Monday, 22 August 2016

PENGELOLAAN SALURAN DISTRIBUSI

       Selamat malam teman-teman semua , berjumpa kembali dengan saya selaku admin di blog yang saya cintai ini , setelah tadi saya share artikel tentang  PENGGOLONGAN PENGECER ,kali ini saya share artikel masih tentang Struktur Distribusi yaitu PENGELOLAAN SALURAN DISTRIBUSI   , cukup penting menurut saya untuk share artikel ini untuk menambah wawasan kita , mari langsung saja kita simak berikut ini : 


Ada beberapa alternatif saluran yang dapat dipakai. Biasanya, alternatif saluran tersebut didasarkan pada golongan barang konsumsi dan barang industri.

Dalam penyaluran barang konsumsi yang ditujukan untuk pasar konsumen, terdapat lima macam saluran. Pada setiap saluran, produsen mempunyai alternatif yang sama untuk menggunakan kantor dan cabang penjualan. selanjutnya, produsen dapat menggunakan lebih dari satu pedagang besar, sehingga barang-barang dapat mengalir dari satu pedagang besar ke pedagang besar lainnya. Jadi, dalam hal ini terdapat dua jalur perdagangan besar. Adapin macam-macam saluran distribusi barang konsumsi adalah :

1. Produsen - Konsumen
    Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen, tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah kerumah). Oleh karena itu saluran ini disebut sebagai saluran distribusi langsung.

2. Produsen - Pengecer - Konsumen
    Seperti halnya dengan jenis saluran yang pertama (Produsen - Konsumen), saluran ini juga disebut sebagai saluran distribusi langsung. Disini, Pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen. Ada pula beberapa produsen yang mendirikan toko pengecer sehingga dapat secara langsung melayani konsumen. Namun alternatif yang terakhir ini tidak umum dipakai.

3. Produsen - Pedagang Besar - Pengecer - konsumen
    Saluran distribusi semacam ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional. Disini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah yang besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

4. Produsen - Agen - Pengecer - konsumen
    Disini, produsen memilih agen (agen penjualan atau agen pabrik) sebagai penyalurnya. Ia hanya menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5. Produsen - Agen - Pedagang Besar - Pengecer - Konsumen
    Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlibat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.



Karena Karakteristik yang ada pada barang industri berbeda dengan barang konsumsi, maka saluran distribusi yang dipakainya juga sedikit berbeda. Seperti halnya pada saluran distribusi barang konsumsi, saluran distribusi untuk barang industri juga mempunyai kemungkinan/kesempatan yang sama bagi produsen untuk menggunakan kantor dan cabang penjualan. Kantor dan cabang penjualan ini dipakai untuk mencapai lembaga distribusi berikutnya. Ada empat macam saluran yang dapat digunakan untuk mencapai pemakai industri. Keempat macam saluran distribusi tersebut adalah :

1. Produsen - Pemakai Industri
    Saluran distribusi dari produsen ke pemakai industri ini merupakan saluran yang paling pendek, dan disebut sebagai saluran distribusi langsung. Biasanya saluran distribusi langsung ini dipakai oelh produsen bilamana transaksi penjualan kepada pemakai industri relatif cukup besar. Saluran distribusi semacam ini cocok untuk barang-barang industri seperti : Lokomotif, kapal, pesawat terbang, dan sebagainya (yang tergolong jenis instalasi)

2. Produsen - Distributor Industri - Pemakai Industri
    Produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan accessory equipment kecil dapat menggunakan distributor industri untuk mencapai pasarnya. Produsen lain yang dapat menggunakan distributo industri sebagai penyalurnya, antara lain : produsen bahan bangunan, produsen alat-alat untuk pembangunan, produsen alat pendingin udara (A.C), dan sebagainya.

3. Produsen - Agen - Pemakai Industri
    Biasanya saluran distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran. Juga perusahaan yang ingin memperkenalkan barang baru atau ingin memasuki daerah pemasaran baru, lebih suka menggunakan agen.

4. Produsen - Agen - Distributor Industri - Pemakai Industri
    Saluran distribusi ini dapat digunakan oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain bahwa unit penjualannya terlalu kecil untuk dijual secara langsung. Selain itu, faktor penyimpanan pada saluran perlu dipertimbangkan pula. Dalam hal ini agen penunjang seperti agen penyimpanan sangat penting peranannya.



Produsen harus memperhatikan berbagai macam faktor yang sangat berpengaruh dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor- faktor tersebut antara lain menyangkut : (1) Pertimbangan Pasar, (2) Perimbangan Barang, (3) Pertimbangan Perusahaan, dan (4) Pertimbangan Perantara.

1. PERTIMBANGAN PASAR

Karena saluran distribusi sangat dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, maka keadaan pasar ini merupakan faktor penentu dalam pemilihan saluran. Beberapa Faktor pasar yang harus diperhatikan adalah : (a) Konsumen atau pasar industri, (b) jumlah pembeli potensial, (c) konsentrasi pasar secara geografis, (d) jumlah pesanan, dan (e) kebiasaan dalam pembelian.

a. Konsumen atau pasar industri
   Apabila pasarnya berupa pasar industri, maka pengecer jarang atau bahkan tidak pernah digunakan dalam saluran ini. Jika pasarnya berupa konsumen dan pasar industri, perusahaan akan menggunakan lebih dari satu saluran.

b. Jumlah pembeli potensial
    Jika jumlah konsumen relatif kecil dalam pasarnya, maka perusahaan dapat mengadakan penjualan secara langsung kepada pemakai.

c. Konsentrasi pasar secara geografis
   Secara geografis pasar dapat dibagi ke dalam beberapa konsentrasi seperti industri tekstil, industri kertas, dan sebagainya. Untuk daerah konsentrasi yang mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi maka perusahaan dapat menggunakan distributor industri.

d. Jumlah pesanan
   Volume penjualan dari sebuah perusahaan akan sangat berpengaruh terhadap saluran yang dipakainya. Jika volume yang dibeli oleh pemakai industri tidak begitu besar atau relatif kecil, maka perusahaan dapat menggunaka distributor industri (untuk barang barang jenis perlengkapan operasi).

e. Kebiasaan dalam pembelian
   Kebiasaan membeli dari konsumen akhir dan pemakai industri sangat berpengaruh pula terhadap kebijaksanaan dalam penyaluran. Termasuk dalam kebiasaan membeli ini antara lain :
   * kemauan untuk membelanjakan uangnya
   * tertariknya pada pembelian dengan kredit
   * lebih senang melakukan pembelian tidak berkali-kali.
   * tertariknya pada pelayanan penjual


2. PERTIMBANGAN BARANG

Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dari segi barang antara lain : (a) nilai unit, (b) besar dan berat barang, (c) mudah rusaknya barang, (d) sifat teknis, (e) barang standard dan pesanan, (f) luasnya product line.

a. Nilai unit
   Jika nilai unit dari barang yang dijual relatif rendah maka produsen cenderung untuk menggunakan saluran ditribusi yang panjang. Tapi sebaliknya, jika nilai unitnya relatif tinggi maka saluran distribusinya pendek atau langsung.

b. Besar dan berat
    Menejemen harus mempertimbangkan ongkos angkut dalam hubungannya dengan nilai barang secara keseluruhan dimana besar dan berat barang sangat menentukan. Jika ongkos angkut terlalu besar dibandingkan dengan nilai barangnya sehingga terdapat beban yang berat bagi perusahaan, amaka sebagian beban tersebut dapat dialihkan kepada perantara. Jadi, perantara ikut menanggung sebagian ongkos angkut.

c. Mudah rusaknya barang
   Jika barang yang dijual mudah rusak maka perusahaan tidak perlu menggunakan perantara. Jika ingin menggunakannya maka harus dipilih perantara yang memiliki fasilitas penyimpanan yang cukup baik.

d. Sifat Teknis
    Beberapa jenis barang industri seperti instalasi biasanya disalurkan secara langsung kepada pemakai industri. Dalam hal ini prosdusen harus mempunyai penjual yang dapat menerangkan berbagai masalah teknis penggunaan dan pemeliharaannya. Mereka juga harus dapat memberikan pelayanan baik sebelum maupun sesudah menjual,. Pekerjaan seperti ini jarang sekali atau bahkan tidak pernah dilakukan oleh pedagang besar / grosir.

e. Barang standard dan pesanan
    Jika barang yang dijual berupa barang standard maka dipelihara sejumlah persediaan pada penyalur. Demikian pula sebaliknya, kalau barang yang dijual berupa pesanan maka penyalur tidak perlu memelihara persediaan.

f. Luasnya product line
   Jika perusahaan hanya membuat satu macam barang saja, maka penggunaan pedagang besar sebagai penyalur adalah baik. Tetapi, jika macam barangnya banyak maka perusahaan dapat menjual langsung kepada para pengecer.


3. PERTIMBANGAN PERUSAHAAN

Pada segi perusahaan beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :

a. Sumber pembelanjaan
   Penggunaan saluran distribusi langsung atau pendek biasanya memerlukan jumalah dana yang lebih besar. Oleh karena itu, saluran distribusi pendek ini kebanyakan hanya dilakukan oleh perusahaan yang kuat dalam bidang keuangannya. Perusahaan yang tidak kuat kondisi keuangannya akan cenderung menggunakan saluran distribusi panjang.

b. Pengalaman dan kemampuan menejemen.
   Biasanya, perusahaan yang menjual barang baru, atau ingin memasuki pasaran baru, lebih suka menggunakan perantara. Hal ini disebabkan karena umumnya para perantara sudah mempunyai pengalaman, sehingga menejemen dapat mengambil pelajaran dari mereka.

c. Pengawasan saluran
   Faktor pengawasan saluran kadang-kadang menjadi pusat perhatian produsen dalam kebijaksanaan saluran distribusinya. Pengawasan akan lebih mudah dilakukan bilaman saluran distribusinya pendek. Jadi, perusahaan yang ingin mengawasi penyaluran barangnya cenderung memilih saluran yang pendek walaupun ongkosnya tinggi.

d. Pelayanan yang diberikan oleh penjual
   Jika produsen mau memberikan pelayanan yang lebih baik seperti membangun etalase (ruang peragaan) , mencarikan pembeli untuk perantara, maka akan banyak perantara yang bersedia menjadi penyalurnya.


4. PERTIMBANGAN PERANTARA

Pada segi perantara, beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :

a. Pelayanan yang diberikan oleh perantara
    Jika perantara mau memberikan pelayanan yang lebih baik, misalnya menyediakan fasilitas penyimpanan, maka produsen akan bersedia menggunakannya sebagai penyalurnya.

b. Kegunaan perantara
   Perantara kana digunakan sebagai penyalur apabila ia dapat membawa barang produsen dalam persaingan, dan selalu mempunyai inisiatif memberikan usul tentang barang baru.

c. Sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen
   Kalau perantara bersedia menerima resiko yang dibebankan oleh produsen, misalnya resiko turunnya harga, maka produsen dapat memilihnya sebagai penyalur. Hal ini dapat memperingan tanggungjawab produsen dalam menghadapi berbagai macam resiko.

d. Volume penjualan
    Dalam hal ini, produsen cenderung memilih perantara yang dapat menawarkan barangnya dalam volume yang besar untuk jangka waktu yang lama.

e. Ongkos
   Jika ongkos dalam penyaluran barang dapat lebih ringan dengan digunakan perantara, maka hal ini dapat dilaksanakan terus.




Beberapa masalah khusus dalam penyaluran barang akan dijumpai oleh perusahaan yang menjual barang baru (barang yang tidak mempunyai hubungan dengan barang yang ada atau barang yang jenisnya berbeda). Perusahaan baru dengan barang baru atau perusahaan baru dengan barang yang sudah ada juga akan mengalami hal yang sama. Dalam mengambil keputusan untuk memilih saluran distribusinya, menejemen harus memperhatikan beberapa faktor penting karena mempunyai pengaruh yang besar. Faktor-faktor tersebut adalah :

* Barunya barang yang dipasarkan dan besarnya keinginan pembeli yang dapat direalisasi. Pada umumnya, dalam pemasaran barang baru selalu membutuhkan usaha-usaha pengenalan (promosi) yang intensif dan biayanya cukup besar. Oleh karena itu, produsen akan lebih suka menggunakan penyalur yang bersedia menanggung sebagian dari usaha tersebut. Ada pula pedagang yang tidak bersedia melakukannya, tetapi dipakai juga sebagai penyalur. Hal ini disebabkan karena mereka bersedia mendorong penjualan untuk mendapat penghasilan yang lebih besar. Penyalur tersebut juga diharapkan dapat selalu memberikan informasi tentang pembeli kepada produsen karena mereka mempunyai hubungan langsung dengan pasarnya.

* Produsen dapat menjumpai kesulitan dalam penentuan saluran yang dibutuhkan hanya karena perantara tidak bersemangat dalam menjual barang-barangnya. Jika terjadi keadaan seperti ini, maka produsen harus menggunakan beberapa saluran, sehingga kekurangan yang ada pada satu saluran dapat ditutp oleh saluran yang lain.



Produsen dapat menggunakan beberapa saluran (juga disebut ditribusi ganda) untuk mencapai pasar yang berbeda. Hal ini dilakukan apabila produsen menjual :

1. Barang yang sama (seperti alat-alat olahraga, mesin tulis) kepasar konsumen dan pasar industri sekaligus.
2. Barang-barang yang tidak ada kaitannya sama sekali (seperti : obat-obatan dan pakaian jadi).

Saluran distribusi ganda ini sering juga dipakai untuk mencapai pasar yang sama meskipun ada beberapa perbedaan, terutama dalam (a) jumlah pembeli, atau (b) kepadatan pasarnya. Produsen makanan akan menjual barangnya secara langsung kepada toko-toko makanan yang besar, tetapi untuk mencapai toko yang lebih kecil ia menggunakan saluran lain seperti pedagang besar. Produsen mesin industri dapat menggunakan tenaga penjualannya untuk menjual secara langsung kepada pembeli (pemakai) di pasar yang sifatnya memusat. Dari segi lain dapat pula menggunakan agen pabrik untuk mencapai pembeli -pembeli yang lebih jarang atau tidak begitu padat.

Adanya saluran ganda ini dapat menciptakan saluran yang bersaingan dari satu produsen. Di samping itu, produsen tidak perlu menggantungkan kegiatan penyalurannya pada satu penyalur atau penyalur tertentu. Produsen juga lebih leluasa untuk mencapai konsumen akhir dengan mendirikan toko pengecer sendiri.




Setelah produsen menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, masalah yang dihadapi berikutnya adalah masalah penentuan jumlah perantara (intensitas distribusi) untuk ditempatkan sebagai perantara pada tingkat perdagangan besar dan/atau perdagangan eceran. Dalam hal ini, produsen mempunyai tiga alternatif yang dapat ditempunh, yaitu :

1. DISTRIBUSI INTENSIF

    Disini perusahaan berusaha menggunakan jumlah penyalur (terutama pengecer) sebanyak mungkin untuk mencapai konsumen, agar kebutuhan mereka cepat terpenuhi. Biasanya pasar yang dilayani cukup luas. semakin banyak menggunakan penyalur, semakin tinggi pula biayanya terutama biaya promosi dan biaya distribusi fisik. barang yang disalurkan melalui distribusi intensif ini adalah :

   * Barang konsumsi jenis konvenien
   * Barang jenis perlengkapan operasi, atau barang-barang standard yang lain seperti : obeng, minyak      pelumas dan sebagainya.

   Jika pasar yang dilayani sangat luas maka jumlah penyalur yang digunakan tidak hanya pada tingkat perdagangan eceran saja, tetapi juga pada tingkat perdagangan besar.

2. DISTRIBUSI SELEKTIF
   
    Produsen yang menggunakan distribusi selektif ini berusaha memilih sejumlah pedagang besar dan/atau pengecer yang terbatas dalam daerah geografis tertentu. Biasanya saluran ini dipakai untuk memasakan barang baru, barang shopping atau barang spesial, dan barang industri jenis accesory equipment. Perusahaan dapat beralih ke distribusi selektif apabila hal ini dipandang lebih menguntungkan daripada distribusi intensif. Sehingga jumlah penyalur yang digunakannya menjadi lebih sedikit. Tentu saja mereka yang dipilih atau dipertahankan adalah penyalur yang betul-betul baik dan mampu melaksanakan fungsinya.

3 DISTRIBUSI EKSKLUSIF

  Distribusi Eksklusif dapat dilakukan oleh produsen dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer di daerah tertentu. Jadi, produsen hanya menjual barangnya kepada satu pedagang besar atau satu pengecer saja. Pada umumnya, distribusi eksklusif ini dipakai :

a. Untuk barang-barang spesial
b. Bilamana penyalur bersedia memelihara persediaan dalam jumlah besar, sehingga pembeli lebih           leluasa dalam memilih barang yang akan dipilihnya.
c. Bilamana barang yang dijual memerlukan pelayanan sesudah penjualan, berupa pemasangan,               reparasi, dan sebagainya. Barang-barang yang tergolong memerlukan pelayanan atau servis                 sesudah penjualan ini antara lain : Mesin-mesin pertanian, alat-alat bangunan.

Bagaimana teman-teman , sudah mulai bisa dipahami ?? saya berharap sedikit artikel yang saya share ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua , terima kasih sudah berkunjung sampai jumpa lagi 

Sunday, 21 August 2016

PENGGOLONGAN PENGECER

             Selamat pagi semua , selamat beraktivitas . setelah kemaren - kemaren saya share Saluran distribusi dan Pasar pengecer  , kali ini saya akan share lagi yaitu tentang Penggolongan pengecer , masih dalam lingkup yang sama oke , langsung saja kita simak .

Pengecer dapatt digolongkan berdasarkan : 
1). ukuran toko
2). banyaknya product line
3). lokasi geografis
4). bentuk pemilikan
5). metode operasinya

mari kita bahas satu - persatu oke :

1). Ukuran Toko

        Untuk mengetahui ukuran toko dapatlah dilihat volume penjualannya , sehingga masing-masing pengecer mempunyai ukuran yang berbeda -beda dengan masalah - masalah menejemen yang berbeda-beda pula. Kegiatan-kegiatan seperti promosi , pembelanjaan , pembelian , personalia, dan pengawasan biaaya dipengaruhi oleh besarnya volume penjualan toko tersebut.

        Berdasarkan ukuran tokonya, pengecer digolongkan ke dalam dua golongan , yaitu :     
           * Pengecer Kecil (small scale retailer).
           * Pengecer Besar (large scale retailer).

        Posisi persaingan diantara kedua pengecer tersebut dapat dinilai menurut faktor faktor berikut :

a. Pembagian tenaga kerjanya
   Dalam hal ini Pengecer Besar mampu mempekerjakan tenaga kerja spesialis misalnya untuk bagian pembelian, promosi dan akuntansi. sedangkan pada pengecer kecil tidaklah demikian. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan Dana yang lebih kecil.

b. Fleksibilitas operasinya 
    Pada umumnya, toko-toko kecil menjalankan prakter manajemen yang lebih fleksibel dibandingkan dengan toko-toko besar. Di samping jumlah tenaga kerjanya lebih sedikit, juga beberapa fungsi dipegang oleh satu orang (pimpinan).

c. Daya Beli
    Pengecer besar memiliki daya beli yang lebih besar dibandingkan dengan pengecer kecil. Semakin besar Daya beli mereka, semakin besar pula jumlah yang nungkin mereka beli, sehingga dapat memperoleh potongan yang lebih besar dalam pembelian barang yang akan dijualnya.

d. Periklanan
    Dalam hal periklanan, toko-toko besar dapat menggunakannya secara lebih efektif dibandingkan dengan toko-toko kecil.

e. Merk pengecer
    Pengecer besar mempunyai posisi yang lebih baik dalam mengembangkan dan mempertahankan merknya.

f. Kemampuan keuangan
   Biasanya pengecer besar mempunyai posisi keuangan yang lebih baik. Mereka lebih mudah memperoleh dana dari pemilik (penanam modal) atau Kreditur. Karena posisi keuangannya kuat maka memungkinkan bagi mereka untuk memberikan potongan tunai kepada pembeli. disamping itu mereka dapat memperoleh kepercayaan dalam penyaluran barang dari produsen.

g. Integrasi horizontal dan vertikal.
    Kadang-kadang dapat terjadi bahwa fungsi perdagangan besar dilakukan oleh pengecer besar; bahkan kegiatan pemasaran produsen dapat dilakukannya. Hal ini akan menimbulkan adanya Integrasi vertikal. Jika pengecer besar tersebut menjual barang yangh dihasilkan oleh beberapa produsen dengan merk yang berbeda-beda, maka akan terjadi integrasi horizontal.

h. Biaya operasi
    Secara umum, pengecer besar mempunyai perbandingan biaya operasi yang lebih besar daripada pengecer kecil. Pengecer besar mempunya persentase  yang lebih besar dalam biaya-biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja selain penjual.

i. Pengujian, inovasi, dan riset pemasaran.
   Karena mempunyai kemampuan keuangan yang lebih besar, maka pengecer besar lih mampu mengadakan pengujian barang, inovasi, dan riset pemasaran.

j. Pertimbangan hukum
   Dari segi hukum, sering pengecer tidak dapat secara bebas menentukan harga jualan eceran barang hasil produsennya. Hal ini disebabkan karena adanya suatu peraturan atau perjanjian yang menetapkan Harga minimum pada tingkat pengecer.



2). Banyaknya Product Line
     
     Cara lain untuk menggolongkan pengecer adalah dengan mendasarkan pada banyaknya product line. Menurut banyaknya product line, toko toko atau pengecer dapat digolongkan kedalam :(a) General merchandise store, (b) single-line store, dan (c) specialty store.

a. General merchandise store
    General merchandise store adalah sebuah toko yang menjual berbagai macam barang atau berbagai macam product line. Jenis toko yang dapat dimasukkan ke dalam general merchandise store ini adalah toko serba ada (department store). Barang-barang yang dijual antara lain berupa : alat-alat olahraga, pakaian jadi, sepatu, alat-alat listrik, alata-alat rumahtangga, kosmetik, alat-alat tulis, dan sebagainya.

b. Single-line store
    Penggolongan ini dihubungkan dengan kelompok barang barang yang dijual (jenis product line-nya). Termasuk ke dalam jenis ini antara lain : toko makanan, toko mebel, toko bahan-bahan bangunan, toko alat-alat olahraga, dan sebagainya. Ada juga yang menggolongkannya kedalam toko barang-barang untuk wanita dan toko barang-barang untuk pria. Jadi, mereka hanya menjual product line tunggal.

c. Specialty store
    Disini barang yang dijualnya lebih terbatas, hanya meliputi sebagian product line saja (barang konvenien atau barang shopping saja). Misalnya : toko tembakau, toko roti, toko sepatu pria, dan sebagainya. Jadi, specialty store ini tidak selalu menjual barang spesial saja, tetapi juga yang lain.



3). Lokasi Geografis

     Penggolongan pengecer menurut lokasi geografis ini mempunyai hubungan dengan pola pembelian konsumen. Secara umum dapat dikatakan bahwa perdagangan eceran ini lebih mengelompok dibandingkan dengan penyebaran penduduk. Analisa lokasi geografis ini dapat dipakai untuk mengadakan penilaian terhadap pasar potensial secara regional dari beberapa macam barang. Berdasarkan lokasi geografisnya, pengecer dibagi ke dalam :

     a. Pengecer yang berada di desa
     b. Pengecer yang berada di kota



4). Bentuk Pemilikan

     Berdasarkan bentuk pemilikannya pengecer dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu : (a) toko berangkai dan (b) toko independen.

a). Toko berangkai

Toko berangkai  (corporate chain store) ini merupakan beberapa toko yang berada dalam satu organisasi , yang dimiliki oleh sekelompok orang . Masing - masing toko menjual product line yang sama , dan struktur distribusinya juga sama .

b). Toko independen

Dalam toko independen (independent store) ini pemilik mempunyai kebebasan yang lebih besar dalam menentukan kebijaksanaan dan strateginya . Hal ini disebabkan karena pemilik toko , juga sebagai pimpinannya , bukanlah sekelompok orang sehingga usahanya diusahakan sendiri , tidak tergantung pada orang lain .

5) Metode Operasinya 

    Menurut metode operasinya , perdagangan eceran ini dapat digolongkan ke dalam 2 golongan yaitu :

a). Perdangan eceran dalam toko ( in-store retailing ) , meliputi : 
- perdangan eceran dengan servis penuh 
- perdangan eceran supermarket
- perdangan eceran dengan potongan.

b). Perdangan eceran tanpa toko (non-store retailing) , meliputi :
- penjualan melalui pos
- penjualan melalui mesinn otomatis
- penjualan melalui tenaga penjualan

yuk disimak berikut ini : 

a). Perdagangan eceran dengan servis penuh

Perdagangan eceran dengan servis penuh (full-service retailing) ini memerlukan kecakapan, demontrasi atau penerangan dari penjual dalam penjualan barangnya kepada konsumen. Jadi, penjual tidak hanya sekedar menjualan barangnya saja. Karena penjualan ini dilakukan di dalam toko, maka konsumen yang menginginkan suatu barang harus datang ketoko tersebut.

b). Perdagangan eceran supermarket

Pada umumnya, barang yang diperdagangkan dalam supermarket berupa makanan dan minuman. Tetapi sekarang banyak pengecer supermarket yang menjual barang-barang lain seperti sabun mandi, sikat gigi, obat pembasmi serangga, kertas tisu, dan sebagainya.
Adapun kebijaksanaan dan strategi yang dilakukan oleh supermarket adalah : Pertama, toko-toko ini menjual barang dengan menggunakan dasar "melayani sendiri" (self service), di samping juga menawarkan jasa seperti kredit atau penghantaran. Kedua, Pelayanan yang terbatas ini dikombinasikan dengan tenaga beli yang besar dan kemauan unruk menentukan persentase marjin laba rendah. dengan marjin laba yang rendah memungkinkan bagi mereka untuk menjual dengan harga yang rendah.

c. Perdagangan eceran dengan potongan

Termasuk ke dalam perdagangan eceran dengan potongan (discount retailing) ini adalah toko-toko pengecer yang memperoleh potongan atas barang-barang yang dibelinya untuk dijual lagi kepada konsumen. Kebijaksanaan demikian ini dipakai oelh konsumen dalam menyeragamkan harga barang yang dijualnya. Kadang-kadang pengecer memperoleh persentase potongan yang cukup besar untuk jenis barang yang berharga tidak mahal; dan pengecer yang diberi tanggungjawab ikut mempromosikan barang tersebut didaerahnya.

d. Penjualan melalui tenaga di luar toko

Salah satu metode perdagangan eceran adalah jual-beli barang di rumah pembeli atau ditempat lain diluar toko. Cara ini disebut "penjualan dari pintu ke pintu atau dari rumah ke rumah" , dan dapat dilakukan oleh produsen maupun oleh pengecer.
Misalnya "Unilever" menawarkan sabun mandi "LUX Berhadiah" secara langsung kepada konsumen dirumah.
Penjualan di rumah ini akan lebih memikat konsumen untuk membeli barang yang ditawarkannya, karena pembeli tidak perlu bersusah payah mencari barang yang sama ditoko; bahkan pembeli dapat memperoleh potongan harga.

e. Penjualan tanpa tenaga penjualan, tanpa toko

Dua bentuk lain dari perdagangan eceran tanpa toko yang tidak menggunakan tenaga penjualan sebagai penghubung langsung antara penjual dan pembeli (disebut nonstrore, nonpersonal selling) adalah (1) Penjualan melalui pos, (2) penjualan dengan mesin otomatis

(1). Penjualan melalui pos (Mail-order selling)
      Dalam Penjualan melalui pos ini konsumen dapat : (a) membeli barang yang terdapat dalam katalog, (b) mengirim pesanan barang yang diiklankan atau (c) mengisi formulis pesanan yang diterima secara langsung melalui pos. Untuk membuat katalog diperlukan biaya yang tidak sedikit karena penjual menginginkannya dalam bentuk yang menarik. Setiap kali terjadi perubahan harga dan perubahan jenis barang yang ditawarkan, maka katalog tersebut juga harus diubah. Di samping itu, perubahan tersebut perlu secepatnya diberitahukan kepada konsumen.

(2). Penjualan dengan mesin otomatis (automatic vending machine)
      Penjualan dengan mengginakan mesin otomatis ini dapat diterapkan untuk jenis barang yang relatif kecil bentuknya seperti permen, minuman dalam botol, dan sebagainya. dengan menggunakan uang logam berukuran tertentu (disebut coint), pembeli akan mendapatkan barang tersebut keluar dari mesin otomatis. Baranng yang dijual biasanya mempunyai Mark up dan nilai per unit rendah. Penjual yang menggunakan mesin ini memandang bahwa biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikannya adalah lebih rendah daripada menjual melalui toko.

Nah demikian tadi yang dapat saya share kali ini , semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita , terima kasih sudah berkunjung sampai jumpa lagi

Saturday, 20 August 2016

SALURAN DISTRIBUSI DAN PASAR PENGECER

        Selamat pagi teman-teman semua , apa kabarmu hari ini ??? baik-baik saja saya harap , oke kemaren saya selaku admin sudah share artikel yaitu tentang SISTEM HARGA , apakah sudah anda aplikasikan kedalam bisnis anda ? dan bagaimana hasilnya ? semoga sukses selalu kedepannya untuk anda ya .

          Nah pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi lagi artikel yaitu tentang SALURAN DISTRIBUSI DAN PASAR PENGECER . langsung saja kita simak berikut ini :

A . PENGERTIAN SALURAN DISTRIBUSI

    Setelah barang selesai dibuat dan siap untuk dipasarkan , tahap berikutnya dalam proses pemasaran adalah menetukan metode dan rute yang dipakai untuk menyalurkan barang tersebut ke pasar . Hal ini menyangkut masalah penentuan strategi penyaluran , termasuk pemilihan saluran distribusi , penanganan secara fisik, dan distribusi fisik . Saluran distribusi , kadang-kadang juga disebut saluran perdagangan dapat didefinisikan secara sederhana sebagai berikut : 

Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersbut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri .

Adapun lembaga-lembaga yang ikut ambil bagian dalam penyaluran barang adalah :
1. produsen
2. perantara (pedagang dan agen)
3. konsumen akhir atau pemakai industri

Saluran distribusi ini merupakan suatu struktur yang menggambarkan alternatif saluran yang dipilih , dan menggambarkan situasi pemasaran yang berbeda oleh oleh berbagai macam perusahaan atau lembaga usaha ( seperti produsen , pedagang besar , dan pengecer ) . Hal ini dapat dipertimbangkan sebagai fungsi yang harus dilakukan untuk memasarkan barang secara efektif . Sering pula terjadi persaingan diantara sistem distribusi dari produsen yang berbeda .

Apabila tujuan perusahaan adalah maksimisasi laba,pemilihan saluran pemasaran harus didasarkan pada estimasi tingkat penghasilan yang dapat menutup investasi kapitalnya . Jadi , keputusan tentang investasi perlu juga dipertimbangkan dalam pemilihan saluran .

            Dalamsistem distribusinya , produsen sering menggunakan perantara sebagai penyalurnya. Perantara (midllemen) ini merupakansuatu kegiatan usaha yang berdiri sendiri, berada diantara produsen dan konsumen akhir atau pemakai industri . Mereka memberikan  pelayanan dalam hubungannya dengan pembelian dan atau penjualan barang dari produsen ke konsumen . Penghasilan yang mereka terima juga secara langsung berasal dari transaksi tersebut . Sebuah metode umum untuk menggolongkan perantara adalah dengan dasar barang yang diperdagangkannya.  Dalam hal ini perantara digolongkan ke dalam 2 golongan yaitu : 1. perantara pedagang , dan 2.perantara agen .

1.) Perantara Pedagang

Pada dasarnya , perantara pedagang ( merchant midlleman ) ini beratanggung jawab terhadap pemilikan semua barang yang dipasarkannya . Dalam hubungannya dengan pemindahan milik , kegiatan perantara ini berbeda dengan lembaga-lembaga lain seperti bank , perusahaan asuransi , dan perusahaan angkutan sebab lembaga-lembaga tersbut walaupun ikut membantu proses pemasaran tetapi tidak secara aktif terlibat dalam perjanjian pembelian dan penjualan . Ada dua kelompok yang termasuk dalam perantara pedagan , yaitu : 
a.pedagang besar ( wholesaler)
b.pengecer (retailer)

Tidak menutup kemungkinan bahwa produsen juga dapat bertindak sekaligus sebagai pedagang karena selain membuat barang juga memperdagangkannya .

2.) Perantara Agen

Perantara agen ( agent midlleman) ini tidak mempunyai hak milik atas semua barang yang mereka tangani . Mereka dapat digolongkan kedalam 2 golongan yaitu :
a. Agen penunjang
b. Agen pelengkap

Agen penunjang , secara aktif ikut dalam pemindahan barang - barang dari produsen ke konsumen , seperti : agen pengangkutan ,makelar , dan sebagainya . Sedangkan agen pelengkap tidak secara aktif ikut dalam pemindahan barang - barang tetapi mereka ikut memberikan bantuan serta memperlancar pemindahan tersebut , misalnya : perusahaan asuransi , bank , dan sebagainya .

B. SIFAT PASAR PENGECER
    
     Perdagangan eceran meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi ( bukan untuk keperluan usaha). Namun demikian tidak menutup kemungkinan adanya penjualan secara langsung dengan para pemakai industri karena tidak semua barang industri selalu dibeli dalam jumlah besar. Beberapa perusahaan seperti produsen , pedagang besar , atau toko pengecer yang menjual suatu barang kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi , perlu memperhatikan masalah bagaimana penjualan itu dilakukan (oleh seseorang, dengan telepon ,  atau melalui pos ) . Disamping itu perlu pula memperhatikan masalah dimana penjualan tersebut dilakukan , di tempat penjual , dirumah konsumen , atau ditempat lain .

Jadis secara definitif dapat dikatakan bahwa : 

* Pengecer atau toko pengecer adalah sebuah lembaga yang melakukan kegiatan usaha menjual barang kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi (non bisnis).

Dari definisi tersebut  dapat diketahui bahwa pengecer memberikan pelayanan sebagai titik penghubung antara konsumen akhir dengan anggota saluran distribusi lainnya . Bilamana usaha pengecer kurang berhasil dalam melayani konsumen akhir , makan hal ini sangat berpengaruh terhadap  usaha-usahanya  untuk melayani produsen dan pedagang besar . Dalam hal ini pengecer berusaha untuk : 
1. Mendapatkan kombinasi barang-barang yang dapat memenuhi keinginan konsumen .
2. Menciptakan kegunaan dari barang-barang tersebut pada waktu dibutuhkan.
3. Memberitahu konsumen tentang usahanya melalui promosi .

Pendeknya , pengecer menunjukan faedah waktu , tempat dan pemilikan kepada konsumen. Produsen dan pedagang besar menggunakan pengecer untuk melaksanakan fungsi-fungsi  tersebut antara lain : Perencanaan barang , penetapan harga , distribusi , dan promosi . Kemudian pengecer melayani konsumen dan anggota saluran distribusi lainnya . Apabila seorang pengecer melakukan penjualan barang kepada pemakai industri , biasanya transaksi yang terjadi meliputi jumlah yang besar , bukan eceran . Jika dibandingkan dengan perusahaan pengolahan , pendirian usaha pengeceran ini jauh lebih mudah kerana tidak memerlukan sejumlah dana yang besar untuk membangun pabrik beserta peralatannya . Selain itu usaha untuk mendapatkan ijin usaha juga mudah.

C. DASAR-DASAR EKONOMI YANG DIPAKAI DALAM PERDAGANGAN ECERAN

    Tidaklah sulit bagi seseorang untuk menjalankan kegiatan perdagangan  eceran ini , dan untuk berhentipun juga mudah . Besarnya jasa yang ditawarkan oleh seorang pengecer dapat mempengaruhi keadaan sosial dan ekonominya . Seorang pengecer dapat lebih maju dalam usahanya apabila dia mau bekerja lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya dalam melayani konsumen. Pelayanan kepada konsumen harus diutamakan karena merupakan tanggung jawab primer , sedangkan tanggung jawab sekundernya adalah melayani pedagang besar dan atau produsen . Pada pokoknya , fungsi pengecer adalah memberikan pelayanan kepada konsumen agar pembeliannya dilakukan dengan cara yang semudah mungkin. Pengecer juga bertanggung jawab menyediakan berbagai macam barang yang baik dengan harga layak .  Adapun fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukannya antara lain :
a) Pengangkutan
b) Penyimpanan
c) Pembelanjaan

Pengangkutan dan penyimpanan merupakan fungsi yang dilakukan oleh pengecer untuk menyediakan barang-barang secara cepat bilamana dibutuhkan oleh konsumen . Jadi , dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi tersebut terdapat usaha-usaha untuk menciptakan faedah waktu ( time utility) dan faedah tempat ( place utility) . Sedangkan fungsi pembelanjaan daapt dilakukan dengan menawarkan pembayaran secara kredit kepada konsumen .

                   Sebagai penjual , pengecer ini memberikan saluran bagi produsen dan pedagang besar dalam usahanya untuk mendekati konsumen. Tidak jarang pula mereka ikut melakukan kegiatan periklanan,promosi penjualan,maupun personal selling untuk membantu penyaluran barang-barang produsen . Mereka juga dapat bertindak sebagai orang yang memberikan informasi tentang konsumen kepada produsennya . Informasi tersebut terutama berupa keinginan dan kebutuhan konsumen , sehingga dapat diperkirakan tentang jenis dan jumlah permintaannya. Mereka juga ikut membagi-bagi barang yang dihasilkan oleh produsen ke dalam jumlah dan pack yang lebih kecil sesuai dengan permintaan konsumen, disamping pula membantu dalam penyortiran barang yang dijualnya. Sehingga mereka kadang-kadang harus menanggung resiko yang diakibatkan oleh musim .

                      Jadi secara terperinci fungsi-fungsi yang dilakukan oleh pengecer selain pengangkutan , penyimpanan, dan pembelanjaan adalah
1. Mencari konsumen
2. Menjalankan kegiatan promosi
3. Memberikan informasi
4. Melakukan pengepackan atau pembungkusan
5. Mengadakan penyortiran

Nah sekian dahulu , semoga bermanfaat berjumpa kembali dilain waktu , tetap semangat dan terima kasih 

Wednesday, 17 August 2016

SISTEM HARGA

Hello friends ? how are you today , bagi yang tidak mengerti bahasa inggris , " apa kabarmu hari ini teman-teman ??? " mari kita awali hari dengan semangat ya , jangan lemas dan tak berdaya . 

Bertemu kembali didalam blog ini {Masih} dalam seputar bisnis dan ekonomi tentunya , jika kita membahas tentang bisnis tentu gak ada habisnya teman , karena seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi dunia ini semakin maju , banyak perusahaan dan bisnisman berkembang pesat sukses namun tidak sedikit pula yang bangkrut , failed mennn !!

Nah pada sesi kali ini saya ingin share lagi yaitu " Sistem Harga " , hal ini sangat penting lho jangan sampai disepelekan , anda kalah persaingan harga dengan kompetitor sebelah wah pelanggan anda malah lari semua ke kompetitor sebelah anda , yuk langsung saja kita simak berikut ini : 

Untuk menetapkan tingkat harga tersebut biasaanya dilakukan dengan mengadakan percobaan untuk menguji pasarnya , apakah menerima atau menolak .. tentunya sedih jika harga yang kita tawarkan ditolak pasar ... Apabila konsumen menerima penawaran tersebut , berarti harga yang ditetapkan sudah layak , tetapi jika mereka menolak , biasanya harga tersebut akan diubah dengan cepat . Keputusan tentang penetapan harga tersebut perlu diinterigasikan dengan keputusan tentang barang  . Hal ini disebabkan karena harga merupakan bagian penawaran suatu barang , seperti juga pada kemasan dan merk . Suatu tingkat harga dapat memberikan pengaruh baik didalam perekonomian maupun dalam perusahaan .

1. Dalam Perekonomian
         Harga pasar sebuah barang dapat mempengaruhi tingkat upah , sewa , bunga , dan laba/untung atas pembayaran faktor-faktor produksi ( tenaga kerjaa , tanah , kapital dan kewiraswastaan ) . Dalam cara tersebut harga menjadi suatu pengatur dasar pada sistem perekonomian secara keseluruhan karena mempengaruhi alokasi sumber-sumber yang ada . Suatu tingkat upah yang tinggi dapat menarik tenaga kerja yang lebih banyak tentunya . Begitu pula pada tingkat bunga yang tinggi , akan menarik kapital yang besar .

2. Dalam Perusahaan
          Harga suatu barang atau jasa merupakan penentu bagi permintaan pasarnya . Harga dapat mempengaruhi posisi persaingan perusahaan dan juga mempengaruhi market share-nya . Bagi perusahaan,harga tersebut akan memberikan hasil dengan menciptakan sejumlah pendapatan dan keuntungan bersih . Harga suatu barang juga mempengaruhi program pemasaran perusahaan . Dalam perencanaan barang misalnya , memejemen ingin selalu meningkatkan kualitas barang yang dihasilkan . Keputusan ini dapat dibenarkan hanya apabila pasarnya dapat menerima suatu tingkat harga yang cukup tinggi untuk menutup biaya-biaya dalam meningkatkan kualitasnya .  

B. Pengertian Harga
Dalam teori ekonomi , harga , nilai , dan faedah merupakan istilah-istilah yang saling berhubungan . Faedah adalah atribut suatu barang yang dapat memuaskan kebutuhan . Sedangkan nilai adalah ungkapan secara kuantitatif tentang kekuatan barang untuk dapat menarik barang lain dalam pertukaran . Tetapi perekonomian kita di Indonesia bukan sistem barter , maka untuk mengadakan pertukaran atau untuk mengukur nilai suatu barang kita menggunakan uang , dan istilah yang dipakai adalah harga . jadi , harga adalah nilai yang dinyatakan dalam rupiah.

Biasanya seorang penjual menetapkan harga berdasarkan suatu kombinasi barang secara fisik ditambah beberapa jenis jasa lain serta keuntungan yang memuaskan  . Memang sulit untuk mendefinisikan harga . Pada sebuiah mobil misalnya , harga yang ditetapkan termasuk pula harga radio , kaset atau alat pendingin udara (AC) dan sebagainya . Tetapi dalam keadaan yang lain harga dapat didefinisikan sebagai jumlah yang dibayarkan oleh pembeli. Jadi , secara singkat dapat dikatakn bahwa Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya .

Konsep yang lain menunjukkan apabila harga sebuah barang yang dibeli oleh konsumen dapat memberikan hasil yang memuaskan , maka dapat dikatakan bahwa penjualan total perushaan akan berada ditingkat yang memuaskan , diukur dalam nilai rupiah , sehingga dapat menciptakan langganan.

Dalam hal ini harga merupakan suatu cara bagi seorang penjual untuk membedakan penawarannya dari para pesaing, Sehingga penetapanm harga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari fungsi diferensiasi barang dalam pemasaran.

Pada umumnya penjual mempunyai beberapa tujuan dalam penetapan harga produknya . Tujuan tersebut antara lain : 

1. Mendapatkan Laba Maksimum
Dalam praktek , terjadinya harga memang ditentukan oleh penjual dan pembeli . Makin besar daya beli konsumen , semakin besar pula kemungkinan bagi penjula untuk menetapkan tingkat harga yang lebih tinggi . Dengan demikian penjual mempunyai harapan untuk mendapatkan keuntungan maksimum sesuai dengan kondisi yang ada .

2. Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada penjualan bersih.
Harga yang dapat dicapai dalam penjualan dimaksudkan pula untuk menutup investasi secara berangsur-angsur . Dana yang dipakai untuk mengembalikan investasi hanya bisa diambilkan dari laba perusahaan , dan laba hanya bisa diperoleh bilamana harga jauh lebih besar dari jumlah biaya seluruhnya .

3. Mencegah atau mengurangi Persaingan
Tujuan mencegah atau mengurangi persaingan dapatdilakukan melalui kebijaksanaan harga .  Hal ini dapat diketahui bilamana para penjual menawarkan barang dengan harga yang sama . Oleh karena itu persaingan hanya mungkin dilakukan tanpa melalui kebijakasanaan harga , tetapi dengan service lain . Persaingan itu disebut persaingan bukan harga ( non-price competition).

4. Mempertahankan atau memperbaiki market share.
Memperbaiki market share hanya mungkin dilaksanakan bilamana kemampuan dan kapasitas produksi perusahaan masih cukup longgar  , disamping juga kemampuan dibidang lain seperti bidang pemasaran,keuangan dan sebagainya . Dalam hal ini harga merupakan faktor yang penting. Bagi perusahaan kecil yang mempunyai kemampuan yang sangat terbatas , biasanya penentuan harga ditujukan untuk sekedar mempertahankan market share . Perbaikanmarket share kurang diutamakan , lebih-lebih apabila persaingan sangat ketat .

C. Reaksi Konsumen terhadap Harga 
Harga sering dijadikan sebagai indikator kualitas bagi konsumen. Minuman keras misalnya , lebih sering dinilai dengan harga daripada dengan rasa atau bahan-bahan yang digunakannya. Minuman keras yang lebih mahal biasanya dianggap lebih baik.Begitu pula dengan barang konsumsi lainnya .

Orang sering memilih harga yang lebih tinggi diantara dua barang yang karena meraka melihat adanya perbedaan . Apabila harga lebih tinggi , orang cenderung beranggapan bahwa kualitasnya juga baik.

Konsumen sering pula menggunakan harga sebagai kriteria utama dalam menentukan nilainya. Barang dengan harga tinggi biasanya dianggap superior dan barang yang mempunyai harga rendah dianggap inferior ( rendah tingkatanya) . Tetapi barang-barang yang sifatnya homogin seperti Bensin , tidaklah demikian. Ada kenyataan bahwa harga yang sesuai dengan keinginan konsumen belum tentu sama untuk jangka waktu yang lama . Kadang-kadang konsumen lebih menonjolkan kesar daripada harga itu sendiri. Barang sejenis yang berharga murah justru dapat dibeli oleh konsumen.

D. Prosedur Penentuan Harga
Bilamana tujuan penetapan harga mudah ditentukan , maka menejemen dapat mengalihkan perhatian pada prosedur penentuan harga barang atau jasa yang ditawarkan . Tidak semua perusahaan menggunakan prosedur yang sama . Prosedur  penentuan harga yang dipakai disini meliputi enam tahap , yaitu : 
1. Mengestimasikan permintaan untuk barang tersebut.

    Dalam tahap pertama ini , penjual membuat estimasi permintaan barangnya secara total . Hal ini lebih mudah dilakukan terhadap permintaan barang yang ada dibandingkan dengan permintaan barang baru .

2. Mengetahui lebih dulu reaksi dalam persaingan.

     Kondisi persaingan sangat mempengaruhi kebijaksanaan penentuan harga bagi perusahaan atau penjual . Oleh karena itu penjual perlu mengetahui  reaksi persaingan yang terjadi dipasar serta sumber-sumber persaingan yang ada dapat berasal dari : 
*   Barang sejenis yang dihasilkan oleh perusahaan lain.
*   Barang pengganti atau subtitusi.
* Barang-barang lain yang dibuat oelh perusahaan lain yang sama-sama menginginkan uang konsumen.


     Perusahaan yang agresif selalu menginginkan market share yang lebih besar . Kadang-kadang , perluasan market share harus dilakukan dengan mengadakan periklanan atau bentuk lain dari persaingan bukan harga , disamping dengan harga tertentu . Market  share yang diharapkan tersebut akan dipengaruhi oleh kapasitas produksi yang ada , biaya ekspansi , dan mudahnya memasuki persaingan.

4. Memilih strategi harga untuk mencapai target pasar.

    Dalam hal ini penjual dapat memilih diantara dua macam strategi harga yang dianggap paling esktrim , yaitu : (a) skim-the-cream-pricing ,  dan (b) penetration pricing . Strategi tersebut biasanya dipakai untuk memasarkan barang baru .

5. Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan .

    Tahap selanjutnya dalam prosedur penentuan harga adalah mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan dengan melihat pada barang , sistem distribusi , dan program promosinya . Perusahaan tidak dapat menentukan harga suatu barang tanpa mempertimbangkan barang lain yang dijualnya . Demikian pula dalam saluran distribusinya , harus diperhatikan ada atau tidaknya penyalur yang juga menerima sebagian dari harga jual . Bilamana tanggung jawab promosi dilimpahkan pada penyalur , maka marjin yang akan diterima produsen menjadi lebih tinggi.

6. Memilih harga tertentu .

Demikian tadi sedikit ulasan dari saya mengenai Sistem Harga , begitu banyak ilmu-ilmu tentang bisnis dan ekonomi dan semoga artikel saya ini bermanfaat bagi anda semua , bagi anda yang ingin tau lebih banyak tentang bisnis dan ekonomi kunjungi saja klik disini. terima kasih sudah berkunjung sampai jumpa lagi .



Order Barang (pada usaha retail)

http://www.alasansajaini.ga/2016/06/order-barang-pada-usaha-retail.html
 Selamat pagi teman-teman semua , berjumpa kembali di blog saya semoga sehat selalu  , pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu lagi dimana menjadi pengusaha itu perlu sesuatu yah mungkin disebut juga resep  agar usaha yang dilakoninya sukses , banyak sekali cara - cara yang harus dilakukan dan banyak sekali faktor-faktor penunjangnya ,dan apabila kita sudah mempunyai usaha retail atau toko tentunya kita butuh yang namanya barang , jika tidak ada barang lalu kita jual apa dong ya ? secara umum namanya usaha retail atau toko itu menjual barang , namun ada juga yang menjual produk virtual dan jasa , tapi pada sesi ini saya akan share mengenai barang saja dulu okey ?? 

Untuk dapat menjual barang dan mendapatkan keuntungan tentunya kita membutuhkan barang yang berkualitas, harganya terjangkau dan sudah dikenai pajak . barang berkualitas harga terjangkau namun bebas pajak itu bermasalah anda akan dikenai sanksi oleh pemerintah jika menjual pada daerah wajib pajak , barang berkualitas pajak oke tapi harga tidak terjangkau lalu dapat untung darimana ? konsumen pada lari kale kalo gitu , harga terjangkau pajak oke barangnya tidak berkualitas , misalnya expired terlalu dekat , kemasan jelek , tidak menarik dan masih banyak lagi yang lainnya ,, tentu itu akan menjadi masalah kita nantinya , jadi saya sarankan kembali gunakanlah spesifikasi diatas : barang berkualitas ,pajak oke , harga terjangkau ... itu saja sudah lumayan cukup untuk memperlancar usaha retail anda . 

Seperti judul diatas saya akan membicarakan yang namanya Order Barang  , order atau pesan barang , pesan barang ini tentunya dalam jumlah yang cukup ya sesuai kapasitas toko retail kita , dan order barang ini  kita tidak boleh sembarangan , yang pertama :

Barang yang kita order itu dari perusahaan mana ? perusahaannya bagaimana ? jelas apa tidak dan tidak melanggar hukum yang berlaku di dalam Negara atau pemerintahan  . Dalam pengecekan Sumber atau suplayer barang untuk toko kita nantinya kita bisa turun tangan sendiri selaku pimpinan atau kita juga bisa mewakilkan mengutus seseorang yang kita percaya .

2. Komunikasi
Jika sudah mendapatkan sumber yang tepat , saya sarankan Komunikasi dengan perusahaan terkait dapat berjalan baik , disaat-saat tertentu perusahaan bisa saja kekurangan barang akibat melonjaknya penjualan seperti pada hari lebaran , nah disaat itu tentunya pemilik usaha retail akan berebut mencari barang , jika kita dari awal sudah menjalin komunikasi yang baik tentu saja  kita mudah mendapatkan barang tanpa harus berebut .

3. Pengiriman
Pada saat pengiriman barang ketoko retail kita , kita hendaknya cek kondisi seperti , kondisi fisik barang , cek surat jalan atau faktur ,, terkadang pabrik juga melakukan kesalahan seperti kemasannya ada yang bocor , isinya ada yang kurang karena kesalahan pabrik atau mungkin isinya terkontaminasi dan lain-lain itu kita benar-benarr kita cek agar tidak ada complain dari pelanggan kita nantinya .

4. Save File Faktur
Hal ini penting dilakukan agar misalnya ada pemeriksaan dari pemerintah kita sudah mempunyai bukti bahwa barang-barang yang kita jual sudah dikenai pajak dan tidak melanggat hukum .

Bagaimana teman-teman , semoga sedikit masukan dari saya ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua . Nah demikian tadi yang dapat saya sampaikan hari ini , sampai jumpa lagi ;-)

Sunday, 26 June 2016

MANAJEMEN KEUANGAN , MONEY MANAJEMEN

Selamat malam teman-teman , Halo apa kabar semua ?? , berjumpa kembali diblog saya dan terima kasih sudah berkunjung diblog saya , pada kesempatan yang indah ini saya ingin share tentang Manajemen keuangan ( MOney Manajemen ) , dan berdasarkan pengalaman saya Manajemen Keuangan ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari , apalagi bagi yang sudah berumah tangga dan berpenghasilan pas-pasan , tentu harus pintar dalam mengelola pemasukan dan pengeluaran uang

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan merupakan salah satu bagian utama dari ilmu manajemen. Pengertian Manajemen Keuangan adalah semua aktivitas entitas bisnis (organisasi) dalam kerangka penggunaan serta pengalokasian dana entitas bisnis (perusahaan) dengan efisien. pengertian ini mengalami berbagai perkembangan berawal dari pengertian yang hanya sekedar mengutamakan kegiatan mendapatkan / memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, penggunaan dana hingga pengelolaan atas aset (aktiva).


George R Terry  menyebutkan ada empat aktivitas yang sering kali dikenal dengan POAC yang berakronim Planning - Organizing - Actuating - dan Controling.

Pengertian Manajemen Keuangan menurut para ahli

Ada beberapa ahli yang memberikan pendapatnya mengenai Pengertian Manajemen Keuangan:

James Van Horne, menyatakan:
semua kegiatan atau aktivitas yang berhubungan langsung dengan perolehan, pendanan serta pengelolaan aset (aktiva) dengan tujuan yang menyeluruh.
Suad Husnan, berpendapat bahwa:
Manajemen keuangan adalah manajemen terhahap semua fungsi keuangan
Bambang Riyanto, mendefinisikan :
Semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan upaya memperoleh dana yang dibutuhkan dengan biaya yang seminimal mungkin dan syarat yang menguntunggkan serta uapay untuk mempergunakan dana yang diperoleh tersebut secara efisien dan efektif
Liefman menyatakan:
Definisi manajemen keuangan adalah upaya penyediaan uang dan mempergunakan dana tersebut untuk mendapatkan aset (aktiva)
Seperti yang disebut diawal tadi, dengan melihat beberapa pengertian diatas, pengertian manajemen keuangan secara sederhana adalah suatu proses dalam aktivitas keuangan perusahaan, dimulai dari cara memperoleh dana dan mempergunakannya. penggunaannya harus tepat sasaran, efisien, dan efektif supaya tujuan keuangan perusahaan yang sudah ditetapkan dalam perencanaan bisa terwujud.

Prinsip Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan tidak hanya sekedar pencatatan akuntansi saja. manajemen keuangan adalah bagian yang penting dan tidak bisa dianggap sebagai suatu kegiatan tersendiri yang menjadi bagian dari pekerjaan orang-orang keuangan.

Manajemen Keuangan dalam prakteknya merupakan aktivitas yang dilakukan dan muncul dalam rangka untuk menyehatkan keuangan perusahaan atau organisasi. maka dari itu, dalam membuat sebuah sistem manajemen keuangan, kita membutuhkan prinsip prinsip ini yang menjadi dasarnya, diantarnya:.

Consistency (Konsistensi)
dalam prinsip konsistensi ini, suatu sistam serta kebijakan keuangan perusahaan haruslah konsisten, tidak berubah dari periode ke periode, namun perlu diingat bahwa sistem keuangan bukan berarti tidak boleh dilakukan penyesuaian bila ada suatu perubahan yang signifikan didalam perusahaan. pendekatan keuangan yang tidak konsisten bisa menjadi tanda bahwa ada manipulasi pada pengelolaan keuangan perusahaan.
Accountability (Akuntabilitas)
Prinsip ini adalah suatu kewajiban hukum ataupun moral, yang melekat kepada individu, kelompok ataupun perusahaan untuk memebri penjelasan bagaimana dana ataupun kewenangan yang telah diberikan kepada pihak ke-3 dipergunakan. pihak pihak harus bisa memberi penjelasan tentang penggunaan sumber daya dan apa saja yang sudah dicapai sebagai suatu bentuk pertanggung-jawaban kepada pihak pihak yang berkepentingan,  agar semua tahu bagaimana kewenangan dan dana yang dimiliki itu dipergunakan.
Transparancy (Transparansi)
manajemen harusnya terbuka terhadap pekerjaannya, memberikan informasi tentang rencana dan segala aktivitas kepada yang berkepentingan, termasuk memberikan laporan keuangan yang wajar, lengkap, tepat waktu dan akurat yagn bisa diakses dengan mudah oleh yang berkepentingan, apabila tidak transparan, maka ini bisa mengindikasikan manajemen telah menyembunyikan sesuatu.
Viability (Kelangsungan Hidup)
Supaya kesehatan keuangan perusahaan terjaga, semua pengeluaran operasional ataupun ditingkat yang strategis harus disesuaikan dengan dana yang ada. kelangsungan hidup entitas merupakan ukuran suatu tingkat keamanan serta keberlanjutan keuangan perusahaan. manajemen keuangan harus menyusun rencana keuangan dimana menunjukkan bagaimana suatu perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya guna memenuhi kebutuhan keuangan.
 Integrity (Integritas)
Setiap individu harus memiliki tingkat integritas yang mumpuni dalam menjalankan kegiatan operasional. selain itu catatan dan laporan keuangan harus terjaga intergritasnya dengan kelengkapan dan tingkat keakuratan suatu pencatatan keuangan
Stewardship (Pengelolaan
Manajemen keuangan harus bisa mengelola dengan mumpuni dana yang sudah didapat dan memberikan jaminan bahwa dana yang diperoleh tersebut akan digunakan untuk merealisasikan tujuan yang sudah ditetapkan. dalam prakteknya, manajemen bisa melakukan bisa berhati hati dalam membuat perencanaan strategis, mengidentifikasikan resiko keuangan yang ada serta menyusun dan membuat sistem pengendalian keuangan yang sesuai.
Accounting Standards (Standar Akuntansi)
Sistem akuntansi keuangan yang dipakai harus sesuai dengan prinsip-prinsip dan standar aturan akuntansi yang berlaku. agar laporan keuangan yang dihasilkan bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pihak pihak yang berkepentingan.

Konsep Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah manajemen mengenai fungsi keuangan, dan fungsi manajemen keuangan merupakan bagaimana mempergunakan serta menempatkan dana yang ada. fungsi fungsi yang ada dalam perusahaan harusnya dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi fungsi yang ada saling berkaitan satu sama lain.

Seperti telah dibahas diatas, Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan yang utama
Perolehan Dana, merupakan aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh sumber dana, ntah itu berasal dari internal perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan
Penggunaan Dana, suatu aktivitas menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset
Pengelolaan Aset (Aktiva), aktivitas ini adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah didapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (atkiva), dana harus dikelola secara efektif dan efisien.
Jadi, dengan aktivitas aktivitas diatas tersebut, dengan kata lain fungsi pengambilan keputusan manajemen keuangan adalah keputusan mengenai pendanaan, investasi dan manajemen aset (aktiva)

Tujuan Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan bertujuan memaksimalkan nilai dari perusahaan. manajemen harus bisa menekan perputaran uang yang bisa menghindarkan dari aktivitas yang tidak diinginknan. perlu diingat, tujuan utama dari suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan atau menambah kesejahteraan para pemilik perusahaan. saham yang beredar adalah bukti kepemilikan, kesejahteraan para pemilik direfleksikan dari harga pasar perusahaan itu, harga perusahaan tersebut adalah buah dari keputusan manajemen mengenai keputusan untuk investasi, keputusan dalam pendanaan serta aktivitasnya dalam memanage aktiva, keputusan keputusan tersebut akan berdampak pada harga saham para pemilik perusahaan.

Fungsi Manajemen Keuangan

Investment Decision (Keputusan Investasi)
Investasi berarti penanaman modal pada aset riil ataupun aset finansial (surat berharga), keputusan investasi ini adalah suatu keputusan terhadap aset apa yang nantinya akan dikelola entitas/perusahaan. keputusan ini yang strategis ini akan berpegnaruh secara langsung terhadap besar kecilnya rentabilitas investasi serta aliran dana perusaan pada masa mendatang.

Financing Decision (Fungsi Pendanaan)
Keputusan mengenai pendanaan ialah dengan mempelajari berbagai sumber dana perusahaan, dalam laporan keuangan berada dalam sisi pasiva. keputusan ini harus memperhatikan sumber dana dengan biaya seminimal mungkin dan juga syarat yang bisa menguntungkan baik itu berasal dari internal perusahaan maupun sumber dana yang berasal dari luar perusahaan (eksternal).

Deviden Decision (Keputusan Deviden)
Dalam fungsi ini, keputusan biasanya menyangkut hal hal seperti:
Besaran prosentase laba yang akan dibagikan kepada pemilik dalam bentuk kas
tingkat stabilitas deviden yang akan dibagikan oleh manajemen
stock devidend, (dividen saham)
stock split (pemecahan saham)

Penarikan saham yang telah beredar

Sebagai tambahan berikut saya berikan hal hal sedikit mendetail yang dilakukan oleh manajemen keuangan:
Perencanaan atas Keuangan, manajemen keuangan menyusun rencana pemasukan serta pengeluaraan dana dan juga aktivitas yang lain pada periode tertentu
Melakukan Penganggaran keuangan perusahaan, ini adalah tindak lanjut atas perencanaan keuangan dengan menyusun lebih detail lagi semua pengeluaran dan pemasukan perusahaan
Pengelolaan Keuangan perusahaan, dalam hal ini, manajemen keuangan mempergunakan dana yang ada dalam perusahaan untuk memaksimalkannya dengan berbagai cara yang bisa ditempuh
Pencarian sumber dana, manajemen keuangan berusaha mencari sumber dana perusahaan yang akan digunakan kegiatan operasional perusahaan.

Penyimpanan Keuangan, manajemen keuangan menyimpan untuk mengamankan dana perusahaan yang telah dikumpulkan.
Pengendalian atas keuangan, manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki suatu sistem keuangan yang ada dalam perusahaan yang dirasa belum mumpuni.

Melakukan pemeriksaan keuangan, internal audit atas laporan keuangan perusahaan dilakukan oleh manajemen keuangan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan yang merugikan terjadi.
Pelaporan keuangan perusahaan, manajemen keuangan menyediakan informasi keuangan tentang kondisi kekinian keuangan perusahaan yang bisa dijadikan bahan evaluasi nantinya.

Fungsi Manajemen keuangan lainnya jika dikaitkan dengan beberapa hal diatas:
Pengawasan terhadap biaya
Penetapan atas kebijakan harga
Peramalan laba dimasa mendatang
pengukuran atau penjajakan biaya untuk modal kerja

Demikian sedikit  artikel tentang dasar mengenai Manajemen Keuangan ( Money Manajemen ) , sampai berjumpa lagi .

Friday, 24 June 2016

KEPEMIMPINAN USAHA DIBIDANG RETAIL

         Selamat pagi semua dan selamat datang berkunjung diblog saya , pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin berbagi tentang KEPEMIMPINAN , lebih tepatnya KEPEMIMPINAN USAHA DIBIDANG RETAIL , apa itu Pemimpin ? Pemimpin yang bagaimana sih yang membuat sukses dalam usaha ? mari kita simak dibawah ini .

Yang pertama , apa itu sih Pemimpin ? bisa dikatakan pemimpin itu adalah orang yang menjadi pimpinan bertugas dan bertanggung jawab atas segala sesuatu pada lingkup perusahaan atau usaha dan memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan Standart Operational Prosedure .

Pemimpin itu beda dengan Boss , jika Pimpinan itu turut serta berkecimpung dalam Operational lingkup usaha, maju pada garis depan medan pertempuran mengawal bawahannya sampai akhir , bekerja keras untuk memenuhi target dan menjadi contoh bagi anak buahnya sedangkan boss adalah Pemilik usaha dan hanya terima beres saja ( bisa dibilang malas haha ) , cuma kasih target tiap bulan harus tembus dan gak mau tau apa yang harus dilakukan agar target tembus yang penting terima beres saja , saya sarankan anda menjadi Pemimpin Sekaligus Boss yang baik ya agar banyak dicontoh oleh karyawannya . hehe :-)

     Pada suatu Usaha yang sukses itu terdapat jiwa Pemimpin yang menggerakkan sistem kerja tanpa mengenal Menyerah , Mental Baja , Adil , Berkepribadian Baik , Tidak Sombong , tidak mudah Marah ( mampu mengontrol Emosi) , Pemimpin yang berjiwa Pelatih , melatih setiap bawahannya sampai mampu bekerja dengan baik dan benar , mengayomi dan memberikan suasana kerja yang harmonis didalam lingkup usaha , jika bawahan sudah merasakan kenyamanan dalam suatu lingkup kerja tentu mereka bekerja dengan ihklas melakukan segala sesuatunya dengan senang hati bahkan mereka akan sangat menghormati anda sebagai pemimpin , Kepandaian dan Kecerdasan itu nomer sekian dari nilai seorang pemimpin karena meskipun anda mempunyai kepandaian dan kecerdasan tingkat Dewa sekalipun anda tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa adanya team yang kuat dibelakang anda , Rencana yang bagus , ide-ide cerdas tidak akan ada gunanya apabila bawahan anda sudah tidak mau bahkan tidak mampu untuk melakukan apa yang anda inginkan , hasilnya tidak akan maksimal bahkan bisa gagal , maka dari itu sebagai Pimpinan jadilah Pemimpin yang baik seperti yang saya sebutkan diatas agar bawahan anda bekerja dengan ihklas dan senang hati , lingkungannya harmonis sehingga bawahan anda mudah untuk digerakkan menuju kesuksesan. 

Demikian yang dapat saya sampaikan hari ini semoga bermanfaat , apabila ada salah-salah kata atau ada yang tidak berkenan dihati saya mohon maaf yang sebesar-besarnya , terima kasih sudah berkunjung diblog saya sampai jumpa lagi ;-)