajer personalia.

E.     Pemeliharaan Pegawai
Pemeliharaan pegawai perlu mendapat perhatian yang serius dari pimpinan perusahaan, supaya perputaran (turn over) tingkat absensi karyawan dapat minimal. Perpuraran (turn over) adalah arus pegawai yang masuk dan keluar perusahaan. Perputaran ini merupakan petunjuk kestabilan pegawai, semakin tinggi perputaran berarti semakin sering  terjadi pergantian pegawai.
Dasar promosi adalah:
1)      Senioritas yaitu promosi yang dilakukan pada lamanya pengalaman kerja seseorang. Orang yang terlama bekerja dalam perusahaan mendapat prioritas pertama dalam tindakan promosi. Kelemahan pertimbangan pengalaman sebagai dasar promosi adalah seseorang yang kemampuannya sangat terbatas, tetapi karena sudah lama bekerja dipromosikan.
2)      Penilaian kecakapan (ability) yaitu seseorang dipromosikan berdasarkan penilaian kecakapan, karena orang yang cakap. Ahli mendapat prioritas pertama untuk dipromosikan.
3)      Kombinasi senioritas dan kecakapan : setelah melihat kelemahan 1 dan 2 diatas, maka orang lebih condong mendasarkan promosi atas kombinasi antara senioritas secara terpadu.

F.     Pemindahan Pegawai
Pemindahan pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain bertujuan untuk memajukan pegawai tersebut. Pemindahan pegawai ini dapat terjadi baik karena keinginan pegawai ataupun karena keinginan atasan. Keinginan pegawai untuk dipindahkan dari satu jabatan ke jabatan lainnya terutama karena pegawai merasa tidak dapat bekerja sama dengan teman-temannya atau karena lingkungan tempat ia bekerja kurang sesuai dengan keadaan fisiknya atau keinginannya.
Keinginan atasan bahwa pegawai dipindahkan dari satu jabatan ke jabatan lainnya dimaksudkan untuk menjamin kepercayaan pegawai bahwa tidak akan diberhentikan, karena kurang cakap dalam jabatan yang lama. Perlu diingat bahwa tidak setiap pemindahan pegawai dimaksudkan untuk memajukan pegawai. Misalnya replacement transfer., temporary transfer. Replacement transfer yaitu pemindahan pegawai yang sudah lama masa dinasnya ke departemen yang lain dalam jabatan yang sama pula. Temporary transfer yaitu pemindahan sementara pegawai untuk memangku jabatan orang lain karena orang lain itu tidak hadir.

G.    Penilaian Pegawai
Penilaian ini harus dilakukan secara sistematis dan terus menerus. Penilaian kecakapan adalah penilaian secara sistematis terhadap seorang pegawai oleh atasannya atau oleh beberapa orang yang cakap, yang benar-benar menguasai tugas pegawai yang akan dinilai. Hal-hal yang dinilai bagi manajer adalah:
1)      Knowledge (pengetahuan umum)
2)      Cooperation (kerja sama)
3)      Dependability (dapat dipercaya)
4)      Quality (kualitas hasil pekerjaan)
5)      Judgment (pemecahan masalah)
6)      Initiatives (inisiatif)
7)      Quantity of work (kualitas hasil pekerjaan0
8)      Leadership (kepemimpinan)
9)      Planning and organizing (perencanaan dan perorganisasian)
10)  Health (kesehatan)

H.    Pemberhentian Pegawai
Pemberhentian berarti pemutusan hubungan kerja dengan pegawai. Pemberhentian pegawai ada yang disebabkan permintaan sendiri, tetapi ada pula yang diberhentikan.

I.       Pensiunan Pegawai
Aturan pemensiunan pegawai dapat dipelajari dalam undang-undang bahwa yang dapat dipensiunkan yaitu tidak bekerja karena sakit, yang di retooling.

Demikian yang dapat saya share kali ini semoga bermanfaat ya teman-teman semua , terima kasih sudah berkunjung sampai jumpa lagi ;-)

Monday, 20 June 2016

KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWANs

Selamat malam teman-teman dan saudara saudara sekalian semuanya saja , sudah lama ini rasanya tidak posting sesuatu , dimalam yang cerah ini saya akan memunculkan atau mempublikasikan lagi sesuatu yang mungkin bermanfaat buat teman-teman semua , kali ini tentang Karakteristik Wirausahawan , langsung saja kita simak penjelasan dibawah berikut ini oke :

Seorang wirausaha yang sukses harus mempunyai karakteristik yang baik dan menarik , Karakteristik seorang wirausaha akan terlihat dan berkembang melalui ilmu pengetahuan, pengalaman yang diperoleh dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Jadi karakteristik adalah sesuatu yang berhubungan dengan watak, perilaku, tabiat, sikap orang terhadap perjuangan hidup untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

Karakteristik seorang wirausaha yang baik, akan membawa kea rah kebenaran,
keselamatan serta menaikan derajat dan martabatnya. Karakteristik wirausahawan yang perlu dimiliki dan perlu dikembangkan adalah sebagai berikut:

1. Berwatak luhur
2. Bekerja keras dan disiplin
3. Mandiri dan realistis
4. Prestatif dan komitmen tinggi
5. Berfikir positif dan bertanggungjawab
6. Dapat mengendalikan emosi
7. Tidak ingkar janji, menepati janji dan waktu
8. Belajar dari pengalaman
9. Memperhitungkn resiko
10. Merasaan kebutuhan orang lain
11. Bekerjasama dengan orang lain
12. Menghasilkan sesuatu untuk orang lain
13. Memberi semangat kepada orang lain
14. Mencari jalan keluar bagi setiap permasalahan
15. Merencanakan sesutau sebelum bertindak.

Keberhasilan dalam bidang bisnis selalu berhubungan dengan hal – hal sebagai berikut :
a. Sikap dan perilaku disiplin, merupakan modal dasar untuk keberhasilan seseorang didalam berwirausaha.
b.   Komitmen tinggi, artinya seorang wirausaha itu setiap saat pikirannya tidak lepas dari perusahannya atau bisnisnya.
c.   Jujur, artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya.
d.   Kreatif, adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
e. Inovatif, yaitu merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ide – ide yang dapat dijual.
f.    Mandiri dan realistis, artinya bahwa keberhasilan seorang wirausaha datangnya dari diri sendiri dan ide yang realistis dan bukan dari orang lain.

SIFAT – SIFAT YANG HARUS DIMILIKI OLEH WIRAUSAHA

1. Percaya Diri
Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang jasmani dan rokhaninya. Karakteristik kematangan seseorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, obyektif, dan kritis, emosionalnya stabil, tidak gampang tersinggung dan naik pitam.
2. Berorientasi pada tugas dan hasil
Berbagai motivasi akan muncul dalam bisnis jika kita berusaha menyingkirkan prestise. Kita akan mampu bekerja keras, enerjik, tanpa malu dilihat teman, asal yang kita kerjakan adalah halal.
3. Pengambilan Resiko
Wirausaha penuh resiko dan tantangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku dan sebagainya. Namun semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan.
4. Kepemimpinan
Pemimpin yang baik harus mau menerima kritik dari bawahan, ia harus bersifat responsive.
5. Keorisinilan
Yang dimaksud orisinal di sini ialah I tidak hanya mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri, ada ide yang orisinil, ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu. Orisinil tidak berarti baru sama sekali, tetapi produk tersebut mencerminkan hasil kombinasi baru atau reintegrasi dari komponen – komponen yang sudah ada, sehingga melahirkan sesuatu yang baru.
6. Berorientasi ke masa depan
Untuk menghadapi pandangan jauh ke depan, seorang wirausaha akan menyusun perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah – langkah yang kan dilaksanakan.
7. Kreativitas
Menurut Conny Setiawan (1984:8), kreativitas diartikan sebaga kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. Produk baru artinya tidak perlu seluruhnya baru, tapi dapat merupakan bagian – bagian produk saja.
Contoh: Seorang wirausaha membuat berbagai kreasi dalam kegiatan usahanya, seperti susunan barang, pengaturan rak pajangan, menyebarkan brosur promosi dsb. Jadi kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi – kombinasi baru atau melihat hubungan – hubungan baru antara unsure, data, variable; yang sudah ada sebelumnya.

8. Konsep 10 D dari Bygrave
· Dream
Seorang wirausaha mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya dan yang paling penting adalah dia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impian tsb.
· Decisiveness
Seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Kecepatan dan ketepatan dia mengambil keputusan adalah merupakan factor kunci (key factor) dalam kesuksesan bisnisnya.
· Doers
Seorang wirausaha tidak mau menunda – nunda kesempatan yang dapat di manfaatkan
· Determination
Seorang wirausaha dalam melaksanakan kegiatannya memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dia dihadapkan pada halangan atau rintangan yang tidak mungkin diatasi
· Dedication
Dedikasi seorang wirausahawan sangat tinggi, semua perhatian dan kegiatannya
dipusatkan semata – mata untuk kegiatan bisnisnya.
· Devotion
Devotion berarti kegemaran atau kegila – gilaan. Hal inilah yang mendorong dia mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produk yang ditawarkannya, karena seorang wirausahawan akan mencintai pekerjaan bisnisnya.
· Details
Seorang wirausahawan akan selalu memperhatikan factor – factor kritis. Dia tidak akan mengabaikan factor – factor kecil tertentu yang dapat menghambat kegiatan usahanya.
· Destiny
Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yng hendak
dicapainya.
· Dollars
Wirausahawan tidak sangat mengutamakan kekayaan, motivasinya bukan memperoleh uang, akan tetapi uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya.
· Distribute
Seorang wirausahawan bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya terhadap orang – orang kepercayannya, yaitu orang – orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis

9. Beberapa Kelemahan Wirausaha Indonesia
   Kelemahan tsb adalah:
· Sifat mentalitet yang meremehkan mutu
· Sifat mentalitet yang suka menerabas
· Sifat tak percaya kepada diri sendiri
· Sifat tak berdisiplin murni
· Sifat mentalitet yang suka mengabaikan tanggung jawab yang kokoh

Masyarakat kita begitu cepat ingin menikmati waktu santai walaupun penghasilannya belum begitu tinggi.

10. Pemanfaatan Waktu
Ada waktu untuk bekerja, ada waktu untuk santai. Tapi seyogyanyalah kita menggunakan waktu lebih banyak untuk kegiatan produktif. Bagi wirausahawan hari libur tidak banyak, bahkan mereka menganggap hari libur sebagai peluang bisnis, mereka tidak libur, tapi melayani kebutuhan masyarakat yang sedang berlibur. Seorang wirausahawan sejati adalah seorang yang dapat bekerja dalam satu tim, bias mempercayai orang lain, tidak bekerja sendiri, one-man show.
Bagi wirausahawan, tentu pembicaraan lebih focus pada bisnis, mana ancaman, yang harus dihindarkan, dan mana peluang yang dapat dimanfaatkan, bertukar pikiran dengan relasi adalah bahan pembicaraan utama para pelaku bisnis.

Nah demikian tadi yang dapat saya sampaikan pada pagi ini , mudah-mudahan bermanfaat buat teman-teman semua , sampai jumpa lagi terima kasih ;-)

Sunday, 12 June 2016

KOORDINASI DALAM MANAJEMENT

    Selamat Malam teman-teman saudara-saudara semua pembaca diseluruh Dunia , pada kesempatan pagi ini saya kan share lagi ya mungkin ini bermanfaat dan semoga bermanfaat buat anda ,, yang sya share kali  ini tentang Koordinasi Dalam Manajemen , apa itu sih kordinasi ? bagaimana sih kordinasi itu ? langsung saja samuanya anda simak berikut ini :

1.      Pengertian
Koordinasi adalah usaha mencegah terjadinya kekacauan, percekcokan, kekosongan pekerjaan, agar tujuan dapat tercapai

Koordinasi adalah tindakan seseorang manajer untuk mengusahakan terjadinya keselarasan antara tugas/pekerjaan  yang dilakukan oleh seseorang/bagian yang satu dengan orang/bagian yang lain, agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam pelaksanaan pekerjaan.

Menurut Dr. Awaluddin Djamin, MPA : Koordinasi adalah suatu usaha kerjasama antara badan, instansi, unit dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu sedemikian rupa sehingga terdapat saling mengisi, saling membantu dan saling melengkapi.

2.      Koordinasi sangat penting oleh karena :
a.       Koordinasi memungkinkan suatu penyelesaian pekerjaan secara menyeluruh
b.      Masing-masing bagian dalam organisasi yang membentuk keseluruhan menjadi sangat penting dibawah koordinasi
c.       Koordinasi mementingkan unsur manusia
d.      Koordinasi dapat mengikat menjadi satu kesatuan integral dari beberapa macam tingkatan unit organisasi.

3.      Koordinasi dapat dibedakan atas :
a.       Koordinasi Vertikal
b.      Koordinasi Horizontal

Koordinasi Vertikal adalah tindakan penyatuan, pengarahan yang dijalankan oleh atasan terhadap kegiatan-kegiatan, unit-unit, kesatuan-kesatuan kerja yang ada dibawah wewenang dan tanggung jawabnya.

Koordinasi Horizontal ; yaitu koordinasi yang dilakukan pada organisasi yang setingkat, atau mempunyai level yang sama.
Koordinasi Horizontal terbagi dua :
-          Interdiciplinary ; Koordinasi yang dilakukan pada unit-unit yang mempunyai tugas dan fungsi yang sama.
-          Inter-related ; Koordinasi yang dilakukan antar instansi (badan) yang mempunyai fungsi yang berbeda, tapi mempunyai ketergantungan antar satu dengan lainnya.

4.      Syarat-Syarat Koordinasi :
a.       Sense of Cooperation (perasaan untuk bekerjasama). Setiap bagian harus dapat bekerjasama (bukan kerjasama antar person)
b.      Rivalry; Dalam perusahaan besar sering diadakan persaingan antar bagian, agar bagian-bagian ini berlomba-lomba untuk mencapai kemajuan dan tujuan.
c.       Team Sirit; artinya setiap orang/bagian d
alam organisasi harus saling harga menghargai.
d.      Esprit de Corps; artinya setiap bagian harus meningkat semangat kerjanya.

5.      Sifat Koordinasi :
a.       Koordinasi bersifat dinamis, bukan statis.
b.      Koordinasi menekankan pandangan menyeluruh oleh seorang manajemen dalam kerangka mencapai tujuan
c.       Koordinasi hanya meninjau suatu pekerjaan secara keseluruhan.

6.      Cara Mengadakan Koordinasi :
a.       Mengadakan pertemuan resmi secara rutin dan berkala
b.      Membuat buku pedoman mengenai tata kerja pelaksanaan tugas masing-masing.
c.       Pinpinan mengadakan pertemuan informal dengan bawahannya dalam rangka pemberian bimbingan, konsultasi dan pengarahan.
d.      Mendorong anggota untuk bertukan pikiran, mengemukakan ide-ide.
e.       Mendorong anggota untuk berpartisipasi dalam tingka perumusan, penciptaan sasaran.

7.      Hambatan Dalam Melakukan Koordinasi :
1.      Karena setiap bagian mementingkan bagiannya masing-masing
2.      Karena adanya departementasi.

Akibat Kurangnya Koordinasi :
1.      Pejabat/karyawan akan saling bertengkar mengenai haknya, tetapi saling melempar tanggung jawab.
2.      Adanya keputusan yang dibuat kurang sempurna, karena kurangnya bahan yang terhimpun dari berbagai unit.

8.      Cara Mengatasi Kurangnya Koordinasi :
1.      Pembagian kerja yang jelas dan semua pekerjaan harus terbagi habis.
2.      Pupuklan semangat kerjasama dalam arti yang baik.
3.      Siapkan fasilitas komunikasi yang memadai
4.      Ciptakan langkah-langkah koordinasi secara kontinue.

9.      Syarat-syarat koordinasi :
Setiap bagian harus dapat bekerjasama
setiap bagian harus berlomba-lomba untuk mencapai tujuan, meningkatkan semangat kerjanya.
setiap orang/ bagian harus saling harga menghargai.

PENDELEGASIAN WEWENANG
 (Delegation of Authority)

1. Pengertian
Pendelegasian wewenang adalah pemberian wewenang oleh seseorang pimpinan kepada bawahannya untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu.

Pendelegasian wewenang adalah kegiatan seseorang manajer untuk menugaskan bawahannya agar mengerjakan sebagian tugas-tugas manajer tersebut, dan pada wak[1]tu yang bersamaan memberikan kekuasaan kepada bawahan, sehingga bawahan dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik atau dapat mempertanggung jawabkan pekerjaannya.

Pendelegasian wewenang  merupakan proses pembagian kerja, pengelompokkan tugas-tugas seorang manajer sedemikian rupa, sehingga akhirnya manajer hanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat didelegasikan.

Pendelegasian wewenang adalah proses dimana para manajer mengalokasikan wewenang ke bawah kepada orang-orang yang melapor kepadanya.

Dari beberapa pengertian tersebut di atas dapat diketahui adanya tiga unsur dalam pendelegasian wewenang, yaitu :
1   Responsibility ( tugas )
2   Authority (kekuasaan atau wewenang)
3   Accountability (pertanggungjawaban)
Ketiga unsur ini tidak dapat dipisahkan dalam hal pendelegasian wewenang, artinya apabila salah satu unsur tidak ada, maka pendelegasian wewenang tersebut tidak akan berjalan dengan baik.

2. Asas-asas  Pendelegasian Wewenang
a  Asas delegasi atas hasil yang diharapkan
b  Asas penentuan fungsi atau kejelasan tugas
c  Asas rantai berkala
d  Asas tingkat wewenang
e  Asas kesatuan komando
f  Asas kemutlakan tanggung jawab
g  Asas keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab
h  Asas pembagian kerja
i  Asas efisiensi

3.  Delegasi  wewenang perlu dilakukan dalam suatu organisasi/perusahaan oleh karena : (beberapa alasan mengapa pendelegasian wewenang dilakukan)
a  Semakin luasnya perusahaan/pekerjaan dan tidak mungkin lagi dapat dilakukan sendiri oleh manajer.
b  Delegasi merupakan langkah penting untuk mengembangkan bawahan
c  Apabila manajer berhalangan, maka tugasnya dapat didelegasikan kepada orang lain.
d  Delegasi wewenang merupakan kunci organisasi.

Di lain pihak ada juga manager yang tidak mau melakukan delegasi wewenang. Hal ini mempunyia beberapa alasan, yaitu :
1  Delegasi wewenang dapat mengungkapkan kelemahan managerial, prosedur, metode yang kurang tepat.
2  Manajer ingin berkuasa
3  Manajer tidak mau menanggung resiko/kesalahan yang dilakukan oleh bawahan, karena bawahan dapat saja mengambil keputusan yang salah.
4  Manajer takut bahwa bawahan akan melaksanakan tugasnya dengan efektif, sehingga posisinya sendiri terancam.
5  Manajer tidak/kurang mempunyai kepercayaan akan kemampuan bawahan.
6  Adanya kecenderungan pada manusia untuk ingin melaksanakan hal-hal tertentu secara pribadi.

Hambatan-hambatan dalam prosen pendelegasian, tidak semuanya berasal dari pihk manajer, tetapi juga dapat bersumber dari bawahan. Di pihak bawahan juga mempunyai beberapa alasan, sehingga mereka tidak mau menerima delegasi, yaitu :
1  Dengan delegasi, berarti bawahan menerima tambahan pekerjaan/tanggung jawab.
2  Ada perasaan dari bawahan tersebut bahwa mereka akan melaksanakan wewenang barunya dengan salah dan menerima kritik.
3  Bawahan kurang mempunyai kepercayaan diri dan merasa tertekan bila dilimpahkan wewenang pembuatan keputusan yang lebih besar.

4. Syarat-Syarat Delegasi Wewenang
a   Unsur delegasi  (tugas, wewenang dan tanggung jawab)
b   Manajer harus mendeleger kepada orang yang tepat
c   Manajer harus memberi peraturan dan prosedur yang cukup untuk pelaksanaan tugas.
d   Manajer harus memberikan insentif (perangsang) kepada bawahan, baik materil maupum non materil.

Disamping syarat-syarat tersebut diatas, pendelegasian wewenang akan dilakukan oleh seorang manajer bilaman Manajer tersebut mempunyai sikap pribadi sebagai berikut :
a  Harus dapat menerima pendapat orang lain
b  Harus bersedia melepaskan sebahagian wewenagnya kepada bawahan
c  Harus mempercayai orang lain/bawahan
d  Harus dapat melaksanakan pengawasan secara intensif, ketat dan luas.


SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI

Sentralisasi dan desentralisasi dalam manajemen adalah sangat erat kaitannya dengan pendelegasian wewenang, Namun perlu diketahui bahwa Sentralisasi dan Desentralisasi dalam manajemen tidak dapat dilakukan secara mutla.

Sentralisasi adalah sebahagian besar wewenang/kekuasaan masih tetap dipegang oleh top manajemen, hanya sebahagian kecil saja yang disebar luaskan kepasa seluruh struktur organisasi, sedangkan

Desentralisasi adalah sebahagian besar  wewenang telah disebarluaskan kepada seluruh struktur organisasi (kepada unit-unit yang ada) untuk dilaksanakan, dan hanya sebahagian kecil wewenang yang masih dipegang oleh manajer.

Tugas-tugas yang dapat didelegasikan, dapat ditinjau dari :
1.      Dari sudut proses (fungsi manajemen) :
a  Perencanaan dan pelaksanaan, sebahagian besar dapat didelegasikan kepada orang lain.
b  Pengawasan, sebahagian kecil saja yang dapat didelegasikan.
2.      Dari sudut bidang-bidang :
a  Bidang  Personalia dan Keuangan, sebaiknya tidak didelegasikan atau dengan kata lain harus disentralisasi.
b  Sedangkan bidang-bidang Produksi dan Pemasaran sebahagian besar dapat didelegasikan.

Yosh demikian tadi yang dapat saya share kali ini , terima kasih sudah menyimak semoga bermanfaat untuk kehidupan anda selanjutnya ,   sampai jumpa lagi ;-)

Thursday, 21 April 2016

USAHA KECIL DAN KEWIRAUSAHAAN

Selamat Pagi semua , apa kabarmu hari ini ?  pada kesempatan pagi ini saya akan membagikan lagi sedikit ilmu yaitu tentang Usaha kecil dan Kewirausahaan . Pembahasan mengenai Usaha kecil tidak lepas dari pemahaman tentang lingkungan  dan sistem perusahaan berskala kecil serta pengusahanya . Berbagai kegiatan yang dilakukan Usaha kecil dan hambatan-hambatan yang dijumpai dalam dunia usaha tercakup dalam suatu istilah yang disebut Entrepreneurship atau Kewirausahaan . Peran sang entrepreneurship atau wirausahanya sangat mendominasi perilaku bisnis dan sangat menentukan arah masa depan bagi suatu usaha kecil . oke langsung saja kita simak saja berikut ini :


berikut yang termasuk dalam kategory usaha kecil :
1.Usaha perdagangan :
keagenan,Ekspor/Impor,Pengecer , dan lain-lain dengan Modal Aktif Perusahaan (MAP) tidak melebihi Rp. 150.000.000/tahun dan Capital Turn-Over (CTO) atau perputaran modal tidak melebihi Rp. 600.000.

2.Usaha Pertanian:
Pertanian pangan maupun Perkebunan , Perikanan Darat/Laut , Peternakan dan Usaha lain yang termasuk lingkup pengawasan Departemen Pertanian . Ketentuan Batas pada point nomor 1

3.Usaha Industri 
Industri Logam/Kimia , Makanan / Minuman , Pertambangan bahan-galian , serta aneka Industri kecil Lainnya , Dengan batas MAP = Rp. 250.000.000 serta batas CTO = Rp. 1.000.000.000

4.Usaha Jasa
Menjual tenaga/pelayanan bagi Pihak Ketiga ,konsultan ,Perencana , Perbengkelan , Transportasi serta restoran dan lainnya dengan batas MAP dan CTO seperti point nomor 1 .

5.Usaha Jasa Konstruksi
Kontraktor bangunan ,Jalan , Kelistrikan , Jembatan , Pengairan dan usaha - usaha lain yang berkaitan dengan teknis Konstruksi Bangunan , dengan batas MAP dan CTO seperti point nomor 3.

Pada masing-masing jenis Usaha dari point nomor 1 sampai nomor 5 diatas , batas jumlah tenaga kerja perusahaan tidak lebih dari 300 orang . Berbeda dengan di Amerika , kriteria lebih seragam dan untuk semua jenis usaha dengan batasan: 
1. Modal dan assets tidak melebihi US$3.000.000
2.Tenaga kerja tidak melebihi 100 orang .

*  BENTUK DAN JENIS USAHA KECIL
Berbagai usaha kecil yang terdapat di Indonesia dapat digolongkan menurut bentuk-bentuk , jenis serta kegiatan yang dilakukannya . Penggolongan menurut bentuk berdasarkan pada pola kepemimpinan dan pertanggungjawabannya . Penggolongan menurut jenis berdasarkan pada jenis produk produk atau jasa yang dihasilkan serta aktivitas yang dilakukannya . Disamping penggolongan berdasarkan kategori diatas , pada hakikatnya usaha kecil yang ada secara umum dikelompokkan ke dalam 3 ( tiga ) golongan khusus yang meliputi :
1. Industri Kecil
Misal : Industri cor logam,Industri kerajinan rakyat,Konveksi dan berbagai industri lainnya .
2.Perusahaan Berskala Kecil
Misal : Toko Kerajinan,Penyalur,Koperasi,Waserba, toko bunga ,jasa profesi,Restoran dan lainnya.
3.Sektor Informal
Misal: Kios kaki lima , Agen barang bekas dan lainnya.

* BENTUK
Berdasarkan Bentuk Usahanya , maka perusahaan kecil yang terdapat di Indonesia  dapat digolongkan ke dalam 2 bentuk :
1.Usaha Perseorangan
2.Usaha Persekutuan/Partnership

Usaha perseorangan bertanggung jawab kepada pihak ketiga atau pihak lain (dalam hal ini konsumen) dengan dukungan harta kekayaan perusahaan yang merupakan milik pribadi dari pengusaha yang bersangkutan . Di Indonesia jumlahnya cukup besar dan skala usahanya relatif kecil . Pada umumnya lebih mudah untuk didirikan , karena tidak memerlukan persyaratan yang rumit dan bertahap seperti bentuk-bentuk usaha lainnya . 

Usaha Persekutuan berusaha mencapai tujuan-tujuan perusahaan dalam memperoleh laba . Merupakan bentuk kerjasama dari beberapa orang yang bertanggung jawab secara pribadi terhadap kewajiban- kewajiban usaha persekutuannya . Bentuk pertanggungjawaban dan pola kepemimpinannya berbeda-beda menurut bentuk-bentuk persekutuan yang dibentuk .

* JENIS
Jenis usaha kecil dikategorikan berdasarkan jenis produk atau jasa yang dihasilkan maupun aktivitas yang dilakukan oleh suatu usaha kecil , serta mengacu pada kriteria usaha kecil yang telah dikenal pada point diatas . Berbagai ragam dan jenis usaha kecil yang dikenal meliputi :
a. Usaha Perdagangan
Keagenan: Agen koran dan majalah , sepatu, pakaian dan lain-lain.
Pengecer : Minyak , kebutuhan sehari-hari , buah-buahan dan lain-lain.
Ekspor/Impor : Berbagai produk lokal dan Internasional .
Sektor Formal :  Pengumpulan barang bekas , kaki lima , dan lain-lain.

b. Usaha Pertanian
Pertanian pangan maupun perkebunan : Bibit dan peralatan pertanian,buah-buahan dan lain-lain.
Perikanan Darat/Laut : Tambak Udang , pembuatan krupuk ikan dan produk lain dari hasil perikanan darat dan laut .
Peternakan dan Usaha lain yang termasuk lingkup pengawasan Departemen Pertanian: Produsen Telur ayam,susu sapi, dan lain-lain produksi hasil peternakan.

c. Usaha Industri
Industri Logam atau Kimia : Perajin Logam ,perajin kulit , keramik,fiberglass, marmer dan lain-lain.
Makanan atau Minuman : Produsen makanan tradisional , minuman ringan,catering dan lain-lain.
Konveksi: Produsen garment,batik, tenun-ikat, dan lain-lain.

d.Usaha Jasa
KOnsultan : Konsultan hukum , pajak, manajemen dan lain-lain.
Perencana : Perencana teknis ,perencana sistem , dan lain-lain.
Perbengkelan : Bengkel Mobil , elektronik ,jam ,dan lain-lain.
Restoran : Rumah makan , coffe-shop , cafetaria , dan lain-lain.

e. Usaha jasa Konstruksi
Kontraktor bangunan , Jalan , Kelistrikan , Jembatan , Pengairan dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan Teknis KOnstruksi Bangunan.

* Keunggulan dan Kelemahan Usaha Kecil
Pemerintah melalui Departemen Perindsutrian,Departemen Tenaga kerja , Departemen Perdagangan serta pihak Perbankan telah melakukan upaya yang semaksimal mungkin dalam membantu pengusaha kecil,industri kecil maupun sektor informal. Melalui strategi pengembangan industri kecil.

-Keunggulan Usaha Kecil
Pada kenyataannya usaha kecil mampu tetap bertahan dan mengantisipasi kelesuan perekonomian yang diakibatkan inflasi maupun berbagai faktor penyebab lainnya . Tanpa subsidi dan proteksi , Industri kecil di Indonesia mampu menambah nilai devisa bagi negara . sedangkan sektor informal mampu berperan sebagai buffer (peyangga) dalam perekonomian masyarakat lapisan bawah. Secara umum perusahaan skala kecil baik perorangan maupun kerjasama memiliki keunggulan dan daya tarik seperti :

1. Pemilik merangkap Manajer Perusahaan yang bekerja sendiri dan memiliki gaya manajemen sendiri ( merangkap semua fungsi manajerial marketing,finance dan administrasi.

2. Perusahaan Keluarga,dimana pengelolanya mungkin tidak memiliki keahlian Manajerial yang handal.

3. Sebagian besar membuat lapangan perkerjaan baru , inovasi,sumber daya baru serta barang dan jasa-jasa baru.

4. Risiko usaha menjadi beban pemilik.

5. Pertumbuhan yang lambat,tidak teratur , terkadang cepat dan prematur (prematur high-growth).

6. Fleksibel terhadap bentuk fluktuasi Jangka Pendek , namun tidak memiliki Rencana Jangka Panjang (Corporate-Plan).

7. Independen dalam penentuan harga produksi atas barang atau jasa-jasanya .

8. Prosedur hukumnya sederhana.

9. Pajak relatif ringan , karena yang dikenakan pajak adalah pribadi/pengusaha , bukan perusahaannya.

10. Kontak-kontak dengan pihak luar bersifat pribadi .

11. Mudah dalam proses pendiriannya.

12. Mudah dibubarkan setiap saat jika dikehendaki.

13. Pemilik mengelola secara mandiri dan bebas waktu.

14. Pemilik menerima seluruh laba.

15. Umumnya mempunyai kecenderungan.

16. Merupakan type usaha yang paling cocok untuk mengelola produk,jasa atau proyek perintisan , yang sama sekali baru atau belum pernah ada yang mencobanya ,sehingga memiliki sedikit pesaing.

17. Terbukanya peluang dengan adanya berbagai kemudahan dalam peraturan dan kebijakan pemerintah yang mendukung berkembangnya usaha kecil di Indonesia .

18. Diversikasi usaha terbuka luas sepanjang waktu dan pasar konsumen senantiasa tergali melalui kreativitas pengelola.

19. Relatif tidak membutuhkan investasi yang terlalu besar,tenaga kerja yang tidak berpendidikan tinggi , serta sarana produksi lainnya yang tidak terlalu mahal.

20. Meskipun tidak terlihat nyata, masing-masing usaha kecil dengan usaha kecil yang lain saling ketergantungan secara moril dan semangat berusaha

Disamping keunggulan secara umum seperti diatas , usaha kecil memiliki arti strategis secara khusus bagi  suatu perekonomian , diantaranya :

1. Dalam banyak pengerjaan produk tertentu , perusahaan besar banyak bergantung kepada perusahaan - perusahaan kecil ,karena jika dikerjakan sendiri  oleh mereka ( perusahaan besar ) maka margin-nya menjadi tidak ekonomis.

2. Merupakan pemerataan konsentrasi dari kekuatan - kekuatan ekonomi dalam masyarakat .

* Hambatan dalam Pengelolaan Usaha Kecil\

Berbagai kendala yang menyebabkan kelemahan  serta hambatan bagi pengelolaan suatu usaha kecil diantaranya masih menyangkut faktor intern  dari usaha kecil itu sendiri serta beberapa faktor ekstern seperti :

1. Umumnya penglola small-business merasa tidak memerlukan ataupun tidak pernah melakukan studi kelayakan , Penelitian pasar , Analisis Perputaran Uang tunai / kas , serta berbagai penelitian lain yang diperlukan suatu aktivitas bisnis.

2. Tidak memiliki perencanaan sistem jangka panjang , Sistem akuntansi yang memadai ,Anggaran kebutuhan modal , Struktur organisasi dan Pendelegasian Wewenang , serta alat-alat kegiatan managerial lainnya ( perencanaan , pelaksanaan serta pengendalian usaha ) yang umumnya diperlukan oleh suatu perusahaan bisnis yang profit-oriented.

3. Kekurangan informasi bisnis ,hanya mengacu pada intuisi dan ambisi pengelola , lemah dalam promosi

4. Kurangnya petunjuk pelaksanaan teknis operasional kegiatan dan pengawasan mutu hasil kerja dan produk , serta sering tidak konsisten dengan ketentuan order / pesanan , yang mengakibatkan klaim atau produk yang ditolak.

5. Tingginya Labour Turn-Over (PHK)

6. Terlalu banyak biaya-biaya yang diluar pengendalian serta utang yang tidak bermanfaat , juga tidak dipatuhinya ketentuan-ketentuan pembukuan standar.

7. Pembagian kerja tidak proporsional , sering terjadi pengelola memiliki pekerjaan yang melimpah atau karyawan yang bekerja di luar batas jam kerja standar .

8. Kesulitan modal kerja atau tidak mengetahui secara tepat berapa kebutuhan modal kerja , sebagai akibat tidak adanya perencanaan kas .

9. Persediaan yang terlalu banyak , khususnya jenis barang-barang yang salah ( kurang laku )

10. Lain - lain yang menyangkut mist-manajemen dan ketidakpedulian pengelola terhadap prinsip-prinsip manajerial .

11. Risiko dan utang - utang kepada pihak ketiga ditanggung oleh kekayaan pribadi pemilik .

12. Perkembangan usaha tergantung pada pengusaha yang setiap waktu dapat berhalangan karena sakit atau meninggal.

13. Sumber modal terbatas pada kemampuan pemilik .

14. Perencanaan dan program pengendalian tidak ada atau belum pernah merumuskannya.

Meskipun demikian , pemerintah tetap mendorong agar industri / usaha kecil mampu lebih berkembang dan mandiri dengan melaksanakan berbagai program pengembangan usaha kecil yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak-pihak atau lembaga swadaya masyarakat , diantaranya :
a. Program Peningkatan Kemampuan Usaha.
b. Program Pengembangan Industri Kecil untuk menunjang Ekspor.
c. Program Pengembangan Keterkaitan Sistem Bapak Angkat dengan Mitra Usahanya.
d. Program Pengembangan Wiraswasta dan tenaga Protesi.
e. Program Penelitian dan Pengembangan Industri Kecil.
f. Program Penciptaan / Pengaturan Iklim dan kerjasama.
g. Program Pengembangan Usaha Kecil dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta.
h. Seminar dan Pameran produk-produk Industri Kecil Tingkat Nasional maupun Internasional.

* Wirausaha dan Kewirausahaan

Hubungan antara Kewirausahaan dengan Wirausaha adalah sangat erat. Kewirausahaan merupakan segala sesuatu hal yang menyangkut teknik , metode , sistem serta berbagai strategi bisnis yang umum yang dapat dipelajari tentang sukses atau mundurnya seorang wirausaha .
Analisa yang berhubungan dengan wirausaha dapat pula mengenai watak , perilaku ,sikap , perkembangan kepribadian , sejarah kelompook , maupun minat , motivasi dan ambisi seorang wirausaha dalam mencapai kesuksesannya .
A. Wirausaha
Wirausaha bukanlah sekedar pengusaha , melainkan pengusaha yang sukses karena memiliki ciri-ciri serta kemampuan tertentu untuk menciptakan sesuatu yang baru . Berbagai definisi yang menjelaskan tentang peranan seorang wirausaha telah ditugaskan oleh para ilmuan maupun pengamat ekonomi beberapa waktu lalu , mereka menjelaskan bahwa seorang wirausaha adalah :
1. Orang yang memutuskan untuk mengambil alih risiko ( take a risk ) dalam memperkenalkan produk atau jasa-jasa baru ( service , metode produksi , produk , peluang pasar, sumber-sumber) serta menciptakan teknologi baru untuk memajukan perekonomian dan mencapai tujuan - tujuannya .

2. Orang yang mengorganisir , mengelola , serta menanggung risiko atas keputusan bisnisnya tersebut.

3. Orang yang imajinatif , yang ditandai oleh kemampuannya dalam menetapkan sasaran serta dapat mencapai sasaran-sasaran itu . Juga memiliki kesadaran tinggi untuk menemukan peluang-peluang , membuat keputusan dengan menerapkan inovasi yang memiliki risiko moderat.

4. Orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru , menentukan cara produksi baru , menyusun operasi untuk pengadaan produk baru , mengatur permodalan operasinya , serta memasarkannya.

Sehingga anggapan yang timbul dalam persepsi pengamat manajemen dan sosiologi adalah bervariasi , diantaranya :
a. Wirausaha adalah orang yang mampu menjadikan sumber-sumber daya (modal,bahan baku dan tenaga kerja ) kepada suatu kombinasi yang nilainya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dengan berbagai inovasi dan pembaharuan.

b. Wirausaha adalah orang yang menciptakan kemakmuran bagi dirinya maupun  bagi orang lain . yang menemukan cara-cara atau teknik yang lebih baik dalam pemanfaatan sumber daya , memperkecil pemborosan , serta menghasilkan produk atau jasa dalam upayanya memuaskan kebutuhan orang lain.

c. Wirausaha merupakan orang yang sulit dikenali maupun dikendalikan , namun memiliki kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang efektif.

d. Wirausaha didorong oleh kekuatan-kekuatan tertentu yakni kebutuhan untuk berprestasi , bereksperimen , serta mampu untuk merealisasikan keinginan dan kebutuhannya tersebut,juga mampu mempengaruhi orang lain agar mendukung tujuannya.

e. Bagi pengusaha lain , kehadiran wirausaha akan dianggap sebagai adanya suatu ancaman terhadap bisnisnya , pesaing yang agresif , sekaligus dapat dijadikan mitra baru , pelanggan baru , agen baru maupun sebagai investor baru.

Bervariasinya anggapan yang timbul tersebut mencerminkan bahwa wawasan lingkungan yang harus dikuasai dan dimiliki oleh seorang wirausaha adalah merupakan hutan liar yang penuh dengan berbagai kemungkinan hidup dan mati bagi yang memasukinya . Konteks ini mengharuskan bahwa seorang wirausaha paling tidak harus memiliki karakter yang lain dari yang dimiliki oleh manusia biasa pada umumnya.

Berdasarkan hal diatas , karakteristik sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha diantaranya :
1. Memiliki tanggung jawab pribadi .
2. Dinamis dan mampu memimpin.
3. Mempunyai sikap optimis atas suatu peluang.
4. Mampu mengantisipasi risiko .
5. Ulet dan gigih, bertekad penuh.
6. Enerjik dan cerdas.
7. Mampu melihat peluang.
8. Kebutuhan untuk berprestasi.
9. Kreatif dan inovatif.
10. Mampu mempengaruhi orang lain.
11. Tidak tergantung pada orang lain.
12. Berinisiatif untuk maju.
13. Bersikap positif terhadap setiap perubahan.
14. Terbuka atas saran dan kritik yang membangun.
15. Cepat dan tangkas dalam menangkap suatu pengertian.

Berbagai sikap dan karakteristik sifat di atas mungkin cukup banyak untuk dimiliki dan dipraktikkan satu persatu , oleh karenanya perlu pemahaman yang praktis tentang kemampuan seorang wirausaha . Dengan melakukan interpolasi dan sedikit modifikasi, tim asisten konsultan pengusaha kecil dari SBDP ( Small Business Development Project) suatu lembaga penelitian pengusaha kecil dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada , dalam suatu diskusi rutinnya bersama Koordinator SBDP merumuskan kembali karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha , diantaranya :
1. Berwawasan jangka panjang dan berperencanaan.
2. Mengutamakan kepentingan umum.
3. Mempraktikkan profesionalisme .
4. Memenuhi janji dengan tepat.
5. Memenuhi takaran , ketepatan , kebenaran, kualitas.
6. Hemat , tidak kikir , tidak boros.
7. Disiplin.
8. Dinamis ( untuk pribadi ), tumbuh atau berkembang untuk kelompok atau golongan .
9. Memuliakan prestasi atau produktivitas.
10. Ulet , sabar dan tekun .

B. Kewirausahaan

Dengan keterampilan dan strateginya , seorang wirausaha mampu menciptakan suatu peluang , mengantisipasinya serta mengupayakan kesuksesan bagi diri , perusahaannya, maupun orang lain . Segala sesuatu tentang kesuksesan wirausaha yang berhubungan dengan usahanya tersebut dapat dipelajari , dilatih dan dikenal selama ini sebagai kewirausahaan . Secara garis besar , kewirausahaan meliputi 3 komponen utama dari seorang wirausaha , yakni :
1. Kepribadian
2. Motivasi dan Kemampuan
3. Fasilitas dan Pertumbuhan

Masing-masing point diatas dapat diuraikan menjadi lebih kompleks sebagaimana tercantum dibawah ini :

1. Kepribadian dipengaruhi oleh :
- Sikap dan tingkah laku
- Latar Belakang pendidikan
- Kondisi Lingkungan
- Bakat dan Bawaan
- Iman seseorang
- Ditambah faktor-faktor lainnya.

2. Motivasi dipengaruhi oleh :
- Tingkat pendidikan
- Tingkat kemampuan ekonomi
- Gaya hidup dan nilai - nilai yang dianut
- Tekanan dari pihak - pihak eksternal
- Persepsi individu
- Dan faktor lain

3. Fasilitas dan Pertumbuhan ditunjang oleh :
- Tingkat kemajuan kehidupan
- Trend kebutuhan yang ada
- Peluang dan keterbatasan sumber
- Kepercayaan pihak eksternal
- Subsidi pemerintah
- faktor lain-lain

Sejak dikenal pertama kali , kewirausahaan telah berjasa banyak bagi perekonomian dan kualitas hidup umat manusia . Kewirausahaan telah menciptakan produk dan jasa baru , lapangan kerja baru , jalur distribusi baru , aspek-aspek manfaat  sosial baru , mobilisasi dan inovasi atas produktivitas masyarakat , serta metode-metode baru dalam teknologi berproduksi.

Kewirausahaan dapat pula diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan dan sistem seperti : pendidikan , militer , politik , budaya , administrasi , selain dalam bisnis. Tujuan yang hendak dicapai ialah penciptaan sesuatu yang lebih baik  , lebih efisien , lebih taktis dan segala yang lebih dari yang telah ada .

Sebagai suatu ilmu yang dapat dipelajari , Karl H. Vesper dalam bukunya Small Business and Entrepreneurship membagi-bagi subyek dari kewirausahaan menjadi 11 bidang penelitian yang meliputi :

1. Economic of  Entrepreneurship.
Meneliti dampak-dampak ekonomi dari kegiatan - kegiatan yang dilakukan oleh wirausaha.

2. Psychology  of Entrepreneurship.
Mempelajari kesuksesan wirausaha dengan meneliti sikap , motivasi , kepribadian , daya intelektual , dan sebagainya .

3. Sociology of Entrepreneurship.
Meneliti bagian wirausaha mencapai sukses sebagai akibat pengaruh dari aspek-aspek sosial dan budaya masyarakatnya serta peran agama tertentu.

4. Small Business Management
Mempelajari dan meneliti manajemen  pengusaha kecil.

5. Fostering Entrepreneurship.
Meneliti peran-peran dari berbagai pihak yang mendorong keberhasilan wirausaha , termasuk peran pemerintah.

6. New Venture Entry
Meneliti kemungkinan peluang bagi pengusaha kecil untuk masuk ke dalam bisnis yang berskala lebih besar.

7. Tycon History
Mempelajari kesuksesan wirausaha tingkat internasional yang pernah ada ( misal: Henry ford, Matsushita,Nitisemito,Probosutejo, Pardede dan lainnya.)

8. Minority Enterprise
Mempelajari kesuksesan-kesuksesan bisnis wirausaha dari kelompok minoritas yang umumnya mampu untuk survive.

9. Independent Venture
Meneliti kemandirian usaha dari wirausaha.

10. Corporate Venture
Meneliti wirausaha - wirausaha dan aspek kewirausahaan yang terdapat di dalam perseroan bisnis.

11. Female Entrepreneurship.
Meneliti keberadaan wirausaha wanita yang sukses dan aspek-aspek yang mendukung profesionalisme mereka .

Bagaimana apakah anda sudah paham , mohon maaf apabila ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak, silahkan koment agar kita dapat berbagi ilmu ya kawan . Demikianlah gambaran sekilas tentang Usaha kecil dan kewirausahaan  di Indonesia , semoga bermanfaat dan dapat memajukan perekonomian , terima kasih sampai jumpa lagi *- )