Sunday, 29 May 2016

SEGMENTASI PASAR

Hallo Selamat malam saudara -saudara sekalian , berjumpa kembali , nah yang saya posting masih berhubungan dengan ilmu ekonomi tentunya yaitu tentang Pasar .


Pengertian tentang pasar sering membinngungkan karena istilah pasar mempunyai berbagai macam arti. Orang dapat mengatakan tentang pasar modal, pasar burung, pasar sepeda, pasar mobil bekas, pasar pemerintah, dan seterusnya. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan pasar? Penggunaan istilah “PASAR” dapat di terapkan dalam teori ekonomi, dalam dunia usaha pada umumnya, dan dalam bidang pemasaran khususnya. Oleh karena itu kita akan mengenal definisi tentang pasar.
Definisi yang pertama menyatakan bahwa :
Pasar adalah tempat di mana pembeli dan penjual bertemu dan berfungsi, barang atau jasa tersedia untuk dijual, dan terjadi perpindahan hak milik.
sedangkan definisi yang kedua menyatakan bahwa :
pasar adalah jumalh seluruh permintaan barang atau jasa oleh pembeli – pembeli potensia.

                Dalam definisi tertentu yang pertama terdapat suatu keadaan dan kekuatan tertentu yang dapat menentukan harga, yaitu bertemunya pembeli dan penjual dengan fungsi yang mereka lakukan masing-masing. Istilah “pasar “ pada definisi yang kedua sering ditukarkan dengan istilah “permintaan”, bahkan sering pula dipakai secara bersama – sama sebagai permintaan pasar (maker demand).

                Kedua definisi tersebut masih dianggap sebagai definisi yang sempit dan kurang memadai. Oleh karena itu kita akan menggunakan definisi pasar yang lebih luas (dikemukakan oleh William J. Stanton) berikut ini

                Jadi dalam permintaan pasar untuk beberapa baran atau jasa terdapat tiga faktor yg perlu di perhatikan. Ketiga faktor tersebut adalah :
·         Orang dengan segal keinginannya
·         Daya beli mereka
·         Tingkahlaku dalam pembeliana mereka

Pada waktu orang memproduksi sebuah barang (barang ekonomi), mengembangkan jasa baru, atau mempunyai pendapat baru untuk mengatasi masalah – masalah sosial, mereka mulaimencari oarang yg bersedia menggunakan kreasi mreka. Jadi, mereka mempunyai potensi untuk memuaskan oarang lain dengan sesuatu yg mereka miliki. Sebaliknya, pada waktu seseorang mempunyai keinginan untuk puas, ia mulai berusaha mencari orang lai yg bersedia memuaskannya. Jadi, ia mempunyai potensi untuk mengguakan hasil dari usaha orang lain.

        Sesuai dengan definisi yg ketiga tentang pasar, maka yg dapat dimaksikan sebagai pasa adalah pihak kedua (orang yg menggunakan hasil dr usaha oarang lain ). Namun perlu di ingat pula bahwa pihak pertama (oramg yg mempunyai kreasi/sesuatu untuk digunakan orang lain) juga dapat dimaksukan sebagai pasar. Ini disebabkan karena mereka dapat bertindak sebagai pihak keduanpada kesempatan lain. Jadi, selain menawarkan sesuatu, mereka juga menginginkan sesuatu.


MEMILIH PASAR YANG DITUJU (TARGET MARKET)

        Untuk memilih pasar yg dituju (target market) perusahhan dapat menempuh tga macam strategi, yakni : (1) undiffirentiated marketing, (2) differentiated marketing, dan (3) concentrated marketing.

1.       UNDIFFERENTIATED MARKETING
Dalam strategi ini, perusahaan mencoba untuk mengembangkan produk tunggal yg dapat memnuhi keinginan semua atau bannyak orang. Jadi, satu macam produk di pasarkan kepada semua orang, tidak hanya satu atau beberapa kelompok saja. Karena pasar yg dituju bersiafat massal, maka teknik pemasarannya pun juga bersifat massal, misalnya menggunakan periklanan massal. Strategi semacam ini tidak banyak d pakai oleh perusahaan.

2.       DIFFERENTIATED MARKETING
Strategi ini banyak di pakai oleh perusahhan. Disini, perusahaan mencoba untuk mengidentifikasi kelompok – kelompok pembeli tertentu (segmen pasar) dengan membagi pasar ke dalam dua kelompok atau lebih. Pada sekelompok pembeli dapat di tawarkan ajenis produk yg berbeda dengan kelompok lain. Sehingga satu perusahhan dapat menjual beberapa macam produk. Jadi, dalam strategi ini perusahhan berusaha untuk :

·         Memilih sub grup/kelompok – kelompok yg akan dilayaninya.
·         Merencanakan produk yg dapat memberikan kepuasan kepada kelompok – kelompok tersebut.

3.       CONCENTRATED MARKETING
Di sini, perusahaan hanya memusatkan usaha pemasaranya pada satu atau beberapa kelompok pembeli saja. Biasanya, strateegi ini di tempuh oleh perusahaan yg tidak berhasil melayani banyak pembeli, sehingga usaha pemasaranya hanya di pusatkan pada kelompok pembeli yg paling menguntungkan. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan produk lebih ideal bagi kelompok tersebut.

JENIS – JENIS PASAR
                Berdasarkan motif pembelian dari pembeli untuk membeli suatu produk, pasar dapat di golongkan kedalam lima golongan, yakni :
·         Pasar konsumen
·         Pasar produsen / pasar industri
·         Pasar penjual / pasar pedagang
·         Pasar pemerintah
·         Pasar internasional

Untuk mengetahui perbedaan yang jelas dari masing – masing jenis pasar tersebut, kitaakan membahas dengan berpedoman pada empatnpertanyaan berikut ini :
a)      Apa yg di beli ? (object)
b)      Mengapa membeli ? (objective)
c)       Siapa yg membeli ? (organization)
d)      Bagaimana membelinya ? (operation)

Perlu di ingat bahwa masing – masing jenis pasar tersebut terdiri atas orang – orang (diliat definisi pasar di muka!) baik bertindak atas nama pribadi maupun atas nama lembaga / organisasi , dan mereka ini adalah anggota masyarakat yg mempunyai kebutuhan, hak serta kewajiban yg sama. Oleh karena itu dapat terjadinbahwa sesorang yg berada di dalam pasar pemerintah dapat pula bertindak sebagai pasar konsumen, pasar produsen, atau pasar yg lain pada kesempatan yg lain.

1.       PASAR KONSUMEN

Pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang – barang untuk dikonsumsi, bukan di jual atau d proses lebih lanjut. Termasuk dalam pasar konsumen ini adalah pembeli – pembeli individual dan atau pembeli rumah tangga (non bisnis).

·          Apa yg di beli ? Yang dibeli oleh pasar konsumen adalah baraang dan jasa konsumsi. Masalah barang dan jasa ini akan di bahas lebih lanjut pada bagian tiga dan bagian delapan.

·         mengapa membeli ? konsumen membeli produk karena ingin terpenuhi kebutuhannya dan ingin merasakan kepuasan. Sedangkan timbulnya keinginan dan kebutuhan tersebut disebabkan oleh berapa faktor, seperti : perkembangan fisik, belajar, faktor sosial, dan sebagainya.

·         siapa yg membeli ? yang membeli barang konsumsi adalah orang – orang yg termasuk dalam golongan pasar konsumen. Setiap pembelian dapat dilakukan oleh satu atau beberapa orang. Namun sering dijumpai adanya beberapa orang yg terlibat dalam pembelian barang konsumsi. Mereka yg berada dalamsatu kelompok ini disebut unit pengambilan keputusan. Meskipun berada dalam satu kelompok, tetapi mereka dapat melakkan peranan yg berbeda. Dapat pula terjadi bahwa unit pengambilan keputusan ini hanya terdiri atas satu orang. Dengan demikian unit pemngambilan keputusan dapat didefinisikan sebagai :

individu atau grup yg terlibat dalam pengambilan keputusan dimana keputusan tersebut akan membantu mereka dalam mencapai tujuan, dan mereka akan menanggung resiko terhadap keputusan yg di ambilnya.
Adapun pihak – pihak yg terlibat dalam unit pengambilan keputusan ini adalah : (1) initiator , yaitu orang yg pertama kali menyarankan atau mempunyai pendapat  / inisiatif untuk membeli suatu produk : (2) influencer, yaitu orang yg mempengaruhi keputusan akhir dalam pembelian ; (3) decider , yaitu orang yg mengambil keputusan untuk untuk membeli (apa, bagaimana, kapan, dimana membelinya?) ; (4) purchaser , yaitu yg melakukan pembelian ; (5) user, yaitu orang yg menggunakan barang atau jasa yg sudah di beli. Berikut ini diberikan contoh tenteng pembelian suatu barang yg dimana unit pengambilan keputusan dapat di lakukan baik oleh kelompok individu maupun hanya satu individu.
Untuk pembelian susu bubuk bayi, seorang dokter dapat bertindak sebagai initiator, ibu sebagai influencer, ayah (yg mengeluarkan uang) sebagai decider, anak mereka yg sulung sebagai purchaser, dan sebagai usernya dalah si bayi. Untuk pembelian tembakau pipa, seorang ayah dapat bertindak sebagai initiator, influencer, decider, purchaser, dan sekaligur user-nya.

·         Bagaimana membelinya ? pembelian bukanlah hanya satu tindakan saja, tetapi merupan beberapa tindakan yg meliputi keputusan tentang jenis produk, bentuknya, merknya, jumlahnya, penjualnya, dan waktu serta cara pembayarannya. Ini banyak di pengarhi oleh kebiasaan membeli dari para pembeli salah satu kebiasaan membeli ini disebut impuls buying, yaitu pembelian yg dilakukan tanpa direncanakan. Pembelian tanpa direncanakaan ini dapat di bedakan kedalam ; (1) reminder buying, dan (2) sugestion buying.
Reminder buying adalah pembelian tanpa direncanakan yg didasarkan pada ingatan. Sebagai contoh : seseorang mahasiswa yg pergi ke sebuah toko alat – alat tulis untuk membeli kertas folio, melihat bahwa di toko tersebut ada pensil dan isi bolpoin. Dengan melihat pensil dan isi bolpoin , ia teringat bahwa kedua macam barang tersebut juga sedang di butuhkan karena persedian di rumah telah habis. Kemudian ia membelinya. Pembelian seperti ini di sebut reminder buying.
Sugestion buyingadalah pembeli tanpa di rencanakan yg didasarkan pada suatu saran dari orang lain. Sebagai contoh : seseorang yg membeli bahan pakaian di sebuah toko tekstil karena ia tertarik pada sebuahspanduk yg dipasang di teras toko. Spanduk tersebut menyatakan bahwa semua orang di minta untuk mengunjungi toko dan membeli kain yg di tawarkannya, karena merupakan kesempatan baik untuk mendapatkan potongan antara 10% sampai 40%.
Tentang dimana orang melakukan pembelian, perusahaan harus dapat membedakan antara di mana pembelian di lakukan dan di mana rencana serta keputusan untuk membeli di buat. Pada umumnya, untuk barang – barang yg berharga mahal, keputusan pembeliannya dibuat dirumah (seperti mobil, televisi, dan sebagainya). Sedangkan untuk barang – barang yg tidak begitu mahal, atau barang – barang yg kurang begitu penting, keputusan pembelianna dilakukan di tempat penjualan. Apabila keputusan untuk membeli dibuat di rumah, maka usaha promosinya dapat dilakukan dengan mengadakan periklanan di surat – surat kabar, radio, televisi, atau cara promosi lain yg dapat mencapai calon pembeli di rumah. Dalam hal pembelian yang keputusanya dibuat di tempat penjualan, usaha promosinya dapat dilakukan dengan memberikan bungkus yg menari, penyusunan etalase yg menarik, dan sebagainya.

                Pasar produsen, juga d sebut pasar industri atau pasar bisnis, adalah suatu pasar yg terdiri dari atas individu – ndividu dan lembaga atau organisasi yg membeli barang – barang untuk di proses lagi sampai menjadi produk akhir yg kemudian di jual. Penting dan kompleknya pasar produsen ini dapat diliat dari beberapa kejadiandalam memproduksi dan memasarkan suatu barang. Telah kita ketahui dari bab di muka bahwa pemasaran industril merupakan salah satu aspek yg penting dalam sistem pemasaran total. Untuk memperoleh gambaran yg lebih jelas tentang pasat produsen, erikut ini di berikan beberapa contoh pembeli bisnis atau industri :
*  Pertanian, kehutanan, dan perikanan
*  Perbankan, keuangan, dan asuransi
*  Komunikasi
*  Kontruksi
*  Pengolahan
*  Pertambangan
*  Pelayanan umum (public utility)
*  Jasa
*  Pengangkutan.

#  apa yang dibeli ? yang di beli oleh pasar produsen adalah barang dan jasa industri. Masalah barang dan jasa industri ini akan di bahas lebih lanjut pada bagian tiga dan delapan.

#  Mengapa membeli ? pembeli industri membeli barang dan jasa untuk di proses lagi atau untuk membantu/ memperlancar usahanya dengan tujuan dapat memperoleh laba dari penjualan hasil produksinya. Pada umumnya, permintaan barang industri bersifat derived, artinyya diturunkan oleh barang industri lain atau barang konsumsi yg di hasilakn dari barang industri tersebut. Misalnya : permintaan produk – produk konsumen seperti mobil akan menciptakan permintaan untuk barang dan jasa industri seperti battery/accu, kaca, busi, plastic untuk jok, mesin, ban dan sebagainya. Jadi, permintaan komponen – komponen seperti itu di tentukan oleh permintaan mobil. Sedangkan permintaan akanbattery / accu dapat menciptakan permintaan untuk air accu.
Permintaan barang – barang industri ini secara relatif bersifat inelastis, artinya perubahan harga sedikit saja menyebabkan permintaan yang lebih besar. Ini di sebabkan karena biasanya sebuah barang industri dibuat dari beberapa komponen, atau dibuat untuk membuat produk lain. Sehingga perubahan harga merupakan masalah yang peka. Pada umumnya, sebagian besar dari motif pembelian barang industri adalah bersifat rasional, terutama untukbarang industri yang memerlkan volume rupiah dalam jumlah besar. Ini di pengaruhi oleh faktor keinginan untuk memperoleh laba dari pembeli industri tersebut. Selain itu, juga di pengaruhi oleh faktor keinginan untuk memdapatkan kombinasi yang optimal tentang harga, kualitas, danservis dari produk yang dibelinya.

#  Siapa yang membeli ? untuk mengetahuai pembeli – pembeli dalam pasar industri, dapat ditinjau pada golongan – golongan yang memainkan peranan pembelian seperti didalam pasar konsumen (unit pengambil keputusan). Pada perusahaan yang lebih besar , dalam struktur organisasinya terdapat bagian pembelian khusus menangani segala macam pembelian. Dalam Bagian Pembelian itu sendiriterdapat beberapa karyawan dengan fungsinya masing – masing. Biasanya pengambilan keputusan dilakukan oleh Kepala Bagian Pembelian (sebagai Decider). Dapat pula pengambilan keputusan untuk membeli tersebut melibatkan pimpinan (top manager), terutama untuk pembelian barang-barang yang memerlukan jumlah rupiah besar. Keadaan ini biasa terjafi pada perusahaan-perusahaan kecil atau perusahaan perseorangan karena sgala sesuatunya ditangani sendiri oleh pimpinan.

#  Bagaimana membelinya ? persaingan dan komplexnya pemasaran industri dapat mendorong perusahaan untuk memusatkan perhatiaannya pada proses pembelian secara keseluruhan, danberusaha mempertemukan keinginan pembeli dan penjual. Bebrapa situasi dan tahap-tahap operasi dalam pembelian industri ditunjukan dengan sebuah kerangka / bagan.
Model tersebut mengambarkan dua aspek dalam proses pembelian industri, yaitu : (1) situasi pembelian, dan (2) tahap – tahap proses pembelian.
Dalam situasi pembelian terdapat tiga macam situasi, yaitu : (a) tugas baru, artinya pembeli baru pertamakali akan membeli ; (b) pembelian ulang, artinay pembeli sudah pernah melakukan pembelian barang yang sama. Dan akan membeli lafiuntuk kedua kalinya atau ketiga kalinya ; (c) pembelian terus menerus, artinya, pembeli sudah berkali-kali melakukan pembelian barang yang sama. Secara relatif, situasi pembelian yang pertama (tugas baru) merupakan situasi yang paling sulit dan komplex dibandingkan dengan yang lain. Dalam hal ini, pembeli memerlukan lebih banyak informasi karena beru pertamakali membeli. Apabila informasi yang diperlukan diperoleh langsung pada penjual, maka akan mudah bagi penjual untuk mempengaruhinya.
Pada situasi ketiga (pembelian terus menerus), pembeli tidak memerlukan banyak informasi, dan pengambilan keputusannya juga lebih mudah karena sudah merupan tugas yang rutin. Sedangkan pembelian ulang (situasi kedua) berada di antara situasi pertama dan ketiga dalam hal waktu yang di butuhkan untuk mengambil keputusan, informasi yang di perlkan, berbagai alternatif yang harus dipertimbangkan, dan sebagainya. Aspek lain dari kerangka proses pembelian adalah berupa tahap – tahap yang harus di lakukan oleh pembeli industri dalam pembeliannya. Tahap tersebut di mulai dengan mengetahui suatu masalah dan berakhir dengan penilaian hasil pembelianya.

3         . PASAR PENJUAL
Pasar penjual adalah suatu pasar yang terdiri atas individu – invidu dan organisasi yang memperoleh / membeli barang- barang dengan maksud untuk dijual lagi atau disewakan agar mendapatkan laba. Mereka ini sering disebut pedagang dan atau perusahaan – perusaahn perdagangan. Ditinjau dari segi penyabaran secara geo grafis, mereka lebih banyak dan lebih menyebar di banding dengan produsen, tetapi lebih mengelompokan dibanding dengan konsumen.

#  Apa yang di beli ? yang di beli oleh pasar penjual ada dua macam, yaitu : (1) barang barang untuk di jual lagi;(2) barang dan jasa untuk melakukan operasinya.
Jadi, barang – barang dan jasa yang di beli oleh pasar penjual termasuk golongan barang industri, seperti yang di beli oleh pasar produsen. Hanya saja, barang yang di belinya tidan d proses melainkan di jual lagi, peranan pasar penjual ini sangat penting apabila suatu barang tidak di pasarkan secara langsung kepada konsumen oleh produsenya.

#  Mengapa mmbeli ? seperti halnya dengan pasar produsen, pasar penjual juga ingin mendapatkan laba dari usahanya. Untuk itu mereka berusaha membeli barang – baran dengan harga yang murah dan menjuanya dengan harga tinggi. Dalam halini, penjual harus mengetehui berbagai sumber / atau penyedia untuk mendapatkan beberapa alternatif dalam penentuan harga, biaya promosi, serta pelayanan pada tingkat tertentu. Hal ini di maksudkan untuk mencapai tujuan laba atau mendapatkan penghasilan yang memuaskan.

#  Siapakah yang membeli ? pada perusahaan perdaangan yang besar, pembelian ini merupak funsi khusus dan biasanya di tangani oleh bagian tersendiri yang di sebut bagian Pembelian. Sedangkan pada perusahaan perdagangan atau distributor kecil, keadaanya tidak demikian. Disini, fungdi pembelian sering dilakukan oleh orang yang juga menjalankan fungsi lain. Untuk barang – barang yang memerlukan volume rupiah besar, pembelian hanya di lakukan atau di putuskan sendirioleh pimpinan. Hal serupa ini kita jumpai pula pada pasar produsen.
#  Bagai manakah membelinya ? dalam melakukan pembelian, pasar penjual berusaha mencari penyedia aau produsen yang paling baik. Jadi, kegiatan membeli meraka di utamakan untuk memilih penyedia. Mereka juga perlu memperhatikan faktor – faktor lain, seperti : syarat pembayaran (termasuk jangka waktu dan besarnya potongan), pelayanan, dan bantuan promosional dari penyedia.

4. PASAR PEMERINTAH
Pasar pemerintah adalah pasar dimana terdapat lembaga pemerintahan, seperti : departemen – departemen, direktorat, kantor – kantor dinas, dan instansi lainnya. Untuk mengikuti perkembangan atau kemajuan jaman, hampier setiap tahun terdapat kenaikan dalam pembelian barang dan jasa oleh pemerintah.

·         Apa yang di beli ? pemerintah membeli barang dan jasa untuk keperluan di bidang : pertanahan, pendidikan dan kebudayaan, pekerjaan umum, kesehatan, kesejahteraan rakyat, dan sebagainya. Dalam hal ini, pemerintah membeli segala sesuatu untuk melaksanakan fungsi – fungsi dalam pemerintahan atau segala sesuatu yang berkaitan dengan bidang – bidang tersebut. Adapun barang dan jasa yang de beli dapat berupa : pesawat terbang, senjata, kertas, bahan bakar, kapur tulis, semen untuk membuat bendungan, jasa kontruksi, jasa perbankan, dan sebagainya. Secara umum, semua ini dapat di masukan kedalam kelompok barang konsumsi dan barang industri.

·         Mengapa membeli ? pemerintah membeli barang dan jasa dengan tujuan kepentingan dan kesejahteraan masyarakatnya (pegawai negri dan masayarakat umum). Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan biaya untuk keperluan dibidang bisnis guna membantu, membina, dan memajukan pengusaha (terutama pengusaha golongan ekonomi lemah), kontrak – kontrak perusahaan, dan pengaturan lokasi industri.

·         Siapakah yang membeli ? organisasi atau lembaga pemerintahan yang melakukan pembelian dapat di bagi kedalam dua golongan yaitu : (1) pemerintah pusat, dan (2) pemerintah daerah. Pemerintah pusat merupakan golongan yang terbesar, dan unit pembeliannya dapat di bedakan antara sektor sipil dan sektor militer. Pembelian di sektor militer terutama di gunakan untuk keperluan pertahanan.

·         Bgaimanakah membelinya ? cara pembelian oleh pemerintah dapat dilakukan melalui 2 macam prosedur, yakni : (1) dengan penawaran secara terbuka dan (2) dengan kontrak perjanjian. Dalam hal ini pembelian dengan penawaran secara terbuka, pemerintah harus memilih penyedia yang berkualitas baik. Sedangkan dalam hal pembelian dengan kontrak perjanjian, pemerintah harus memilih kontraktor yang bersedia memberikan kosekuensi paling menguntungkan. Semua ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerugian – kerugian yang tidak diinginkan.

3. PASAR INTERNASIONAL
        Pasar internasional meliputi beberapa atau semua negara didunia. Jika inonesia menjual minyak ke negara lain, maka harga minyak yang kita bayar menjadi lebih tinggi, hal ini di sebabkan karena adanya pengurangan penyediaan minyak didalam negri. Minyak ini di pakai untk keperluan industri, industri di perlukan untk membuat barang (baja, misalnya), dan baja di perlukan untuk membuat mobil. Apabila harga minyak naik, maka harga baja akan naik. Demikian pila harga mobil. Ini hanya merupakan salah satu contoh perdagangan menyangkut pasar pasar internasional.
· Apa yang di beli ? yang di beli oleh pasar internasional dapat berupa barang dan jasa industri.
· Mengapa membeli ? pasar internasional melakukan pembelian barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang, untuk mendapakan laba dengan cara menjual lagi, menyewakan, atau memproses menjadi barang lain untuk dijual. Selainitu, pembelian barang dan jasa tersebut juga di maksudkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

·         Siapakah yang membeli ? disini, pembelian dapat dilakukan oleh pembeli individual atau pembeli rumah tangga, pembeli industri, lembaga – lembaga pemerintah, dan pedagang 9lihat pembeli pada keempat dasar di muka!). dapat dikatakan bahwa pasar internasiona ini merupakan kombinasi dari kempat jenis pasar dimuka.

·         Bagaimana membelinya ? karena pihak yang menjual barang / jasa berada di negara lain, maka pembelian yang dilakukan oleh pembeli / pasar (negara tertentu) harus melaui prosedur perdagangan internasional yang mencakup kegiatan expor – impor. Dalam hal ini, pembeli terlibat dengan kegiatan impor.
Tanpa mengimpor beras dari negara lain (seperti jepang) kebutuhan poko (pangan) rakyat indonesia tidak akan dapat terpenuhi selama ini (dalam Pelita III Pemerintah mulai berusaha untuk berswasembada beras). Produsen tidak dapat beroperasi secara efektif tanpa mengimpor bahan – bahan seperti gandum (untuk roti), kapas (untuk textil), plat baja (untuk kapal), komponen – komponen kendaraan bermotor, dan sebagainya. Pemerintah dapat memberikan tingkat keaman dan kesejahteraan yang lebih tinggi pada rakyatnya dengan mengimpor senjata, peralatan, dan prasarana modern seperti :panser, satelit, mobil penadam kebakaran, alat –alat irigasi dan pembangkit tenaga listrk, dan sebagaimya. Sebaliknya, negara lain tidak akan menikamati standar hidup yang lebih baik tanpa minyak, tembakau, kayu dan sebagainya yang mereka beli dari indonesia. Dalam hal ini, insonesia perlu mempertahankan tingkat keseimbangan antara expor dengan menitik beratkan pada keseimbangan yang menguntungkan. Seperti terlihat pada gambar 16, selama beberapa tahun indonesia telah mencapai tingkat keseimbangan yang menguntungkan antara expor dan impornya. Bahkan beberapa tahun terakhir, jumlah expor jauh lebih besar dari impornya.

SEGMEN PASAR

                Sebuah perusahaan yang beroriantasi pada produksinya biasanya menganggap pasarnya secara keseluruhan sebagai satu unit yang homogin dan single undiferentiated. Menurut konsep ini (disebut keseluruhan pasar), manajemen akan mengembangkan satu produk dan satu program pemasaran yang direncanakn untuk konsumen sebaik mungkin. Keseluruhan pasar (market aggregation) memberi kesempatan pada perusahaan untuk memaksimumkan skala produksi, distribusi fisik, dan promosi yang ekonomis. Perusahaan yang memproduksi dan memasarkan satu produk dapat melakukannya selam jangka waktu yang panjang dengan ongkos per unit yang lebih rendah. Ongkos persediaan dapat diminimumkan karena tidak menyediakan berbagai macam warna, corak dan kuran. Usaha penyimpanan dan pengangkutannya lebih efisien. Selain itu, biaya periklanan per unitnya juga lebih rendah untuk satu macam produk daripada beberapa macam yang di promosikan.

                Pada saat persaingan menjadi semakin ketat dan menejemen terpaksa menurunkan harga yang berakibat keuntungannya menurun, maka perusahaan harusa berusaha membedakan produknya dari produk – produk saingan. Konsep ini di sebut pembedaan produk (product differentiation). Dengan konsep ini, perusahaan berusaha memperkenalkan ciri – ciri baru berupa : kemasan baru (mentega dalam kaleng di ganti dengan tube), ukuran baru (cerutu kecil), rasa baru, atau warna baru. Pengenalan ciri – ciri baru suatu produk ini sering disertai dengan pengeluaran yang tinggi untuk promosi.
                Pada kenyataanya, banyak produk yang bersifat heterogin bagi seluruh pasar, artinya produk tersebut hanya diperlukan oleh kelompok pasar tertentu saja. Misalnya, pakaian wanita, tidak di perlukan oleh golongan pria. Jadi, pasar golongan wanita tersebut bersifat homogin untuk pakaian wanita.

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN SEGMEN PASAR ?

Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi – bagi pasar yang bersifat heterogindari suatu produk kedalam satuan – satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogin.
Segmen pasar ini merupakan suatu falsafah yang berorientasi pada konsumen. Jadi, perusahaan yang beorientasi pada konsumen akan membagi pasarnya kedalam segmen-segmen pasar tertentu, dimana masing-masing segmen tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan-perbedaan dalam kebiasaan membeli, cara penggunaan barang, kebutuhan pemakai, motif pembelian, tujuan pembelian, dan sebagainya.

MANFAAT SEGMEN PASAR

                Dengan menyatukan program pemasaran yang ditujukan kesegmen-segmen pasar yang dituju, menejemen dapaat melaksanakn kegiatan pemasaran dengan lebih baik dan dapat menggunakan sumber-sumber pemasaran secara lebih efisien. Bagi sebuah perusahaan kecil dengan sumber-sumber yang sangat terbatas dapat ikut bersaing dalam segmen pasar tertentu.
Secara terperinci dapat dikatakan bahwa segmentasi pasar dapat membantu menejemen dalam :
·         Menyalurkan uang dan usaha kepasar potensial yang paling menguntungkan.
·         Merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar
·         Menentukan cara-cara promosi yang paling efektivbagi perusahaan
·         Memilih media advertensi yang lebih baik dan menentukan bagaimana mengalokasikan                       anggaransecara lebih baik ke berbagai macam media
·         Mengatur waktu yang sebaik-bainya dalam usaha promosi
          Sedangkan alasan-alasan bagi perusahaan dalam mengadakan segmentasi pasar adalah :
1.       Pasar bersifat dinamis, tidak statis. Ini berarti bahwa dalam pasar terdapat perubahan secara terus menerus tentang sikap, siklus kehidupan, kondisi keluarga, pendapatan, pola geografis, dan sebagainya.
Pasar untuk suatu produk berubah sesuai dengan siklus kehidupan produk tersebut, dari tahap perkenalan sampai dengan tahap penurunan. Masalah siklus kehidupan produk (product life cycle) ini akan di bicarakan kemudian pada bagian tiga.



Perusahaan yang mengadakan segmentasi terhadap pasarnya dapat mnempuh beberapa cara yang berbeda. Metode tersebut juga berbeda dari suatu produk ke produk yang lainya. Salah satu cara yang penting dalam mengadakan segmentasi pasar adalah dengan membagi pasar kedlam beberapa jenis sperti telah dibahas di muka. Karena terdapat perbedaan antara masing – masing jenis pasar tersebutmaka program pemasaran perusahaan (produk, harga, distribusi, dan promosi )juga berbeda tergantung pada masalah apakh perusahaan menjual kepada pasar konsumen atau pasar lain.
Sebenarnya , secara extrim kelima jenis pasar dimuka dapat dikelompokkan kedalam dua golongan saja, yaitu konsumen akhir dan pemakai industri. Konsumen akhir termasuk golongan pasar yang membeli barang  dan jasa untuk kepentingan pribadi atau rumah tangga. Sedangkan pemakai industri meliputi lembaga / organisasi baik yang memcari laba maupun tidak, yang membeli barang dan jasa untuk kepentingan organisasi atau untuk membuat barang lain.selain perusahaan, dalam pemakai industri ini juga termasuk rumah sakit, supermarket, lembaga – lembaga pemerintahan, dan sebagainya.

Pada pembahasan selanjutnya, kita akan menitikberatkan pada masalah segmentasi pasar konsumen. Dasar – dasar yang di pakai untuk mengadakan segmentasi pasar konsu men akan dihubungkan dengan tiga komponen pasar (lihat definisi tentang “pasar dimuka”). Jadi, pasar adalah :
1.       Orang dengan segala kebutuhannya.  Dalam hal ini kita akan men-segmen-kan pasar dengan menggunakan dasar/faktor demogrfi seperti :
·         Distribusi penduduk secara regional
·         Kepadatan penduduk
·         Umur
·         Jenis kelamin
·         Siklus kehidupan keluarga (family life cycle)
·         Faktor lai : suku bangsa, keagamaan, kebangsaan, pendidikan, pekerjaan.
Secara lebih terperinci, segmentasi pasar bedasarkan faktor demografi ini dapat diliat pada tabel
2.       Mempinyai uang untuk belanja
·         Distribusi pendapatan yang digunakan untuk pengeluaran.
3.       Dan kemauan untuk membelanjakanya. Faktor ini menyangkut perilaku pembelian konsumen, yang terdiri atas :
·         Pengeelompokan secara sosiologis :
a)      Kelompok budaya
b)      Klas – klas sosial besar
c)       Kelompok-kelompok kecil, termasuk keluarga
         Faktor psikologis (psikografis) seperti :
a.)       Kepribadian
b.)     Sikap
c.)       Manfaat produk yang diinginkan
d.)      Opini
e.)      Corak hidup
Faktor nomor 2 dan 3 akan dibahas kemudian pada bab selanjutnya.

Dengan adanya pembagian pasar kedalam beberapa segmen di muka, maka tingkah laku pembelian hanya dapat di ketahui sesuai dengan faktor yang ada. Sering juga di gunakan kombinasi dari beberapa faktor, bahkan variabel tunggal. Sebagai contoh, sebuah segmen diidentifikasikan sebagai sekelompok wanita yang berumur 65 keatas, tinggal di jawah tengah, sudah kawin, mempunyai anak masih kecil, dan mempunyai tingkat penghasilan di bawah Rp 20.000,- perbulan.
Selain itu, pengombinasian ter sebtu dapat pula disebabkan karena adanya hubungan antara beberapa faktor. Misalnya, tingkat penghasilan dengan tingkat pendidikan, umur dengan siklus kehidupan dan sebagainya.

Seperti halnya dengan pasar konsumen, pasar industri juga perlu di-segmen-kan, dengan tujuan mengembangkan program pemasaran yang efektif bagi perusahaan untuk mencapai pemakai industri. Beberapa faktor yang dapat di pakai sebagai dasar segmentasi antara lain :
·         Bidang usaha 
·   Daya beli (dapat di ukur dari volume produksi, volume kegiatan, dan volume penjualan).
Demikian yang dapat saya share kali ini tentang pasar , semoga bermanfaat sampai jumpa lagi teman-teman




Saturday, 7 May 2016

PEMASARAN DAN PEREKONOMIAN

Hallo semua Selamat Malam saudara saudara dimanapun anda berada , pada kesempatan malam ini saya ingin berbagi artikel yang cukup menarik bagi saya untuk pengetahuan , yang saya share kali dalah tentang perekonomian , Perekonomian merupakan hal yang penting dalam hidup bahkan didalam suatu Negara, perekonomian menjadi komponen penting karena hal tersebut dapat mempengaruhi kesejahteraan rakyat. langsung saja yang pertama adalah :

Pemasaran adalah termasuk salah satu kegiatan dalam perekonomian dan membantu dalam penciptaan nilai ekonomi . Sedangkan nilai ekonomi itu sendiri akan menentukan harga barang dan jasa bagi individu-individu .Adapun faktor -faktor penting yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah :
  1. Produksi yang membuat barang-barang
  2. Pemasaran yang mendistribusikannya 
  3. Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut
Konsumsi baru dilaksanakan sesudah adanya kegiatan produksi dan pemasaran . Jadi ,produksi dan pemasaran dapat membantu terlaksananya tujuan konsumsi. Pemasaran berada diantara produksi dan konsumsi , ini berarti bahwa pemasaran menjadi penghubung antara kedua faktor tersebut. Dalam kondisi perekonomian sekarang ini ,tanpa adanya pemasaran orang sulit mencapai tujuan konsumsi yang memuaskan.

Pemasaran merupakan sebuah faktor penting dalam suatu siklus yang bermula dan berakhir dengan kebutuhan konsumen. Pemasaran harus dapat menafsirkan kebutuhan-kebutuhan konsumen dan mengkombinasikannya dengan data pasar seperti : lokasi konsumen , jumlahnya , dan kesukaan mereka . Informasi tersebut dapat dipakai sebagai dasar untuk mengadakan pengolahan bagi kegiatan produksi . Dalam hal ini , tugas produsen adalah membuat barang secara fisik , dan untuk menyampaikannya kepada konsumen perlu dikombinasikan dengan jasa-jasa seperti kredit , penentuan harga,pemberian informasi , dan sebagainya . Suatu siklus akan berakhir apabila konsumen merasa puas terhadap pemilikan suatu barang , tentu saja , siklus ini seperti ini akan terjadi secara berulang-ulang dan terus menerus .

Ditinjau dari siklus ini, penjual berada dipihak yang menjalankan kegiatan pemasaran , dan pembeli berada pada titik konsumsi . Sering dijumpai bahwa produsen yang melakukan kegiatan produksi , juga merangkap sebagai penjual . dari segi lain,pemasaran dapat dilakukan oleh pihak yang berfungsi sebagai agen pembelian bagi konsumen , atau dapat pula sebagai agen penjualan bagi produsen .

B. PENGERTIAN TENTANG PEMASARAN

Beberapa ahli telah mengemukakan definisi tentang pemasaran yang kelihatannya agak berbeda meskipun sebenarnya sama . Perbedaan ini disebabkan karena mereka meninjau pemasaran dari segi yang berbeda-beda ,ada yang lebih menitikberatkan pada segi fungsi , segi barangnya , segi kelembagaannya ,segi manajemennya , dan ada pula yang menitikberatkan dari semua segi tersebut sebagai suatu sistem .

Beberapa diantara para ahli tersebut adalah Philip Kotler , menurut Phili Kotler ,pertukaran merupakan titik pusat kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah nilai kepada orang lain . Dengan adanya pertukaran , berbagai macam kelompok sosial seperti individu - individu , kelompok kecil , organisasi , dan kelompok , masyarakat lain dapat terpenuhi kebutuhannya .

Kita telah mengetahui bahwa didalam masyarakat terdapat berbagai macam kelompok  yang ingin memenuhi kebutuhannya. Untuk maksud tersebut , mereka harus melakukan suatu usaha , sehingga satu dengan lainnya saling melayani . Kotler mengemukakan definisi pemasaran sebagai berikut : 

Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran .

Menurut definisi tersebut , mula-mula manusia harus menemukan kebutuhannya dulu , baru kemudian berusaha untuk memenuhinya dengan cara mengadakan hubungan . Dapat pula dikatakan bahwa kegiatan pemasaran itu diciptakan oleh pembeli dan penjual .kedua belah pihak sama-sama ingin mencari kepuasan . Dalam hal ini pembeli berusaha memenuhi  kebutuhannya , sedangkan penjual berusaha mendapatkan laba . Kedua macam kepentingan ini dapat dipertemukan dengan cara mengadakan pertukaran yang saling menguntungkan . Jadi, kebutuhan seseorang dapat memenuhi dengan mencari orang lain yang bersedia melayaninya .

Selanjutnya , untuk mengetahui lebih jelas tentang proses pemasaran , kita dapat meninjau sebuah konsep berikut ini :

Pemasaran merupakan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual 

Disini terdapat suatu anggapan bahwa pemasaran merupakan suatu proses yang memberikan jawaban atas kebutuhan dan keinginan seseorang , Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa hampir semua orang baik secara langsung maupun tidak langsung ikut berkecimpung dalam pemasaran . Ini disebabkan karena mereka sama-sama mempunyai keinginan dan kebutuhan .

Jadi pada pokoknya pemasaran dapat menciptakan dan memelihara hubungan-hubungan  pertukaran. sedangkan pertukaran itu dapat berupa pertukaran barang dengan uang,dapat juga barang dengan barang (barter) , ide dengan uang (pendidikan ) , jasa dengan uang , dan semua hubungan pertukaran , termasuk transaksi-transaksi pemerintahan .

C. PERKEMBANGAN DEFINISI PEMASARAN 

Pertama kali pemasaran dipelajari sebagai bidang usaha adalah pada tahun 1902. Pada waktu itu masih disebut sebagai distribusi  barang, dan pemasaran berpangkal pada suatu proses distribusi . The American Marketing Association telah memberikan definisi tentang pemasaran sebagai berikut : 

Pemasaran adalah suatu kegiatan usaha yang mengarahkan aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen atau pemakai 

Jadi , sesudah periode 1900an , pemasaran dimasukkan sebagai suatu kegiatan usaha . Dalam periode 1900 sampai 1960 an , terdapat beberapa konsep yang berbeda-beda  tentang arti pemasaran . Pada waktu itu ,kegiatan pemasaran dipandang sebagai : 

suatu kegiatan usaha :sebagai satu kelompok kegiatan usaha yang saling berkaitan :sebagai perwujudan niaga ;sebagai suatu kerangka tujuan ;sebagai fungsi penentuan kebijaksanaan yang koordinatif dan integratif ; sebagai suatu proses ekonomi ; sebagai suatu struktur kelembagaan ; sebagai proses pertukaran atau pemindahan hak milik suatu barang ; sebagai suatu proses konsentrasi ,akualisasi dan dispresi ;sebagai penciptaan kegunaan waktu,tempat pemilikan ;sebagai suatu proses penyesuaian  permintaan dan penawaran ;dan sebagainya .

Selama tahun 1960 an , titik berat dalam pemasaran beralih pada menejemen pemasaran , Sehingga pemasaran didefinisikan sebagai menajemen aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen .

Tahun 1970 an . konsep pemasaran diperluas lagi , meliputi juga kegiatan-kegiatan dari lembaga/organisasi non laba (organisasi yang tidak mengutamakan laba). Kemudian ,pemasaran dipandang sebagai semua kegiatan pertukaran , seperti definisi pemasaran yang dikemukakan oleh Philip Kotler dimuka . Dari definisi-definisi yang ada dapat diambil suatu kesimpulan bahawa :

1. Pemasaran dilakukan oleh individu-individu dan organisasi 
2. Tujuan pemasaran adalah memberi kemungkinan , memudahkan dan mendorong adanya pertukaran
3.Tujuan pertukaran adalah untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia 
4.Pemasaran dilakukan oleh penjual dan pembeli .

Orang-orang yang hanya mengetahui sedikit tentang pemasaran , sering mempunyai salah pengertian . Misalnya seorang penjual (salesman) atau manajer penjualan membicarakan pemasaran ,tetapi sebenarnya masalah yang dibicarakan adalah penjualan ; seorang manajer periklanan mengartikannya sebagai periklanan;dan seorang manajer toko serba ada mengartikannya sebagai perdagangan atau perdagangan eceran .

Sebenarnya mereka hanya membicarakan satu bagian saja dari kegiatan pemasaran secara keseluruhan . Jadi istilah pemasaran ini sering dikacaukan dengan istilah-istilah  seperti : penjualan,perdagangan,dan distribusi . Karena istilah "pemasaran"menganut pengertian yang luas maka ketiga istilah dimuka hanya merupakan suatu kegiatan atau satu bagian saja . Dengan demikian pemasaran merupakan keseluruhan dari pengertian tentang : 

*Penjualan
yaitu satu bagian dari promosi dan promosi adalah suatu bagian dari program pemasaran secara keseluruhan.

*Perdagangan
Yaitu perencanaan produk,meliputi perencanaan untuk mendapatkan barang atau jasa yang baik untuk pasar pada waktu yang tepat , pada tingkat harga yang layak , dan dengan warna serta ukuran yang sesuai .

*Distribusi
Yaitu struktur perdagangan eceran dan perdagangan besar yang mana saluran-saluran tersebut digunakan untuk menyampaikan barang ke pasarnya .

*Distribusi Fisik
Yaitu kegiatan -kegiatan aliran material seperti pengangkutan , penyimpanan , dan pengawasan persediaan .

Sebenarnya , proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi , tidak dimulai pada saat produksi selesai , juga tidak berakhir dengan penjualan. Semua keputusan yang diambil dibidang pemasaran harus ditujukan untuk menentukan produk dan pasarnya,harganya dan promosinya . Yang terpenting pengusaha harus dapat memberikan kepuasaan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus ,atau konsumen mempunyai pandangan yang baik terhadap perusahaannya . Jaminan yang lebih baik atas barang dan jasa dapat dilakukan sesudah penjualan.

Kita sekarang membahas konsep tentang pemasaran dalam arti luas. Oleh karena itu definisi yang kita gunakan adalah definisi pemasaran yang dianggap paling luas ( dikemukakan oleh William J. Staton) sebagai berikut :

Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan , menentukan harga , mempromosikan, dan mendsitribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Secara terperinci , definisi tersebut dapat dipisah-pisahkan ke dalam beberapa urutan berikut ini :
1.Suatu sistem;suatu sistem kegiatan usaha
2.Dibuat untuk; merencanakan, menentukan harga,mempromosikan,dan mendistribusikan.
3.Sesuatu yang bernilai: barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan.
4.Untuk kepentingan pasar; pasar,berupa konsumen rumah tangga potensial atau pemakai industri.

Adapun unsur-unsur penting yang terkandung didalam definisi ini adalah:
- Pertama, definisi sistem dan definisi yang bersifat menejemen.
- Kedua ,sistem bisnis yang ada harus berorientasi pada pasar atau konsumen. Kebutuhan pembeli harus dipahami dan dilayani dengan efektif.
- Ketiga, definisi tersebut menyarankan bahwa pemasaran merupakan suatu proses usaha yang dinamis (proses keseluruhan yang terintergrasi) , tidak sekedar menunjukan penggolongan lembaga dan fungsi-fungsi saja,Pemasaran bukanlah satu kegiatan,ataupun jumlah kegiatan tetapi merupakan hasil interaksi dari banyak kegiatan .
- Keempat , program pemasaran bermula dari suatu ide tentang produk dan tidak berakhir sampai kebutuhan langganan terlayani,yang kadang-kadang terjadi sesudah penjuaalan dilakukan
- Akhirnya , definisi tersebut menyatakan secara tidak langsung bahwa untuk mencapai sukses , pemasaran harus dapat memaksimumkan penjualan yang menguntungkan dalam jangka panjang , Jadi , pembeli harus dilayani dengan memuaskan agar bersedia membeli kembali kepada perusahaan yang bersangkutan .


Dalam tinjauan sejarah perkembangan pemasaran , kita akan melihat bagaimana pemasaran itu ada dan berkembang sebagai suatu kegiatan masyarakat , Kegiatan masyarakat seperti sekarang ini disebut sistem sosioekonomi yang mengikutsertakan tenaga kerja , industrialisasi , dan urbanisasi , ini berasal dari kegiatan masyarakat yang disebut ekonomi kerajinan rumah dimana setiap orang atau keluarga berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Timbulnya kegiatan pemasaran mempunyai hubungan yang erat dengan pertumbuhan perekonomian suatu bangsa . Pada masa setiap orang membuat sendiri segala sesuatu yang dibutuhkannya (seperti menyediakan makanan sendiri, membuat pakaian sendiri,dan membangun sendiri rumahnya) tidaklah terjadi pertukaran. Demikian pula jika sudah ada kegiatan spesialisasi yang berbentuk suami dan anak laki-laki  mencari makan dengan jalan berburu atau mengail , dan istri serta anak perempuan mengurus rumah tangga dan dapur . Disini pun tidak terjadi pertukaran sehingga dapat dikatakan belum ada kegiatan pemasaran.

Baru setelah mereka mempunyai kelebihan atau merasakan kekurangan akan sesuatu yang mereka butuhkan atau yang mereka buat, maka terjadilah pertukaran dalam bentuk yang sangat sederhana. Pada saat itulah pemasaran mulai dilakukan. Kegiatan ini berkembang menjadi suatu kegiatan usaha yang kecil ,dimana segala sesuatu yang dihasilkan masih dibuat dengan tangan. Kemudian mereka berusaha membuat barang-barang dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang.

Untuk melaksanakan usahanya tersebut, mereka membutuhkan baik material maupun tenaga kerja dalam jumlah yang lebih besar . Tambahan tenaga kerja ini tidak hanya diperlukan untuk kegiatan produksi atau pembuatan barang saja , tetapi juga diperlukan untuk membantu dalam penjualan barang-barang tersebut . Bilamana mereka ini hanya membantu dalam penjualan barangnya saja,tidak ikut dalam kegiatan produksi ,dan usahanya berdiri sendiri, maka mereka bertindak sebagai perantara yang menghubungkan produsen dengan konsumen .

Pemasaran yang modern baru timbul bersamaan dengan terjadinya revolusi industri. Barang-barang yang semula dibuat dengan tangan , sekarang dibuat dalam pabrik yang kebanyakan didirikan di kota . Pemasaran secara besar-besaran merupakan titik tolak untuk berhasilnya produksi secara besar-besaran. Dengan sistem pemasaran massal ini ,pabrik-pabrik akan beroperasi pada tingkat hasil yang optimum. Disini kegiatan pemasaran menjadi lebih komplek, saluran perdagangannya menjadi lebih panjang dan harus digunakan metode pemasaran yang lebih baik.

Jadi , pemasaran merupakan suatu proses yang berubah-ubah sesuai dengan kondisi masyarakatnya. Keadaan politik,sosial,teknologi , dan karakteristik fisik dari sebuah masyarakat akan menentukan bentuk pemasaran yang dilakukannya. Sifat pemasaran itu berbeda-beda baik dalam masyarakat  itu sendiri maupun dalam berbagai situasi, misalnya dalam sebuah negara sosialis (seperti Rusia),pemerintah berkuasa menentukan tentang apa yang harus dibuat,dimana,kapan,dan bagaimana membuatnya . Dinegara kapitalis (seperti Amerika Serikat), kesempatan untuk memproduksi dan melakukan pemasaran berada dalam sistem bisnis yang bebas.

Sifat pemasaran berubah-ubah antar bangsa yang sudah maju dengan bangsa yang sedang berkembang . Di Amerika Serikat misalnya , jasa merupakan unsur yang dominan dalam pengeluaran konsumsi seseorang  . Sedangkan di negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia ,jasa merupakan unsur yang kurang dominan; barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan,sandang , dan perumahan sangat mendominir pengeluaran konsumen.

Demikian yang dapat saya sampaikan hari ini  , semoga bermanfaat dan dapat memajukan perekonomian rumah tangga ,lingkungan masyarakat , Negara bahkan sampai Dunia , terima kasih sudah berkunjung sampai jumpa lagi *-)





Thursday, 21 April 2016

USAHA KECIL DAN KEWIRAUSAHAAN

Selamat Pagi semua , apa kabarmu hari ini ?  pada kesempatan pagi ini saya akan membagikan lagi sedikit ilmu yaitu tentang Usaha kecil dan Kewirausahaan . Pembahasan mengenai Usaha kecil tidak lepas dari pemahaman tentang lingkungan  dan sistem perusahaan berskala kecil serta pengusahanya . Berbagai kegiatan yang dilakukan Usaha kecil dan hambatan-hambatan yang dijumpai dalam dunia usaha tercakup dalam suatu istilah yang disebut Entrepreneurship atau Kewirausahaan . Peran sang entrepreneurship atau wirausahanya sangat mendominasi perilaku bisnis dan sangat menentukan arah masa depan bagi suatu usaha kecil . oke langsung saja kita simak saja berikut ini :


berikut yang termasuk dalam kategory usaha kecil :
1.Usaha perdagangan :
keagenan,Ekspor/Impor,Pengecer , dan lain-lain dengan Modal Aktif Perusahaan (MAP) tidak melebihi Rp. 150.000.000/tahun dan Capital Turn-Over (CTO) atau perputaran modal tidak melebihi Rp. 600.000.

2.Usaha Pertanian:
Pertanian pangan maupun Perkebunan , Perikanan Darat/Laut , Peternakan dan Usaha lain yang termasuk lingkup pengawasan Departemen Pertanian . Ketentuan Batas pada point nomor 1

3.Usaha Industri 
Industri Logam/Kimia , Makanan / Minuman , Pertambangan bahan-galian , serta aneka Industri kecil Lainnya , Dengan batas MAP = Rp. 250.000.000 serta batas CTO = Rp. 1.000.000.000

4.Usaha Jasa
Menjual tenaga/pelayanan bagi Pihak Ketiga ,konsultan ,Perencana , Perbengkelan , Transportasi serta restoran dan lainnya dengan batas MAP dan CTO seperti point nomor 1 .

5.Usaha Jasa Konstruksi
Kontraktor bangunan ,Jalan , Kelistrikan , Jembatan , Pengairan dan usaha - usaha lain yang berkaitan dengan teknis Konstruksi Bangunan , dengan batas MAP dan CTO seperti point nomor 3.

Pada masing-masing jenis Usaha dari point nomor 1 sampai nomor 5 diatas , batas jumlah tenaga kerja perusahaan tidak lebih dari 300 orang . Berbeda dengan di Amerika , kriteria lebih seragam dan untuk semua jenis usaha dengan batasan: 
1. Modal dan assets tidak melebihi US$3.000.000
2.Tenaga kerja tidak melebihi 100 orang .

*  BENTUK DAN JENIS USAHA KECIL
Berbagai usaha kecil yang terdapat di Indonesia dapat digolongkan menurut bentuk-bentuk , jenis serta kegiatan yang dilakukannya . Penggolongan menurut bentuk berdasarkan pada pola kepemimpinan dan pertanggungjawabannya . Penggolongan menurut jenis berdasarkan pada jenis produk produk atau jasa yang dihasilkan serta aktivitas yang dilakukannya . Disamping penggolongan berdasarkan kategori diatas , pada hakikatnya usaha kecil yang ada secara umum dikelompokkan ke dalam 3 ( tiga ) golongan khusus yang meliputi :
1. Industri Kecil
Misal : Industri cor logam,Industri kerajinan rakyat,Konveksi dan berbagai industri lainnya .
2.Perusahaan Berskala Kecil
Misal : Toko Kerajinan,Penyalur,Koperasi,Waserba, toko bunga ,jasa profesi,Restoran dan lainnya.
3.Sektor Informal
Misal: Kios kaki lima , Agen barang bekas dan lainnya.

* BENTUK
Berdasarkan Bentuk Usahanya , maka perusahaan kecil yang terdapat di Indonesia  dapat digolongkan ke dalam 2 bentuk :
1.Usaha Perseorangan
2.Usaha Persekutuan/Partnership

Usaha perseorangan bertanggung jawab kepada pihak ketiga atau pihak lain (dalam hal ini konsumen) dengan dukungan harta kekayaan perusahaan yang merupakan milik pribadi dari pengusaha yang bersangkutan . Di Indonesia jumlahnya cukup besar dan skala usahanya relatif kecil . Pada umumnya lebih mudah untuk didirikan , karena tidak memerlukan persyaratan yang rumit dan bertahap seperti bentuk-bentuk usaha lainnya . 

Usaha Persekutuan berusaha mencapai tujuan-tujuan perusahaan dalam memperoleh laba . Merupakan bentuk kerjasama dari beberapa orang yang bertanggung jawab secara pribadi terhadap kewajiban- kewajiban usaha persekutuannya . Bentuk pertanggungjawaban dan pola kepemimpinannya berbeda-beda menurut bentuk-bentuk persekutuan yang dibentuk .

* JENIS
Jenis usaha kecil dikategorikan berdasarkan jenis produk atau jasa yang dihasilkan maupun aktivitas yang dilakukan oleh suatu usaha kecil , serta mengacu pada kriteria usaha kecil yang telah dikenal pada point diatas . Berbagai ragam dan jenis usaha kecil yang dikenal meliputi :
a. Usaha Perdagangan
Keagenan: Agen koran dan majalah , sepatu, pakaian dan lain-lain.
Pengecer : Minyak , kebutuhan sehari-hari , buah-buahan dan lain-lain.
Ekspor/Impor : Berbagai produk lokal dan Internasional .
Sektor Formal :  Pengumpulan barang bekas , kaki lima , dan lain-lain.

b. Usaha Pertanian
Pertanian pangan maupun perkebunan : Bibit dan peralatan pertanian,buah-buahan dan lain-lain.
Perikanan Darat/Laut : Tambak Udang , pembuatan krupuk ikan dan produk lain dari hasil perikanan darat dan laut .
Peternakan dan Usaha lain yang termasuk lingkup pengawasan Departemen Pertanian: Produsen Telur ayam,susu sapi, dan lain-lain produksi hasil peternakan.

c. Usaha Industri
Industri Logam atau Kimia : Perajin Logam ,perajin kulit , keramik,fiberglass, marmer dan lain-lain.
Makanan atau Minuman : Produsen makanan tradisional , minuman ringan,catering dan lain-lain.
Konveksi: Produsen garment,batik, tenun-ikat, dan lain-lain.

d.Usaha Jasa
KOnsultan : Konsultan hukum , pajak, manajemen dan lain-lain.
Perencana : Perencana teknis ,perencana sistem , dan lain-lain.
Perbengkelan : Bengkel Mobil , elektronik ,jam ,dan lain-lain.
Restoran : Rumah makan , coffe-shop , cafetaria , dan lain-lain.

e. Usaha jasa Konstruksi
Kontraktor bangunan , Jalan , Kelistrikan , Jembatan , Pengairan dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan Teknis KOnstruksi Bangunan.

* Keunggulan dan Kelemahan Usaha Kecil
Pemerintah melalui Departemen Perindsutrian,Departemen Tenaga kerja , Departemen Perdagangan serta pihak Perbankan telah melakukan upaya yang semaksimal mungkin dalam membantu pengusaha kecil,industri kecil maupun sektor informal. Melalui strategi pengembangan industri kecil.

-Keunggulan Usaha Kecil
Pada kenyataannya usaha kecil mampu tetap bertahan dan mengantisipasi kelesuan perekonomian yang diakibatkan inflasi maupun berbagai faktor penyebab lainnya . Tanpa subsidi dan proteksi , Industri kecil di Indonesia mampu menambah nilai devisa bagi negara . sedangkan sektor informal mampu berperan sebagai buffer (peyangga) dalam perekonomian masyarakat lapisan bawah. Secara umum perusahaan skala kecil baik perorangan maupun kerjasama memiliki keunggulan dan daya tarik seperti :

1. Pemilik merangkap Manajer Perusahaan yang bekerja sendiri dan memiliki gaya manajemen sendiri ( merangkap semua fungsi manajerial marketing,finance dan administrasi.

2. Perusahaan Keluarga,dimana pengelolanya mungkin tidak memiliki keahlian Manajerial yang handal.

3. Sebagian besar membuat lapangan perkerjaan baru , inovasi,sumber daya baru serta barang dan jasa-jasa baru.

4. Risiko usaha menjadi beban pemilik.

5. Pertumbuhan yang lambat,tidak teratur , terkadang cepat dan prematur (prematur high-growth).

6. Fleksibel terhadap bentuk fluktuasi Jangka Pendek , namun tidak memiliki Rencana Jangka Panjang (Corporate-Plan).

7. Independen dalam penentuan harga produksi atas barang atau jasa-jasanya .

8. Prosedur hukumnya sederhana.

9. Pajak relatif ringan , karena yang dikenakan pajak adalah pribadi/pengusaha , bukan perusahaannya.

10. Kontak-kontak dengan pihak luar bersifat pribadi .

11. Mudah dalam proses pendiriannya.

12. Mudah dibubarkan setiap saat jika dikehendaki.

13. Pemilik mengelola secara mandiri dan bebas waktu.

14. Pemilik menerima seluruh laba.

15. Umumnya mempunyai kecenderungan.

16. Merupakan type usaha yang paling cocok untuk mengelola produk,jasa atau proyek perintisan , yang sama sekali baru atau belum pernah ada yang mencobanya ,sehingga memiliki sedikit pesaing.

17. Terbukanya peluang dengan adanya berbagai kemudahan dalam peraturan dan kebijakan pemerintah yang mendukung berkembangnya usaha kecil di Indonesia .

18. Diversikasi usaha terbuka luas sepanjang waktu dan pasar konsumen senantiasa tergali melalui kreativitas pengelola.

19. Relatif tidak membutuhkan investasi yang terlalu besar,tenaga kerja yang tidak berpendidikan tinggi , serta sarana produksi lainnya yang tidak terlalu mahal.

20. Meskipun tidak terlihat nyata, masing-masing usaha kecil dengan usaha kecil yang lain saling ketergantungan secara moril dan semangat berusaha

Disamping keunggulan secara umum seperti diatas , usaha kecil memiliki arti strategis secara khusus bagi  suatu perekonomian , diantaranya :

1. Dalam banyak pengerjaan produk tertentu , perusahaan besar banyak bergantung kepada perusahaan - perusahaan kecil ,karena jika dikerjakan sendiri  oleh mereka ( perusahaan besar ) maka margin-nya menjadi tidak ekonomis.

2. Merupakan pemerataan konsentrasi dari kekuatan - kekuatan ekonomi dalam masyarakat .

* Hambatan dalam Pengelolaan Usaha Kecil\

Berbagai kendala yang menyebabkan kelemahan  serta hambatan bagi pengelolaan suatu usaha kecil diantaranya masih menyangkut faktor intern  dari usaha kecil itu sendiri serta beberapa faktor ekstern seperti :

1. Umumnya penglola small-business merasa tidak memerlukan ataupun tidak pernah melakukan studi kelayakan , Penelitian pasar , Analisis Perputaran Uang tunai / kas , serta berbagai penelitian lain yang diperlukan suatu aktivitas bisnis.

2. Tidak memiliki perencanaan sistem jangka panjang , Sistem akuntansi yang memadai ,Anggaran kebutuhan modal , Struktur organisasi dan Pendelegasian Wewenang , serta alat-alat kegiatan managerial lainnya ( perencanaan , pelaksanaan serta pengendalian usaha ) yang umumnya diperlukan oleh suatu perusahaan bisnis yang profit-oriented.

3. Kekurangan informasi bisnis ,hanya mengacu pada intuisi dan ambisi pengelola , lemah dalam promosi

4. Kurangnya petunjuk pelaksanaan teknis operasional kegiatan dan pengawasan mutu hasil kerja dan produk , serta sering tidak konsisten dengan ketentuan order / pesanan , yang mengakibatkan klaim atau produk yang ditolak.

5. Tingginya Labour Turn-Over (PHK)

6. Terlalu banyak biaya-biaya yang diluar pengendalian serta utang yang tidak bermanfaat , juga tidak dipatuhinya ketentuan-ketentuan pembukuan standar.

7. Pembagian kerja tidak proporsional , sering terjadi pengelola memiliki pekerjaan yang melimpah atau karyawan yang bekerja di luar batas jam kerja standar .

8. Kesulitan modal kerja atau tidak mengetahui secara tepat berapa kebutuhan modal kerja , sebagai akibat tidak adanya perencanaan kas .

9. Persediaan yang terlalu banyak , khususnya jenis barang-barang yang salah ( kurang laku )

10. Lain - lain yang menyangkut mist-manajemen dan ketidakpedulian pengelola terhadap prinsip-prinsip manajerial .

11. Risiko dan utang - utang kepada pihak ketiga ditanggung oleh kekayaan pribadi pemilik .

12. Perkembangan usaha tergantung pada pengusaha yang setiap waktu dapat berhalangan karena sakit atau meninggal.

13. Sumber modal terbatas pada kemampuan pemilik .

14. Perencanaan dan program pengendalian tidak ada atau belum pernah merumuskannya.

Meskipun demikian , pemerintah tetap mendorong agar industri / usaha kecil mampu lebih berkembang dan mandiri dengan melaksanakan berbagai program pengembangan usaha kecil yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak-pihak atau lembaga swadaya masyarakat , diantaranya :
a. Program Peningkatan Kemampuan Usaha.
b. Program Pengembangan Industri Kecil untuk menunjang Ekspor.
c. Program Pengembangan Keterkaitan Sistem Bapak Angkat dengan Mitra Usahanya.
d. Program Pengembangan Wiraswasta dan tenaga Protesi.
e. Program Penelitian dan Pengembangan Industri Kecil.
f. Program Penciptaan / Pengaturan Iklim dan kerjasama.
g. Program Pengembangan Usaha Kecil dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta.
h. Seminar dan Pameran produk-produk Industri Kecil Tingkat Nasional maupun Internasional.

* Wirausaha dan Kewirausahaan

Hubungan antara Kewirausahaan dengan Wirausaha adalah sangat erat. Kewirausahaan merupakan segala sesuatu hal yang menyangkut teknik , metode , sistem serta berbagai strategi bisnis yang umum yang dapat dipelajari tentang sukses atau mundurnya seorang wirausaha .
Analisa yang berhubungan dengan wirausaha dapat pula mengenai watak , perilaku ,sikap , perkembangan kepribadian , sejarah kelompook , maupun minat , motivasi dan ambisi seorang wirausaha dalam mencapai kesuksesannya .
A. Wirausaha
Wirausaha bukanlah sekedar pengusaha , melainkan pengusaha yang sukses karena memiliki ciri-ciri serta kemampuan tertentu untuk menciptakan sesuatu yang baru . Berbagai definisi yang menjelaskan tentang peranan seorang wirausaha telah ditugaskan oleh para ilmuan maupun pengamat ekonomi beberapa waktu lalu , mereka menjelaskan bahwa seorang wirausaha adalah :
1. Orang yang memutuskan untuk mengambil alih risiko ( take a risk ) dalam memperkenalkan produk atau jasa-jasa baru ( service , metode produksi , produk , peluang pasar, sumber-sumber) serta menciptakan teknologi baru untuk memajukan perekonomian dan mencapai tujuan - tujuannya .

2. Orang yang mengorganisir , mengelola , serta menanggung risiko atas keputusan bisnisnya tersebut.

3. Orang yang imajinatif , yang ditandai oleh kemampuannya dalam menetapkan sasaran serta dapat mencapai sasaran-sasaran itu . Juga memiliki kesadaran tinggi untuk menemukan peluang-peluang , membuat keputusan dengan menerapkan inovasi yang memiliki risiko moderat.

4. Orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru , menentukan cara produksi baru , menyusun operasi untuk pengadaan produk baru , mengatur permodalan operasinya , serta memasarkannya.

Sehingga anggapan yang timbul dalam persepsi pengamat manajemen dan sosiologi adalah bervariasi , diantaranya :
a. Wirausaha adalah orang yang mampu menjadikan sumber-sumber daya (modal,bahan baku dan tenaga kerja ) kepada suatu kombinasi yang nilainya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dengan berbagai inovasi dan pembaharuan.

b. Wirausaha adalah orang yang menciptakan kemakmuran bagi dirinya maupun  bagi orang lain . yang menemukan cara-cara atau teknik yang lebih baik dalam pemanfaatan sumber daya , memperkecil pemborosan , serta menghasilkan produk atau jasa dalam upayanya memuaskan kebutuhan orang lain.

c. Wirausaha merupakan orang yang sulit dikenali maupun dikendalikan , namun memiliki kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang efektif.

d. Wirausaha didorong oleh kekuatan-kekuatan tertentu yakni kebutuhan untuk berprestasi , bereksperimen , serta mampu untuk merealisasikan keinginan dan kebutuhannya tersebut,juga mampu mempengaruhi orang lain agar mendukung tujuannya.

e. Bagi pengusaha lain , kehadiran wirausaha akan dianggap sebagai adanya suatu ancaman terhadap bisnisnya , pesaing yang agresif , sekaligus dapat dijadikan mitra baru , pelanggan baru , agen baru maupun sebagai investor baru.

Bervariasinya anggapan yang timbul tersebut mencerminkan bahwa wawasan lingkungan yang harus dikuasai dan dimiliki oleh seorang wirausaha adalah merupakan hutan liar yang penuh dengan berbagai kemungkinan hidup dan mati bagi yang memasukinya . Konteks ini mengharuskan bahwa seorang wirausaha paling tidak harus memiliki karakter yang lain dari yang dimiliki oleh manusia biasa pada umumnya.

Berdasarkan hal diatas , karakteristik sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha diantaranya :
1. Memiliki tanggung jawab pribadi .
2. Dinamis dan mampu memimpin.
3. Mempunyai sikap optimis atas suatu peluang.
4. Mampu mengantisipasi risiko .
5. Ulet dan gigih, bertekad penuh.
6. Enerjik dan cerdas.
7. Mampu melihat peluang.
8. Kebutuhan untuk berprestasi.
9. Kreatif dan inovatif.
10. Mampu mempengaruhi orang lain.
11. Tidak tergantung pada orang lain.
12. Berinisiatif untuk maju.
13. Bersikap positif terhadap setiap perubahan.
14. Terbuka atas saran dan kritik yang membangun.
15. Cepat dan tangkas dalam menangkap suatu pengertian.

Berbagai sikap dan karakteristik sifat di atas mungkin cukup banyak untuk dimiliki dan dipraktikkan satu persatu , oleh karenanya perlu pemahaman yang praktis tentang kemampuan seorang wirausaha . Dengan melakukan interpolasi dan sedikit modifikasi, tim asisten konsultan pengusaha kecil dari SBDP ( Small Business Development Project) suatu lembaga penelitian pengusaha kecil dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada , dalam suatu diskusi rutinnya bersama Koordinator SBDP merumuskan kembali karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha , diantaranya :
1. Berwawasan jangka panjang dan berperencanaan.
2. Mengutamakan kepentingan umum.
3. Mempraktikkan profesionalisme .
4. Memenuhi janji dengan tepat.
5. Memenuhi takaran , ketepatan , kebenaran, kualitas.
6. Hemat , tidak kikir , tidak boros.
7. Disiplin.
8. Dinamis ( untuk pribadi ), tumbuh atau berkembang untuk kelompok atau golongan .
9. Memuliakan prestasi atau produktivitas.
10. Ulet , sabar dan tekun .

B. Kewirausahaan

Dengan keterampilan dan strateginya , seorang wirausaha mampu menciptakan suatu peluang , mengantisipasinya serta mengupayakan kesuksesan bagi diri , perusahaannya, maupun orang lain . Segala sesuatu tentang kesuksesan wirausaha yang berhubungan dengan usahanya tersebut dapat dipelajari , dilatih dan dikenal selama ini sebagai kewirausahaan . Secara garis besar , kewirausahaan meliputi 3 komponen utama dari seorang wirausaha , yakni :
1. Kepribadian
2. Motivasi dan Kemampuan
3. Fasilitas dan Pertumbuhan

Masing-masing point diatas dapat diuraikan menjadi lebih kompleks sebagaimana tercantum dibawah ini :

1. Kepribadian dipengaruhi oleh :
- Sikap dan tingkah laku
- Latar Belakang pendidikan
- Kondisi Lingkungan
- Bakat dan Bawaan
- Iman seseorang
- Ditambah faktor-faktor lainnya.

2. Motivasi dipengaruhi oleh :
- Tingkat pendidikan
- Tingkat kemampuan ekonomi
- Gaya hidup dan nilai - nilai yang dianut
- Tekanan dari pihak - pihak eksternal
- Persepsi individu
- Dan faktor lain

3. Fasilitas dan Pertumbuhan ditunjang oleh :
- Tingkat kemajuan kehidupan
- Trend kebutuhan yang ada
- Peluang dan keterbatasan sumber
- Kepercayaan pihak eksternal
- Subsidi pemerintah
- faktor lain-lain

Sejak dikenal pertama kali , kewirausahaan telah berjasa banyak bagi perekonomian dan kualitas hidup umat manusia . Kewirausahaan telah menciptakan produk dan jasa baru , lapangan kerja baru , jalur distribusi baru , aspek-aspek manfaat  sosial baru , mobilisasi dan inovasi atas produktivitas masyarakat , serta metode-metode baru dalam teknologi berproduksi.

Kewirausahaan dapat pula diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan dan sistem seperti : pendidikan , militer , politik , budaya , administrasi , selain dalam bisnis. Tujuan yang hendak dicapai ialah penciptaan sesuatu yang lebih baik  , lebih efisien , lebih taktis dan segala yang lebih dari yang telah ada .

Sebagai suatu ilmu yang dapat dipelajari , Karl H. Vesper dalam bukunya Small Business and Entrepreneurship membagi-bagi subyek dari kewirausahaan menjadi 11 bidang penelitian yang meliputi :

1. Economic of  Entrepreneurship.
Meneliti dampak-dampak ekonomi dari kegiatan - kegiatan yang dilakukan oleh wirausaha.

2. Psychology  of Entrepreneurship.
Mempelajari kesuksesan wirausaha dengan meneliti sikap , motivasi , kepribadian , daya intelektual , dan sebagainya .

3. Sociology of Entrepreneurship.
Meneliti bagian wirausaha mencapai sukses sebagai akibat pengaruh dari aspek-aspek sosial dan budaya masyarakatnya serta peran agama tertentu.

4. Small Business Management
Mempelajari dan meneliti manajemen  pengusaha kecil.

5. Fostering Entrepreneurship.
Meneliti peran-peran dari berbagai pihak yang mendorong keberhasilan wirausaha , termasuk peran pemerintah.

6. New Venture Entry
Meneliti kemungkinan peluang bagi pengusaha kecil untuk masuk ke dalam bisnis yang berskala lebih besar.

7. Tycon History
Mempelajari kesuksesan wirausaha tingkat internasional yang pernah ada ( misal: Henry ford, Matsushita,Nitisemito,Probosutejo, Pardede dan lainnya.)

8. Minority Enterprise
Mempelajari kesuksesan-kesuksesan bisnis wirausaha dari kelompok minoritas yang umumnya mampu untuk survive.

9. Independent Venture
Meneliti kemandirian usaha dari wirausaha.

10. Corporate Venture
Meneliti wirausaha - wirausaha dan aspek kewirausahaan yang terdapat di dalam perseroan bisnis.

11. Female Entrepreneurship.
Meneliti keberadaan wirausaha wanita yang sukses dan aspek-aspek yang mendukung profesionalisme mereka .

Bagaimana apakah anda sudah paham , mohon maaf apabila ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak, silahkan koment agar kita dapat berbagi ilmu ya kawan . Demikianlah gambaran sekilas tentang Usaha kecil dan kewirausahaan  di Indonesia , semoga bermanfaat dan dapat memajukan perekonomian , terima kasih sampai jumpa lagi *- )

Thursday, 17 March 2016

CARA SUKSES USAHA RETAIL

        Hello Hello dan Hallo apa kabar semua sekalian dimanapun berada baik dipenjuru dunia manapun ? pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan membagikan sedikit pengalaman saya didalam usaha retail dan cara sukses usaha retail itu apa saja , apa itu retail ? banyak sekali definisi - definisi tentang retail dan kalo dijabarkan bisa 30 hari 30 malam untuk menjelaskan , ahk lebay haha , anda boleh cari sendiri atau search digoogle dan cari tau apa itu usaha retail , tapi disini saya akan mengemukakan atau sedikit review salah satu definisi retail menurut Gilbert bahwa retail itu Adalah  "SEMUA usaha Bisnis yang mengarahkan SECARA Langsung kemampuan pemasarannya untuk Memuaskan KONSUMEN Akhir berdasarkan organisasi serta Penjualan Barang dan Jasa SEBAGAI inti Dari Distribusi atau disebut juga jual eceran . ya jual eceran saudara - saudara yang targetnya adalah konsumen paling akhir .



            Dalam membangun suatu usaha retail ini bisa mudah dan bisa saja sulit , banyak orang salah strategi dalam memulai usaha retailnya dan kadang asal - asalan dalam mengawali usahanya tanpa perencanaan yang matang yang pada akhirnya usahanya macet ditengah jalan , kalau sudah macet ya mau gimana lagi gulung tikar alias bangkrut tutup dan rugi pastinya , kasihan banget kan kalo begitu :-( .

Nah untuk itu disini saya akan memberikan tips - tips agar anda tidak mengalami kebangkrutan atau kerugian besar  dalam memulai usaha anda  , langsung saja kita simak : 

Berdoa memang kelihatannya hal sepele , tapi ini sebenarnya sangat penting . manusia bisa memiliki kemampuan , kecerdasan untuk berpikir dan bekal ilmu untuk memulai sesuatu usahanya , bahkan modal yang lebih dari cukup , tapi semua itu bisa tidak ada gunanya jika Tuhan tidak memberikan jalan untuk memberi menuju KESUKSESAN , jalan kita dalam usaha retail akan dipenuhi banyak masalah dan rintangan , bahkan meskipun sukses usaha retail anda bisa tidak berkah dan banyak mendapatkan musibah , musibah banyak sekali macamnya bisa bencana alam , kebakaran , pencurian perampokan dan lain-lain banyak sekali macamnya . Berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa juga bisa membuat pikiran terbuka , diberi jalan kemudahan dan kelancaran serta berkah terhindar dari musibah , jangan datang ke dukun lho ya agar dagangannya laris :-) .

2. Siapkan Perencanaan dan Gambaran Usaha
Tahap kedua ini kita harus mempunyai Rencana , benar-benar rencana yang matang , yang benar-benar siap agar usaha retail kita nantinya bisa lancar sesuai dengan rencana yang kita buat , dan gambaran yang saya maksut adalah suatu khayalan atau angan-angan bagaimana bentuk usaha retail kita , baik itu tempatnya , lay out tempat usahanya , bagaimana bentuk pelayanannya nanti baik itu pelayanan langsung atau tidak langsung serta barang apa saja yang akan kita jual , dan jangan lupa pula promosi sebagai jurus andalan , semua itu harus benar-benar kita rencanakan dan angankan sebagai gambaran .

3. Pilih Lokasi yang Tepat
Nah kawan kawan pada tahap ini juga perlu diperhatikan , bagaimana sih memilih lokasi yang tepat itu ?  banyak sekali pengusaha retail yang berhasil mendapatkan lokasi yang tepat dan banyak juga pula yang gagal , kadang memilih lokasi asal-asalan juga bisa berhasil tapi banyak juga yang gagal , nah untuk meminimalisir kegagalan cobalah tips berikut ini :
a). Pilih Lokasi paling dekat dengan perkampungan , perumahan elit , perkantoran atau tempat pariwisata dan traffic kendaraan bagus bukan jalur cepat , pilihlah lokasi diantara itu agar mudah untuk dapat menggali potensi serta dapat memaksimalkan kekuatan dari usaha retail anda nantinya .
b.) Cek Kompetitor
Kita harus cek kompetitor dilokasi yang akan kita bangun nantinya , yang perlu kita cek antara lain :
1. Tampilan Tokonya
2. Harga
3. Pelayanan
4. Kebersihan
5. Variasi Barang
dari 5 macam faktor tersebut kita sudah bisa mengungguli dan mengetahui kekuatan apa yang kita miliki dan kelemahan apa nantinya yang bisa kita perbaiki untuk usaha yang kita bangun nantinya , dan cek kompetitor ini bisa kita lakukan secara berkala tidak hanya pada saat akan membangun usaha.
c.) Survey Penduduk Sekitar
Pada tahap ini kita akan melakukan survey ke penduduk sekitar dimana lokasi usaha retail kita akan dibuka , survey ini antara lain untuk mengetahui seberapa besar minat penduduk untuk datang dan membeli pada usaha retail yang akan kita bangun kelak .

4. Pilih Suplayer yang tepat
Suplayer yang tepat disini maksutnya adalah suplayer yang mempunyai harga yang relatif  rendah dan konsisten dalam menyuplay barang untuk usaha retail kita nantinya .

5. Tampilan toko dan Barang
Untuk tampilan toko retail sebaiknya gunakan warna yang menarik dan mempunyai nama yang mudah diingat , lampu yang terang dimalam hari dan neonbox yang menarik , untuk penataan barangnya juga perlu diperhatikan , bagaimana tata letak barang yang mudah dijangkau tangan konsumen dan pengelompokan barang yang sesuai , misalnya minuman bersoda dengan minuman bersoda , minuman teh dengan teh , susu balita berdekatan dengan popok bayi dan lainnya pula. Serta tidak lupa pula variasi produk pada usaha retail kita nantinya agar konsumen bisa memilih bermacam-macam barang serta tidak kecewa dengan mendapatkan apa yang konsumen butuhkan dan inginkan.

6. Pelayanan

Pelayanan ini terbagi dalam 2 macam yaitu pelayanan langsung dan pelayanan tidak langsung :
a). Pelayanan Langsung ini misalnya senyuman dan sapaan yang ramah kepada konsumen , penawaran bantuan seperti bantuan membawakan belanjaan yang banyak , bantuan menunjukkan letak barang yang dibutuhkan konsumen , bantuan menjelaskan tentang informasi kegunaan barang dan masih banyak lagi yang lainnya.
b). Pelayanan Tidak Langsung ini meliputi dari segi kebersihan toko retail , kebersihan barang , kerapian barang dan model penataan barang , kesejukan ruangan , penampilan pelayan konsumen yang menarik dan masih banyak lagi yang lainnya .

Nah demikian sedikit Cara-cara dari saya semoga bermanfaat , mohon koment agar kita dapat berbagi ilmu ya teman-teman ,  salam sukses terima kasih sudah berkunjung :-)