Thursday, 25 August 2016

KOMUNIKASI PEMASARAN DAN PROMOSI

       Hallo Selamat pagi semuanya calon  , pada pagi yang indah ini saya akan berbagi ilmu lagi ne tentunya yang bermanfaat ya , yaitu KOMUNIKASI PEMASARAN DAN PROMOSI  . Dalam dunia bisnis komunikasi ini sangat penting karena sangat komunikasi sangat menentukan baik atau buruknya suatu hubungan antara kedua belah pihak sedangkan promosi sendiri ini berperan dalam launching suatu produk agar penjualan bisa maksimal , langsung saja kita simak yuk :





1. SISTEM KOMUNIKASI PEMASARAN

            Sebelum mempelajari masalah promosi secara lebih dalam , lebih dulu akan dibahas masalah komunikasi pemasaran. Meskipun kedua istilah promosi dan komunikasi pemasaran ini sering dianggap sama, tetapi sebenarnya mempunyai arti yang berbeda. Komunikasi pemasaran merupakan pertukaran informasi dua-arah antara pihak-pihak atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran. Pertukaran dua-arah ini kadang-kadang disebut sebagai dialog pemasaran.

Komunikasi Pemasaran dapat didefinisikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual, dan merupakan kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan di bidang pemasaran serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyandarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik.

Sedangkan promosi merupakan arus informasi atau persuasi satu-arah, dan hanya dilakukan oleh satu organisasi atau individu tertentu. Ini berbeda dengan komunikasi pemasaran yang bertujuan untuk memuaskan semua pihak

            Semua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi pemasaran melakukan cara yang sama, yaitu mendengarkan, bereaksi, dan berbicara sampai tercipta hubungan pertukaran yang memuaskan. Pertukaran informasi, penjelasan-penjelasan yang bersifat membujuk, dan negosiasi merupakan seluruh bagian dari proses tersebut.
            Komunikasi pemasaran dapat membantu mempertemukan pembeli dan penjual bersama-sama dalam suatu hubungan pertukaran; menciptakan arus informasi antara pembeli dan penjual yang membuat kegiatan pertukaran lebih efisien; dan memungkinkan semua pihak untuk mencapai persetujuan pertukaran yang memuaskan.
            Salah satu bagian dari proses komunikasi total adalah promosi. Promosi dapat membantu pihak-pihak yang terlibat dalam pemasaran untuk memperbaiki hubungan pertukaran dengan lainnya. Bagian yang lain dari proses komunikasi adalah umpan balik. Umpan balik ini menunjukkan tentang apa pengaruh dari komunikasi yang dilakukan serta memberi kemungkinan untuk menyesuaikan usaha promosi terhadap keinginan pasar.


            Secara ringkas dapat dikatakan bahwa komunikasi pemasaran memudahkan/membantu pembeli dan penjual dengan :

>  Menciptakan hubungan pertukaran
>  Mempertahankan arus informasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran,
>  Menciptakan kesadaran serta memberitahu pembeli dan penjual agar mereka dapat melakukan pertukaran secara lebih memuaskan,
>  Memperbaikipengambilan keputusan di bidang pemasaran sehingga seluruh proses pertukaran menjadi lebih efektif dan efisien.

Menurut Harold Lasswell dalam bukunya : “The Structure and Function of Communication in Society, in Mass Communications” (Edisi Wilbur Schramm, 1960), komunikasi dapat difahami dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

Siapa ? (menunjukkan sumber)
Mengatakan apa ? (menunjukan beritanya)
Dalam saluran yang mana ? (menunjukan media yang dipakai).
Kepada siapa ? (menunjukkan pihak yang menerima atau menjadi sasaran).
Dengan pengaruh apa ? menunjukkan pengaruh berbagai faktor terhadap hasil yang dicapai).

Adapun model dasar dari komunikasi dapat dilihat bagannya pada gambar 41. sumber, sebagai pihak yang mempunyai inisiatif untuk mengadakan komunikasi dapat mengirimkan sesuatu berupa berita kepada suatu obyek atau pihak yang dituju (disebut penerima).Tentang seberapa jauh efektivitas komunikasi ini, ditunjukkan dengan reaksi dan tanggapan dari di penerima sebagai umpan balik kepada sumbernya.
Dalam pemasaran, inisiatif komunikasi dapat berasal dari penjualan maupun dari pembeli. Jadi, penjual mempunyai fungsi sebagai pengirim dan sebagai si penerima; demikian pula halnya dengan pembeli (lihat gambar 42). Model pertukaran tersebut menunjukkan gambaran tentang proses komunikasi pemasaran mereka berusaha mengadakan pertukaran informasi dan menggunakan persuasi untuk menciptakan hubungan yang saling memuaskan.


            Telah disebutkan di muka bahwa komunikasi pemasaran merupakan pertukaran informasi dua-arah antara pihak-pihak yang terlibat di dalam pemasaran.

Sedangkan promosi dipandang sebagai :

            Arus informasi atau promosi satu-arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran
.
            Jadi promosi merupakan salah satu aspek yang penting dalam menejemen pemasaran, dan sering dikatakan sebagai “proses berlanjut”. Ini disebabkan karena promosi dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya dari perusahaan.

            Dulu, pada waktu perekonomian masih bersifat kerajinan rumah, seseorang mudah sekali mengetahui tentang barang yang sedang atau telah dibuat oleh tetangganya, baik barang tersebut jelek maupun baik. Tetapi dalam kondisi perekonomian yang modern seperti sekarang ini keadaannya sudah berbeda. Di sini, perusahaanlah yang harus memberitahukan dan mendorong masyarakat untuk membeli produk-produknya, apakah melalui media massa atau dengan cara lain. Meskipun demikian perusahaan tidak selalu berhasil, sering juga mengalami kegagalan karena salah dalam menggunakan alat promosinya.

            Sebenarnya, promosi ini tidak hanya dilakukan oleh perusahaan/penjual saja, tetapi pembeli juga sering menggunakannya. Misalnya, mereka memasang iklan pada sebuah surat kabar untuk mencari barang atau jasa yang diperlukan dari pihak lain. Selain itu, pembeli dan penjual dapat menggunakan perantara komunikasi seperti biro advertinsi untuk melaksanakan kegiatan promosi mereka. Jadi, dapat dikatakan bahwa pembeli, penjual, dan perantara bisa terlibat dalam promosi.  



            Oleh J. Stanton, promotional mix didefinisikan sebagai:

Kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, persoalan selling, dan alat promosi yang lain, yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan.

Definisi tersebut tidak menyebutkan secara jelas beberapa variabel promotional mix selain periklanan dan personal selling. Secara lengkap, variabel-variabel promotional mix dapat dilihat pada gambar 44. Beberapa dari variabel tersebut telah dibahas dimuka (barang dan jasa, pembungkusan dan merk, penentuan harga, dan lokasi), dan variabel yang lain (periklanan, personal selling, hubungan masyarakat dan publisitas, serta promosi penjualan) akan dibahas kemudian.
            Istilah penjualan sering digunakan secara sinonim dengan istilah promosi meskipun yang dimaksud promosi. Penjualan hanya meliputi kegiatan pemindahan barang/jasa atau penggunaan penjualan saja, dan tidak terdapat kegiatan periklanan atau kegiatan lain yang ditunjukkan untuk mendorong permintaan. Jadi, penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan promosi.
.

            Menentukan variabel promotional mix yang paling efektif merupakan tugas yang sulit dalam menejemen pemasaran. Dalam praktek, menejemen harus mencari kombinasi yang terbaik atas penggunaan alat-alat tersebut. Di sini, kesulitan yang dihadapi adalah bahwa menejemen tidak dapat mengetahui secara pasti tentang luasnya periklanan, personall selling, promosi penjualan, publisitas atau alat promosi yang lain yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan program penjualan. Selain itu, seberapa besar hasil yang didapat dicapai dari pengeluaran-pengeluaran untuk kegiatan promosi juga sulit diketahui. Namun secara kuantitatif dapat dicari hasil yang paling mendekati kebenarannya, yaitu dengan menggunakan pendekatan statistik.

            Menejemen tidak dapat terlepas dari berbagai macam faktor yang mempengaruhinya dalam menentukan kombinasi yang terbaik dari variabel-variabel promotional mix. Faktor-faktor tersebut antara lain: (1) jumlah dana yang digunakan untuk promosi, (2) sifat pasar, (3) jenis produk, da (4) tahap-tahap dalam siklus kehidupan barang.

1.Dana Yang Digunakan Untuk Promosi

Jumlah dana/uang yang tersedia merupakan factor penting yang mempengaruhi promotional mix. Perusahaan yang memiliki dana lebih besar, kegiatan promosinya akan lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan yang hanya mempunyai sumber dana lebih terbatas. Dari beberapa fariabel promotional mix yang ada, pada umumnya personal selling merupakan kegiatan yang memerlukan dan paling besar dalam penggunaannya dibandingkan dengan yang lain. Oleh karena itu, bagi perusahaan yang kurang kuat kondisii keuangannya akan lebih baik mengadakan periklanan pada majalah atau surat kabar dari pada menggunakan personal selling. Hal ini disebabkan karena penggunaan media advertensi dapat mencapai jumlah calon pembeli lebih banyak disamping daerah operasinya yang lebih luas. Dengan demikian ongkos per orang menjadi lebih rendah.

2.Sifat Pasar
Beberapa macam sifat pasar yang mempengaruhi promotional mix ini meliputi : (a) luas pasar secara geografis, (b) konsentrasi pasar, dan (c) macam-macam pembeli.
a.Luas pasar secara geografis
Perusahaan yang hanya mempunyai pasar lokal sering mengadakan kegiatan promosi yang berbeda dengan perusahaan yang memiliki pasar nasional atau internasional. Bagi perusahaan yang mempunyai pasar lokal mungkin sudah cukup menggunakan personal selling saja, tetapi bagi perusahaan yang mempunyai pasar nasional paling tidak harus menggunakan periklanan.
b.Konsentrasi pasar
Konsenntrasi pasar ini dapat mempengaruhi strategi promosi yang dilakukan oleh perusahaan terhadap : jumlah calon pembeli, jumlah pembeli potensial yang macamnya berbeda-beda, dan konsentrasi secara nasional. Perusahaan yang hanya memusatkan penjualannya pada satu kelompok pembeli saja, maka penggunaan alat promosinya akan berbeda dengan perusahaan yang menjual pada semua kelompok pembeli. Misalnya, perusahaan memusatkan penjualannya pada kelompok pembeli wanita, maka perusahaan dapat menggunakan media kewanitaan (seperti majalah femina, kartini) untuk pelaksanaan program periklanan.
c. Macam pembeli
Strategi promosi yang dilakukan oleh perusahaan juga dipengaruhi oleh obyek atau sasaran dalam kampanye penjualannya, apakah pembeli industri, konsumen rumah tangga atau antara pedagang. Sering perantara pedagang ikut menentukan atau ambil bagian dalam pelaksanaan program promosi perusahaan.

3.Jenis Produk
Strategi promosi yang akan dilakukan oleh perusahaan dipengaruhi juga oleh jenis produknya, apakah barang konsumsi atau barang industri. Dalam mempromosikan barang konsumsi juga macam-macam, apakah barang konvenien, shopping atau barang spesial. Pada barang industri pun juga demikian, cara mempromosikan instalasi akan berbeda denganoperating supplies. Untuk barang konvenien biasanya perusahaan menggunakan periklanan. Hal ini disebebkan karena barang-barang konvenien didistribusikan secara luas, tidak begitu memerlukan demonstrasi  atau penerangan. Sedangkan strategi promosi untuk barang industri seperti yang berharga cukup tinggi biasanya menggunakan personal selling
.
4.Tahap-Tahap Dalam Siklus Kehidupan Barang
Pada bab di muka telah dibahas tentang siklus kehidupan barang (product life cycle), mulai dengan tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, kejenuhan dan berakhir dengan tahap penurunan. Strategi yang akan diambil untuk mempromosikan barang dipengaruhi oleh tahap-tahap siklus kehidupan barang tersebut. Pada tahap perkenalan, penjual harus mendorong untuk meningkatkan primary demand (permintaan untuk satu macam produk) lebih dulu, dan bukannya selective demand (permintaan untuk produk dengan merk tertentu). Jadi, perusahaan harus menjual kepada pembeli dengan mempromosikan satu merk tertentu. Daripada periklanan, biasanya perusahaan lebih menekankan usaha personal selling pada saat mempromosikan produk baru atau pada saat memasuki daerah pemasaran yang baru.

5.  KAMPANYE

            Sering orang menggunakan istilah “kampanye” untuk mengartikan kegiatan promosi. Jika ditinjau lebih jauh, sebenarnya pengertian “kampanye” mempunyai pengertian yang lebih luas dari pada “promosi”. J.Stanton memberikan definisi kampanye sebagai berikut :

            Kampanye adalah suatu rangkaian usaha promosi yang terkoordinir tenteng satu thema atau ide dan direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Kita dapat mengatakan sebagai kampanye promosi apabila kampanye tersebut diterapkan dibidang bisnis, dan ini dapat dibagi kedalam komponen-komponen : periklanan, personal selling dan promosi penjualan

            Secara geografis, perusahaan dapat mengadakan kampanye lokal, regional atau nasional, tergantung pada dana yang tersedia, tujuan, dan luasnya pasar. Satu kampanye dapat dilakukan selama satu minggu, satu bulan, satu tahun, atau lebih lama lagi. Selain itu, tahap-tahap dalam siklus  kehidupan barang juga dapat menentukan apakah kampanye yang dilakukan ditunjukkan untuk merintis jalan ataukah untuk bersaing.

            Untuk melakukan kampanye promosi, perusahaan harus menetapkan tujuan kampanye lebih dulu. Tujuan tersebut, dan juga motif pembelian dari pembeli dapat menentukan tentang daya tarik penjualan apakah yang akan diutamakan. Misalnya pada sebuah perusahaan penerbangan yang akan menggunakan pesawat jumbo jet baru, dapat memberikan daya tarik kepada konsumen berupa kecepatan, ketenangan dalam perjalanan, atau pelayanan lain yang menarik. Agar kampanye promosi tersebut dapat berhasil, maka semua elemen promosi yang dilakukan perusahaan harus dikoordinir secara efektif.

Nah demikian tadi yang dapat saya sampaikan malam ini tentang KOMUNIKASI PEMASARAN DAN PROMOSI  , semoga bermanfaat terima kasih sudah berkunjung dan nantikan materi-materi menarik lainnya ;-)

Tuesday, 23 August 2016

DISTRIBUSI FISIK

Selamat datang teman-teman semua , disaat yang berbahagia ini saya ingin share kembali artikel , setelah kemarin saya share tentang PENGELOLAAN SALURAN DISTRIBUSI , nah kali ini akan share masih tentang System distribusi yaitu  DISTRIBUSI FISIK

PENGERTIAN DISTRIBUSI FISIK

Setelah saluran distribusi ditetapkan, produsen dapat mengalihkan perhatiannya pada masalah distribusi fisik dari barang yang dihasilkan melalui saluran tersebut. Istilah distribusi fisik (physical distribution) dipakai untuk menggambar luasnya kegiatan pemindahan suatu barang ke tempat tertentu pada saat tertentu.

Distribusi fisik ini merupakan salah satu masalah yang penting dalam pemasaran. seperti halnya mobil, tidak dapat jalan tanpa menggunakan bahan bakar. Dalam hal ini, lokasi pemasaran juga penting, misalnya lokasi toko, gudang atau tempat persediaan. Penyaluran suatu barang ke tempat tertentu pada saat yang tepat dapat dilakukan untuk memaksimumkan kesempatan pada volume penjualan yang menguntungkan.

Secara luas, kegiatan-kegiatan yang ada dalam distribusi fisik ini meliputi penanganan arus barang secara fisik dan mengembangkannya, serta operasi sistem aliran yang efisien. Bagi produsen kegiatan distribusi fisik ini tidak hanya meliputi pemindahan barang jadi dari akhir proses proses produksi sampai ke konsumen akhir, tetapi juga menyangkut arus bahan baku dari suatu sumber sampai pada akhir proses produksi.

Secara terperinci, kegiatan-kegiatan yang ada dalam distribusi fisik dapat dibagi kedalam lima macam, yaitu :

1. Penentuan lokasi persediaan dan sistem penyimpanannya.
2. Penentuan sistem penanganan barang.
3. Penggunaan sistem pengawasan persediaan.
4. Penetapan prosedur untuk memproses pesanan.
5. Pemilihan metode pengangkutan.

Tanggung jawab menejemen pada masing-masing kegiatan sering dibagi-bagi ke dalam beberapa bagian atau unit yang kadang-kadang bertentangan satu dengan lainnya. Misalnya : Bagian produksi menentukan skedul produksi untuk jangka panjang agar diperoleh ongkos minimum, tetapi masalah tersebut kemungkinan akan mengakibatkan ongkos persediaan yang tinggi.

Untuk menyelesaikan semua masalah yang ada dapatlah dipakai teknik-teknik statistik dan matematik, seperti operation research. Teknik tersebut sangat membantu dalam penyelesaian masalah-masalah seperti :

   * Penentuan jumlah gudang
   * Penentuan lokasi gudang
   * Rute pengangkutan
   * Metode pengangkutan, dan sebagainya


PENENTUAN LOKASI PRSEDIAAN DAN SISTEM PENYIMPANANNYA

Beberapa masalah yang dihadapi menejemen dalam penentuan lokasi persediaan ini antara lain :

   * Jumlah dan ukuran persediaan
   * Penanganan persediaan
   * Pengangkutannya.

Keputusan-keputusan yang diambil menejemen tentang jumlah dan lokasi persediaan, misalnya, akan mempengaruhi metode pengangkutannya. Sering terjadi bahwa hubungan-hubungan yang ada diantara kegiatan tersebut sangat komplek. Namun tidak jarang pula kita jumpai hubungan yang sederhana atau tidak begitu komplek, yaitu pada perusahaan-perusahaan kecil, atau jumlah barang yang ditangani tidak begitu banyak.

Dalam hal ini perencanaan dapat dimulai dengan menentukan jumlah dan lokasi persediaan. Faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap masalah tersebut adalah :

   * Sifat pasar, termasuk luas dan lokasinya
   * Sifat barang
   * Posisi keuangan dari penjual

Kebijaksaan terhadap lokasi persediaan ini bisa didasarkan pada strategi yang diinginkannya, apakah secara memusat (konsentrasi) ataukah menyebar (dispersi) di daerah pasarnya. Jika perusahaan mengkonsentarsi persediaanya, maka akan memudahkan dalam mengadakan pengawasan. Selain itu, juga akan meningkatkan efisiensi penyimpanan dan penanganan barangnya. Namun dari segi lain dapat terjadi bahwa beban pengangkutan akan meningkat dan menghantarkan barang ke beberapa segmen akan terlambat.

Jika perusahaan menyebarkan persediaannya ke beberapa lokasi, maka keadaannya akan berlainan, dan merupakan kebalikan dari konsentrasi.



MACAM MACAM GUDANG

Dalam operasinya, perusahaan/produsen dapat memilih untuk menggunakan gudang atau tempat penyimpanan sendiri, atau menyewa gudang umum. Jadi, pada pokoknya ada dua macam tempat penyimpanan yang bisa dipakai, yaitu :

1. GUDANG SENDIRI

Salah satu alternatif untuk menyimpan barang adalah menyimpan digudang sendiri. Perusahaan dapat menempuh cara ini apabila : (a) Jumlah barang yang disimpan sangat banyak atau dalam volume yang besar, dan (b) arus materialnya berfluktuasi secara musiman. Karena semua fasilitas penyimpanan tersebut dimiliki sendiri oleh perusahaan, maka pengelolaannya menjadi tanggung jawab menejer meskipun lokasinya jauh dari pabrik.

2. GUDANG UMUM

Gudang umum (public warehouse) ini merupakan unit usaha tersendiri yang mengkhususkan kegiatannya dibagian penyimpanan. Ia menawarkan jasa penyimpanan dan fasilitas penanganan/pengangkutan, baik secara individu maupun perusahaan lain yang memerlukannya, termasuk lembaga-lembaga non bisnis. Sebagai Penghasilannya ia menerima sejumlah sewa sebesar ruangan yang dipakai dan selama ruangan tersebut ditempati.

Kita mengenal beberapa jenis gudang umum yang penggolongannya didasarkan pada macam barang yang disimpan. Jenis gudang umum tersebut adalah :

a. Gudang barang-barang umum
    Gudang ini dapat dipakai untuk menyimpan semua jenis barang yang memerlukan perlindungan terhadap cuaca, baik barang dari hasil pabrik maupun bukan pabrik. Biasanya gudang seperti ini tidak dilengkapi dengan alat pengukur suhu, pengatur kelembaban udara, ataupun alat-alat pengangkutannya. Gudang ini juga disebut General merchandise warehouse.

b. Gudang barang khusus
    Gudang barang-barang khusus (special commodity warehouse) ini biasanya dipakai untuk menyimpan barang dari hasil pertanian seperti : kapas, tembakau, padi dan sebagainya.

c. Gudang pendingin
    Gudang pendingin (cold storage warehouse) merupakan gudang atau tempat penyimpanan yang dilengkapi dengan alat pendingin agar barang yang disimpan tidak cepat rusak, misalnya : daging, ikan segar, dan sebagainya.

Dalam perdagangan internasional sering para pedagang menggunakan gudang umum sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum diperbolehkan memasuki pasaran suatu negara. Seluruh proses administrasi termasuk pembayaran pajak yang sudah ditetapkan harus diselesaikan lebih dulu. Setelah semuanya beres, barang-barang yang ada digudang baru boleh dikeluarkan untuk dijual ke pasar. Biasanya pemakaian gudang seperti ini dilakukan dengan suatu kontrak perjanjian, dan lokasinya tidak jauh dari pelabuhan dimana kapal-kapal dapat melakukan bongkar muat. Gudang umum seperti ini dinamakan bonded worehouse.



SISTEM PENANGANAN BARANG

Pemilihan alat-alat sesuai untuk menangani barang (product handling) merupakan aspek yang penting dalam menejemen distribusi fisik. Biasanya semua peralatan yang diperlukan untuk penanganan tersebut berada ditempat penyimpanan itu sendiri, seperti : truk pengangkat (forklift truck), derek, dan sebagainya

Adapun sistem penanganan barang yang dapat digunakan antara lain :

1. Paletisasi
    Dalam paletisasi, penanganan barang-barang baik berupa bahan baku maupun barang jadi dipakai suatu alat yang disebut palet. Dengan palet ini barang-barang dapat dipindahkan secara cepat. Penggunaannya akan lebih ekonomis apabila material yang ditangani jumlahnya besar.

2. Pengemasan
    Disini, barang-barang yang ditangani ditempatkan dalam suatu kemasan atau peti kemas baik dari logam, kayu, ataupun bahan yang lain. Biasanya kemasan ini dibuat dalam ukuran-ukuran tertentu sehingga sangat mudah dalam pengangkutannya. Pihak pengangkut tidak perlu membongkar isinya satu persatu jika ingin memindahkannya, tetapi cukup dipindahkan sekaligus beserta peti kemasnya. Cara ini sekarang banyak dipakai karena dianggap sangat praktis terutama untuk barang-barang kelontong.



SISTEM PENGAWASAN PERSEDIAAN

Faktor penting yang lain dalam sistem distribusi fisik adalah mengadakan pengawasan secara efektif terhadap komposisi dan besarnya persediaan. Adapun tujuan dari pengawasan persediaan adalah meminimumkanjumlah investasi yang diperlukan, dan meminimumkan fluktasi dalam persediaan sambil melayani pesanan dari pembeli.

Besarnya persediaan sangat ditentukan oleh keseimbangan kebutuhan pasar dengan faktor biaya. Sedangkan permintaan pasar dapat diukur dengan menggunakan analisa ramalan penjualan. Adapun macam-macam ongkos yang harus dipertimbangkan dalam kaitannya dengan masalah pengawasan persediaan ini adalah :

   * ongkos perolehan (acquisition cost) adalah ongkos untuk membuat atau membeli barang yang disimpan.
   * Ongkos penyimpanan (carrying cost atau holding cost) adalah ongkos-ongkos seperti : biaya simpan di gudang, bunga investasi, kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan atau hilangnya barang, pajak, dan sebagainya.

Selain keseimbangan kebutuhan pasar dengan faktor biaya, tingkat kepuasan pembeli juga sangat mempengaruhi batas maksimum persediaan yang harus diadakan. Konsumen yang merasa puas sering memesan kembali secara mendadak, sehingga perusahaan perlu mengambil kebijaksanaan untuk berjaga-jaga. Dari segi lain perlu diperhatikan pula batas tertinggi dari jumlah persediaanya, jangan sampai terlalu besar (melebihi batas maksimum), hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya penghasilan atau bahkan dapat pula terjadi kerugian.

Kemudian, berapa tepatnya jumlah persediaan yang harus diadakan? Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu menghitungnya dengan rumus :

                                              EOQ = 2.R.S
                                                                       P.I

diamana :

EOQ    = Jumlah pesanan yang paling ekonomis (Economical Order Quantity)
R         = Jumlah unit yang dibutuhkan dalam satu periode
S         = Biaya pesanan setiap kali pesan
P         = Harga pembelian per unit
I          = Biaya penyimpanan pemeliharaan di gudang yang dinyatakan dalam persentase (%) dari nilai               rata-rata persediaan dalam rupiah


Kita telah mengetahui bahwa sejumlah persediaan yang dipelihara oleh perusahaan ditujukan untuk memenuhi pesanan dari pembeli yang datang sewaktu-waktu. Sedangkan pesanan itu ada karena adanya kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pembeli mempunyai dua alternatif, yaitu : (a) memesan langsung pada produsen, atau (b) memesan lewat penyalur.

Sistem pengawasan persediaan yang umum digunakan perusahaan adalah sistem yang didasarkan pada analisa penjualan masa lalu. Sistem tersebut adalah :

1. Basic stock lists
    Basic stock lists atau daftar persediaan pokok ini dipakai untuk mencatat keterangan-keterangan tentang barang yang disimpan, tentang ukurannya, warnanya, jumlahnya, dan sebagainya. Termasuk juga untuk mencatat informasi tentang penjualan barang tersebut, jumlah minimum saat memesan lagi, dan jumlah yang dipesan lagi. Sistem ini biasanya digunakan untuk barang-barang seperti kapas, wool, dan sebagainya

2. Model stock plan
    Sistem ini biasanya hanya digunakan untuk barang-barang mode seperti : pakaian, sepatu, tas, dan sebagainya. sehingga persediaannya hanya diperlukan pada satu musim mode saja.



PROSEDUR MEMPROSES PESANAN

Menejemen perlu menetapkan suatu prosedur dalam memenuhi pesanan konsumen. Adapun kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk memproses pesanan tersebut antara lain : menyelenggarakan kegiatan kantor secara teratur, membuat barang dengan baik, serta menyampaikannya kepada pembeli. Jika perusahaan tidak sanggup atau tidak mampu melaksanakan pesanan, maka ia harus memberitahu kepada pembeli. Hal ini dimaksudkan agar pembeli tidak kecewa dikemudian hari. Ketidak-mampuan perusahaan untuk melaksanakan pesanan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti :

   * Pendeknya waktu yang diminta oleh pembeli dalam menyelesaikan pesanannya, atau
   * Kemampuan teknis perusahaan tidak memadai, atau
   * Terbatasnya sumber dana yang dimiliki perusahaan, dan sebagainya.



PEMILIHAN METODE PENGANGKUTAN

Produsen perlu menunjuk agen yang akan melayani pengangkutan barangnya ke perantara, atau ke pembeli akhir, atau dari perantara yang satu ke perantara lainnya. Pembahasan disini lebih ditujukan pada masalah pengangkutan antar kota.

Dalam hal ini, rute dan rit pengangkutan merupakan faktor yang penting, dan yang mempunyai hubungan erat dengan pasar atau daerah penjualan, serta lokasi persediaannya. Selain itu, fasilitas pengangkutan yang ada juga merupakan faktor penentu.

Pada umumnya, fasilitas pengangkutan yang dipakai untuk dalam kota hanyalah dengan kendaraan bermotor, atau angkutan jalan raya lainnya.

Adapun lembaga-lembaga yang menyediakan jasa angkutan ini ada dua, yaitu :

   * Agen pengangkutan yang memiliki alat-alat angkutan sendiri, soerti : Kereta api (milik PJKA)
   * Perantara angkutan (freight forwarder) yang tidak memiliki alat angkut sendiri.

Lembaga-lembaga tersebut termasuk lembaga pemasaran karena jasa yang ditawarkan ikut membantu dalam bidang pemasaran.

Nah demikian tadi yang dapat saya bagikan hari ini tentang DISTRIBUSI FISIK ,semoga bermanfaat . jika anda ingin lebih banyak mengetahui artikel saya lainnya silahkan kunjungi www.alasansajaini.ga/ , terima kasih sudah berkunjung sampai jumpa lagi

Monday, 22 August 2016

PENGELOLAAN SALURAN DISTRIBUSI

       Selamat malam teman-teman semua , berjumpa kembali dengan saya selaku admin di blog yang saya cintai ini , setelah tadi saya share artikel tentang  PENGGOLONGAN PENGECER ,kali ini saya share artikel masih tentang Struktur Distribusi yaitu PENGELOLAAN SALURAN DISTRIBUSI   , cukup penting menurut saya untuk share artikel ini untuk menambah wawasan kita , mari langsung saja kita simak berikut ini : 


Ada beberapa alternatif saluran yang dapat dipakai. Biasanya, alternatif saluran tersebut didasarkan pada golongan barang konsumsi dan barang industri.

Dalam penyaluran barang konsumsi yang ditujukan untuk pasar konsumen, terdapat lima macam saluran. Pada setiap saluran, produsen mempunyai alternatif yang sama untuk menggunakan kantor dan cabang penjualan. selanjutnya, produsen dapat menggunakan lebih dari satu pedagang besar, sehingga barang-barang dapat mengalir dari satu pedagang besar ke pedagang besar lainnya. Jadi, dalam hal ini terdapat dua jalur perdagangan besar. Adapin macam-macam saluran distribusi barang konsumsi adalah :

1. Produsen - Konsumen
    Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen, tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah kerumah). Oleh karena itu saluran ini disebut sebagai saluran distribusi langsung.

2. Produsen - Pengecer - Konsumen
    Seperti halnya dengan jenis saluran yang pertama (Produsen - Konsumen), saluran ini juga disebut sebagai saluran distribusi langsung. Disini, Pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen. Ada pula beberapa produsen yang mendirikan toko pengecer sehingga dapat secara langsung melayani konsumen. Namun alternatif yang terakhir ini tidak umum dipakai.

3. Produsen - Pedagang Besar - Pengecer - konsumen
    Saluran distribusi semacam ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional. Disini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah yang besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

4. Produsen - Agen - Pengecer - konsumen
    Disini, produsen memilih agen (agen penjualan atau agen pabrik) sebagai penyalurnya. Ia hanya menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5. Produsen - Agen - Pedagang Besar - Pengecer - Konsumen
    Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlibat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.



Karena Karakteristik yang ada pada barang industri berbeda dengan barang konsumsi, maka saluran distribusi yang dipakainya juga sedikit berbeda. Seperti halnya pada saluran distribusi barang konsumsi, saluran distribusi untuk barang industri juga mempunyai kemungkinan/kesempatan yang sama bagi produsen untuk menggunakan kantor dan cabang penjualan. Kantor dan cabang penjualan ini dipakai untuk mencapai lembaga distribusi berikutnya. Ada empat macam saluran yang dapat digunakan untuk mencapai pemakai industri. Keempat macam saluran distribusi tersebut adalah :

1. Produsen - Pemakai Industri
    Saluran distribusi dari produsen ke pemakai industri ini merupakan saluran yang paling pendek, dan disebut sebagai saluran distribusi langsung. Biasanya saluran distribusi langsung ini dipakai oelh produsen bilamana transaksi penjualan kepada pemakai industri relatif cukup besar. Saluran distribusi semacam ini cocok untuk barang-barang industri seperti : Lokomotif, kapal, pesawat terbang, dan sebagainya (yang tergolong jenis instalasi)

2. Produsen - Distributor Industri - Pemakai Industri
    Produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan accessory equipment kecil dapat menggunakan distributor industri untuk mencapai pasarnya. Produsen lain yang dapat menggunakan distributo industri sebagai penyalurnya, antara lain : produsen bahan bangunan, produsen alat-alat untuk pembangunan, produsen alat pendingin udara (A.C), dan sebagainya.

3. Produsen - Agen - Pemakai Industri
    Biasanya saluran distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran. Juga perusahaan yang ingin memperkenalkan barang baru atau ingin memasuki daerah pemasaran baru, lebih suka menggunakan agen.

4. Produsen - Agen - Distributor Industri - Pemakai Industri
    Saluran distribusi ini dapat digunakan oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain bahwa unit penjualannya terlalu kecil untuk dijual secara langsung. Selain itu, faktor penyimpanan pada saluran perlu dipertimbangkan pula. Dalam hal ini agen penunjang seperti agen penyimpanan sangat penting peranannya.



Produsen harus memperhatikan berbagai macam faktor yang sangat berpengaruh dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor- faktor tersebut antara lain menyangkut : (1) Pertimbangan Pasar, (2) Perimbangan Barang, (3) Pertimbangan Perusahaan, dan (4) Pertimbangan Perantara.

1. PERTIMBANGAN PASAR

Karena saluran distribusi sangat dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, maka keadaan pasar ini merupakan faktor penentu dalam pemilihan saluran. Beberapa Faktor pasar yang harus diperhatikan adalah : (a) Konsumen atau pasar industri, (b) jumlah pembeli potensial, (c) konsentrasi pasar secara geografis, (d) jumlah pesanan, dan (e) kebiasaan dalam pembelian.

a. Konsumen atau pasar industri
   Apabila pasarnya berupa pasar industri, maka pengecer jarang atau bahkan tidak pernah digunakan dalam saluran ini. Jika pasarnya berupa konsumen dan pasar industri, perusahaan akan menggunakan lebih dari satu saluran.

b. Jumlah pembeli potensial
    Jika jumlah konsumen relatif kecil dalam pasarnya, maka perusahaan dapat mengadakan penjualan secara langsung kepada pemakai.

c. Konsentrasi pasar secara geografis
   Secara geografis pasar dapat dibagi ke dalam beberapa konsentrasi seperti industri tekstil, industri kertas, dan sebagainya. Untuk daerah konsentrasi yang mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi maka perusahaan dapat menggunakan distributor industri.

d. Jumlah pesanan
   Volume penjualan dari sebuah perusahaan akan sangat berpengaruh terhadap saluran yang dipakainya. Jika volume yang dibeli oleh pemakai industri tidak begitu besar atau relatif kecil, maka perusahaan dapat menggunaka distributor industri (untuk barang barang jenis perlengkapan operasi).

e. Kebiasaan dalam pembelian
   Kebiasaan membeli dari konsumen akhir dan pemakai industri sangat berpengaruh pula terhadap kebijaksanaan dalam penyaluran. Termasuk dalam kebiasaan membeli ini antara lain :
   * kemauan untuk membelanjakan uangnya
   * tertariknya pada pembelian dengan kredit
   * lebih senang melakukan pembelian tidak berkali-kali.
   * tertariknya pada pelayanan penjual


2. PERTIMBANGAN BARANG

Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dari segi barang antara lain : (a) nilai unit, (b) besar dan berat barang, (c) mudah rusaknya barang, (d) sifat teknis, (e) barang standard dan pesanan, (f) luasnya product line.

a. Nilai unit
   Jika nilai unit dari barang yang dijual relatif rendah maka produsen cenderung untuk menggunakan saluran ditribusi yang panjang. Tapi sebaliknya, jika nilai unitnya relatif tinggi maka saluran distribusinya pendek atau langsung.

b. Besar dan berat
    Menejemen harus mempertimbangkan ongkos angkut dalam hubungannya dengan nilai barang secara keseluruhan dimana besar dan berat barang sangat menentukan. Jika ongkos angkut terlalu besar dibandingkan dengan nilai barangnya sehingga terdapat beban yang berat bagi perusahaan, amaka sebagian beban tersebut dapat dialihkan kepada perantara. Jadi, perantara ikut menanggung sebagian ongkos angkut.

c. Mudah rusaknya barang
   Jika barang yang dijual mudah rusak maka perusahaan tidak perlu menggunakan perantara. Jika ingin menggunakannya maka harus dipilih perantara yang memiliki fasilitas penyimpanan yang cukup baik.

d. Sifat Teknis
    Beberapa jenis barang industri seperti instalasi biasanya disalurkan secara langsung kepada pemakai industri. Dalam hal ini prosdusen harus mempunyai penjual yang dapat menerangkan berbagai masalah teknis penggunaan dan pemeliharaannya. Mereka juga harus dapat memberikan pelayanan baik sebelum maupun sesudah menjual,. Pekerjaan seperti ini jarang sekali atau bahkan tidak pernah dilakukan oleh pedagang besar / grosir.

e. Barang standard dan pesanan
    Jika barang yang dijual berupa barang standard maka dipelihara sejumlah persediaan pada penyalur. Demikian pula sebaliknya, kalau barang yang dijual berupa pesanan maka penyalur tidak perlu memelihara persediaan.

f. Luasnya product line
   Jika perusahaan hanya membuat satu macam barang saja, maka penggunaan pedagang besar sebagai penyalur adalah baik. Tetapi, jika macam barangnya banyak maka perusahaan dapat menjual langsung kepada para pengecer.


3. PERTIMBANGAN PERUSAHAAN

Pada segi perusahaan beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :

a. Sumber pembelanjaan
   Penggunaan saluran distribusi langsung atau pendek biasanya memerlukan jumalah dana yang lebih besar. Oleh karena itu, saluran distribusi pendek ini kebanyakan hanya dilakukan oleh perusahaan yang kuat dalam bidang keuangannya. Perusahaan yang tidak kuat kondisi keuangannya akan cenderung menggunakan saluran distribusi panjang.

b. Pengalaman dan kemampuan menejemen.
   Biasanya, perusahaan yang menjual barang baru, atau ingin memasuki pasaran baru, lebih suka menggunakan perantara. Hal ini disebabkan karena umumnya para perantara sudah mempunyai pengalaman, sehingga menejemen dapat mengambil pelajaran dari mereka.

c. Pengawasan saluran
   Faktor pengawasan saluran kadang-kadang menjadi pusat perhatian produsen dalam kebijaksanaan saluran distribusinya. Pengawasan akan lebih mudah dilakukan bilaman saluran distribusinya pendek. Jadi, perusahaan yang ingin mengawasi penyaluran barangnya cenderung memilih saluran yang pendek walaupun ongkosnya tinggi.

d. Pelayanan yang diberikan oleh penjual
   Jika produsen mau memberikan pelayanan yang lebih baik seperti membangun etalase (ruang peragaan) , mencarikan pembeli untuk perantara, maka akan banyak perantara yang bersedia menjadi penyalurnya.


4. PERTIMBANGAN PERANTARA

Pada segi perantara, beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :

a. Pelayanan yang diberikan oleh perantara
    Jika perantara mau memberikan pelayanan yang lebih baik, misalnya menyediakan fasilitas penyimpanan, maka produsen akan bersedia menggunakannya sebagai penyalurnya.

b. Kegunaan perantara
   Perantara kana digunakan sebagai penyalur apabila ia dapat membawa barang produsen dalam persaingan, dan selalu mempunyai inisiatif memberikan usul tentang barang baru.

c. Sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen
   Kalau perantara bersedia menerima resiko yang dibebankan oleh produsen, misalnya resiko turunnya harga, maka produsen dapat memilihnya sebagai penyalur. Hal ini dapat memperingan tanggungjawab produsen dalam menghadapi berbagai macam resiko.

d. Volume penjualan
    Dalam hal ini, produsen cenderung memilih perantara yang dapat menawarkan barangnya dalam volume yang besar untuk jangka waktu yang lama.

e. Ongkos
   Jika ongkos dalam penyaluran barang dapat lebih ringan dengan digunakan perantara, maka hal ini dapat dilaksanakan terus.




Beberapa masalah khusus dalam penyaluran barang akan dijumpai oleh perusahaan yang menjual barang baru (barang yang tidak mempunyai hubungan dengan barang yang ada atau barang yang jenisnya berbeda). Perusahaan baru dengan barang baru atau perusahaan baru dengan barang yang sudah ada juga akan mengalami hal yang sama. Dalam mengambil keputusan untuk memilih saluran distribusinya, menejemen harus memperhatikan beberapa faktor penting karena mempunyai pengaruh yang besar. Faktor-faktor tersebut adalah :

* Barunya barang yang dipasarkan dan besarnya keinginan pembeli yang dapat direalisasi. Pada umumnya, dalam pemasaran barang baru selalu membutuhkan usaha-usaha pengenalan (promosi) yang intensif dan biayanya cukup besar. Oleh karena itu, produsen akan lebih suka menggunakan penyalur yang bersedia menanggung sebagian dari usaha tersebut. Ada pula pedagang yang tidak bersedia melakukannya, tetapi dipakai juga sebagai penyalur. Hal ini disebabkan karena mereka bersedia mendorong penjualan untuk mendapat penghasilan yang lebih besar. Penyalur tersebut juga diharapkan dapat selalu memberikan informasi tentang pembeli kepada produsen karena mereka mempunyai hubungan langsung dengan pasarnya.

* Produsen dapat menjumpai kesulitan dalam penentuan saluran yang dibutuhkan hanya karena perantara tidak bersemangat dalam menjual barang-barangnya. Jika terjadi keadaan seperti ini, maka produsen harus menggunakan beberapa saluran, sehingga kekurangan yang ada pada satu saluran dapat ditutp oleh saluran yang lain.



Produsen dapat menggunakan beberapa saluran (juga disebut ditribusi ganda) untuk mencapai pasar yang berbeda. Hal ini dilakukan apabila produsen menjual :

1. Barang yang sama (seperti alat-alat olahraga, mesin tulis) kepasar konsumen dan pasar industri sekaligus.
2. Barang-barang yang tidak ada kaitannya sama sekali (seperti : obat-obatan dan pakaian jadi).

Saluran distribusi ganda ini sering juga dipakai untuk mencapai pasar yang sama meskipun ada beberapa perbedaan, terutama dalam (a) jumlah pembeli, atau (b) kepadatan pasarnya. Produsen makanan akan menjual barangnya secara langsung kepada toko-toko makanan yang besar, tetapi untuk mencapai toko yang lebih kecil ia menggunakan saluran lain seperti pedagang besar. Produsen mesin industri dapat menggunakan tenaga penjualannya untuk menjual secara langsung kepada pembeli (pemakai) di pasar yang sifatnya memusat. Dari segi lain dapat pula menggunakan agen pabrik untuk mencapai pembeli -pembeli yang lebih jarang atau tidak begitu padat.

Adanya saluran ganda ini dapat menciptakan saluran yang bersaingan dari satu produsen. Di samping itu, produsen tidak perlu menggantungkan kegiatan penyalurannya pada satu penyalur atau penyalur tertentu. Produsen juga lebih leluasa untuk mencapai konsumen akhir dengan mendirikan toko pengecer sendiri.




Setelah produsen menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, masalah yang dihadapi berikutnya adalah masalah penentuan jumlah perantara (intensitas distribusi) untuk ditempatkan sebagai perantara pada tingkat perdagangan besar dan/atau perdagangan eceran. Dalam hal ini, produsen mempunyai tiga alternatif yang dapat ditempunh, yaitu :

1. DISTRIBUSI INTENSIF

    Disini perusahaan berusaha menggunakan jumlah penyalur (terutama pengecer) sebanyak mungkin untuk mencapai konsumen, agar kebutuhan mereka cepat terpenuhi. Biasanya pasar yang dilayani cukup luas. semakin banyak menggunakan penyalur, semakin tinggi pula biayanya terutama biaya promosi dan biaya distribusi fisik. barang yang disalurkan melalui distribusi intensif ini adalah :

   * Barang konsumsi jenis konvenien
   * Barang jenis perlengkapan operasi, atau barang-barang standard yang lain seperti : obeng, minyak      pelumas dan sebagainya.

   Jika pasar yang dilayani sangat luas maka jumlah penyalur yang digunakan tidak hanya pada tingkat perdagangan eceran saja, tetapi juga pada tingkat perdagangan besar.

2. DISTRIBUSI SELEKTIF
   
    Produsen yang menggunakan distribusi selektif ini berusaha memilih sejumlah pedagang besar dan/atau pengecer yang terbatas dalam daerah geografis tertentu. Biasanya saluran ini dipakai untuk memasakan barang baru, barang shopping atau barang spesial, dan barang industri jenis accesory equipment. Perusahaan dapat beralih ke distribusi selektif apabila hal ini dipandang lebih menguntungkan daripada distribusi intensif. Sehingga jumlah penyalur yang digunakannya menjadi lebih sedikit. Tentu saja mereka yang dipilih atau dipertahankan adalah penyalur yang betul-betul baik dan mampu melaksanakan fungsinya.

3 DISTRIBUSI EKSKLUSIF

  Distribusi Eksklusif dapat dilakukan oleh produsen dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer di daerah tertentu. Jadi, produsen hanya menjual barangnya kepada satu pedagang besar atau satu pengecer saja. Pada umumnya, distribusi eksklusif ini dipakai :

a. Untuk barang-barang spesial
b. Bilamana penyalur bersedia memelihara persediaan dalam jumlah besar, sehingga pembeli lebih           leluasa dalam memilih barang yang akan dipilihnya.
c. Bilamana barang yang dijual memerlukan pelayanan sesudah penjualan, berupa pemasangan,               reparasi, dan sebagainya. Barang-barang yang tergolong memerlukan pelayanan atau servis                 sesudah penjualan ini antara lain : Mesin-mesin pertanian, alat-alat bangunan.

Bagaimana teman-teman , sudah mulai bisa dipahami ?? saya berharap sedikit artikel yang saya share ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua , terima kasih sudah berkunjung sampai jumpa lagi 

Sunday, 21 August 2016

PENGGOLONGAN PENGECER

             Selamat pagi semua , selamat beraktivitas . setelah kemaren - kemaren saya share Saluran distribusi dan Pasar pengecer  , kali ini saya akan share lagi yaitu tentang Penggolongan pengecer , masih dalam lingkup yang sama oke , langsung saja kita simak .

Pengecer dapatt digolongkan berdasarkan : 
1). ukuran toko
2). banyaknya product line
3). lokasi geografis
4). bentuk pemilikan
5). metode operasinya

mari kita bahas satu - persatu oke :

1). Ukuran Toko

        Untuk mengetahui ukuran toko dapatlah dilihat volume penjualannya , sehingga masing-masing pengecer mempunyai ukuran yang berbeda -beda dengan masalah - masalah menejemen yang berbeda-beda pula. Kegiatan-kegiatan seperti promosi , pembelanjaan , pembelian , personalia, dan pengawasan biaaya dipengaruhi oleh besarnya volume penjualan toko tersebut.

        Berdasarkan ukuran tokonya, pengecer digolongkan ke dalam dua golongan , yaitu :     
           * Pengecer Kecil (small scale retailer).
           * Pengecer Besar (large scale retailer).

        Posisi persaingan diantara kedua pengecer tersebut dapat dinilai menurut faktor faktor berikut :

a. Pembagian tenaga kerjanya
   Dalam hal ini Pengecer Besar mampu mempekerjakan tenaga kerja spesialis misalnya untuk bagian pembelian, promosi dan akuntansi. sedangkan pada pengecer kecil tidaklah demikian. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan Dana yang lebih kecil.

b. Fleksibilitas operasinya 
    Pada umumnya, toko-toko kecil menjalankan prakter manajemen yang lebih fleksibel dibandingkan dengan toko-toko besar. Di samping jumlah tenaga kerjanya lebih sedikit, juga beberapa fungsi dipegang oleh satu orang (pimpinan).

c. Daya Beli
    Pengecer besar memiliki daya beli yang lebih besar dibandingkan dengan pengecer kecil. Semakin besar Daya beli mereka, semakin besar pula jumlah yang nungkin mereka beli, sehingga dapat memperoleh potongan yang lebih besar dalam pembelian barang yang akan dijualnya.

d. Periklanan
    Dalam hal periklanan, toko-toko besar dapat menggunakannya secara lebih efektif dibandingkan dengan toko-toko kecil.

e. Merk pengecer
    Pengecer besar mempunyai posisi yang lebih baik dalam mengembangkan dan mempertahankan merknya.

f. Kemampuan keuangan
   Biasanya pengecer besar mempunyai posisi keuangan yang lebih baik. Mereka lebih mudah memperoleh dana dari pemilik (penanam modal) atau Kreditur. Karena posisi keuangannya kuat maka memungkinkan bagi mereka untuk memberikan potongan tunai kepada pembeli. disamping itu mereka dapat memperoleh kepercayaan dalam penyaluran barang dari produsen.

g. Integrasi horizontal dan vertikal.
    Kadang-kadang dapat terjadi bahwa fungsi perdagangan besar dilakukan oleh pengecer besar; bahkan kegiatan pemasaran produsen dapat dilakukannya. Hal ini akan menimbulkan adanya Integrasi vertikal. Jika pengecer besar tersebut menjual barang yangh dihasilkan oleh beberapa produsen dengan merk yang berbeda-beda, maka akan terjadi integrasi horizontal.

h. Biaya operasi
    Secara umum, pengecer besar mempunyai perbandingan biaya operasi yang lebih besar daripada pengecer kecil. Pengecer besar mempunya persentase  yang lebih besar dalam biaya-biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja selain penjual.

i. Pengujian, inovasi, dan riset pemasaran.
   Karena mempunyai kemampuan keuangan yang lebih besar, maka pengecer besar lih mampu mengadakan pengujian barang, inovasi, dan riset pemasaran.

j. Pertimbangan hukum
   Dari segi hukum, sering pengecer tidak dapat secara bebas menentukan harga jualan eceran barang hasil produsennya. Hal ini disebabkan karena adanya suatu peraturan atau perjanjian yang menetapkan Harga minimum pada tingkat pengecer.



2). Banyaknya Product Line
     
     Cara lain untuk menggolongkan pengecer adalah dengan mendasarkan pada banyaknya product line. Menurut banyaknya product line, toko toko atau pengecer dapat digolongkan kedalam :(a) General merchandise store, (b) single-line store, dan (c) specialty store.

a. General merchandise store
    General merchandise store adalah sebuah toko yang menjual berbagai macam barang atau berbagai macam product line. Jenis toko yang dapat dimasukkan ke dalam general merchandise store ini adalah toko serba ada (department store). Barang-barang yang dijual antara lain berupa : alat-alat olahraga, pakaian jadi, sepatu, alat-alat listrik, alata-alat rumahtangga, kosmetik, alat-alat tulis, dan sebagainya.

b. Single-line store
    Penggolongan ini dihubungkan dengan kelompok barang barang yang dijual (jenis product line-nya). Termasuk ke dalam jenis ini antara lain : toko makanan, toko mebel, toko bahan-bahan bangunan, toko alat-alat olahraga, dan sebagainya. Ada juga yang menggolongkannya kedalam toko barang-barang untuk wanita dan toko barang-barang untuk pria. Jadi, mereka hanya menjual product line tunggal.

c. Specialty store
    Disini barang yang dijualnya lebih terbatas, hanya meliputi sebagian product line saja (barang konvenien atau barang shopping saja). Misalnya : toko tembakau, toko roti, toko sepatu pria, dan sebagainya. Jadi, specialty store ini tidak selalu menjual barang spesial saja, tetapi juga yang lain.



3). Lokasi Geografis

     Penggolongan pengecer menurut lokasi geografis ini mempunyai hubungan dengan pola pembelian konsumen. Secara umum dapat dikatakan bahwa perdagangan eceran ini lebih mengelompok dibandingkan dengan penyebaran penduduk. Analisa lokasi geografis ini dapat dipakai untuk mengadakan penilaian terhadap pasar potensial secara regional dari beberapa macam barang. Berdasarkan lokasi geografisnya, pengecer dibagi ke dalam :

     a. Pengecer yang berada di desa
     b. Pengecer yang berada di kota



4). Bentuk Pemilikan

     Berdasarkan bentuk pemilikannya pengecer dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu : (a) toko berangkai dan (b) toko independen.

a). Toko berangkai

Toko berangkai  (corporate chain store) ini merupakan beberapa toko yang berada dalam satu organisasi , yang dimiliki oleh sekelompok orang . Masing - masing toko menjual product line yang sama , dan struktur distribusinya juga sama .

b). Toko independen

Dalam toko independen (independent store) ini pemilik mempunyai kebebasan yang lebih besar dalam menentukan kebijaksanaan dan strateginya . Hal ini disebabkan karena pemilik toko , juga sebagai pimpinannya , bukanlah sekelompok orang sehingga usahanya diusahakan sendiri , tidak tergantung pada orang lain .

5) Metode Operasinya 

    Menurut metode operasinya , perdagangan eceran ini dapat digolongkan ke dalam 2 golongan yaitu :

a). Perdangan eceran dalam toko ( in-store retailing ) , meliputi : 
- perdangan eceran dengan servis penuh 
- perdangan eceran supermarket
- perdangan eceran dengan potongan.

b). Perdangan eceran tanpa toko (non-store retailing) , meliputi :
- penjualan melalui pos
- penjualan melalui mesinn otomatis
- penjualan melalui tenaga penjualan

yuk disimak berikut ini : 

a). Perdagangan eceran dengan servis penuh

Perdagangan eceran dengan servis penuh (full-service retailing) ini memerlukan kecakapan, demontrasi atau penerangan dari penjual dalam penjualan barangnya kepada konsumen. Jadi, penjual tidak hanya sekedar menjualan barangnya saja. Karena penjualan ini dilakukan di dalam toko, maka konsumen yang menginginkan suatu barang harus datang ketoko tersebut.

b). Perdagangan eceran supermarket

Pada umumnya, barang yang diperdagangkan dalam supermarket berupa makanan dan minuman. Tetapi sekarang banyak pengecer supermarket yang menjual barang-barang lain seperti sabun mandi, sikat gigi, obat pembasmi serangga, kertas tisu, dan sebagainya.
Adapun kebijaksanaan dan strategi yang dilakukan oleh supermarket adalah : Pertama, toko-toko ini menjual barang dengan menggunakan dasar "melayani sendiri" (self service), di samping juga menawarkan jasa seperti kredit atau penghantaran. Kedua, Pelayanan yang terbatas ini dikombinasikan dengan tenaga beli yang besar dan kemauan unruk menentukan persentase marjin laba rendah. dengan marjin laba yang rendah memungkinkan bagi mereka untuk menjual dengan harga yang rendah.

c. Perdagangan eceran dengan potongan

Termasuk ke dalam perdagangan eceran dengan potongan (discount retailing) ini adalah toko-toko pengecer yang memperoleh potongan atas barang-barang yang dibelinya untuk dijual lagi kepada konsumen. Kebijaksanaan demikian ini dipakai oelh konsumen dalam menyeragamkan harga barang yang dijualnya. Kadang-kadang pengecer memperoleh persentase potongan yang cukup besar untuk jenis barang yang berharga tidak mahal; dan pengecer yang diberi tanggungjawab ikut mempromosikan barang tersebut didaerahnya.

d. Penjualan melalui tenaga di luar toko

Salah satu metode perdagangan eceran adalah jual-beli barang di rumah pembeli atau ditempat lain diluar toko. Cara ini disebut "penjualan dari pintu ke pintu atau dari rumah ke rumah" , dan dapat dilakukan oleh produsen maupun oleh pengecer.
Misalnya "Unilever" menawarkan sabun mandi "LUX Berhadiah" secara langsung kepada konsumen dirumah.
Penjualan di rumah ini akan lebih memikat konsumen untuk membeli barang yang ditawarkannya, karena pembeli tidak perlu bersusah payah mencari barang yang sama ditoko; bahkan pembeli dapat memperoleh potongan harga.

e. Penjualan tanpa tenaga penjualan, tanpa toko

Dua bentuk lain dari perdagangan eceran tanpa toko yang tidak menggunakan tenaga penjualan sebagai penghubung langsung antara penjual dan pembeli (disebut nonstrore, nonpersonal selling) adalah (1) Penjualan melalui pos, (2) penjualan dengan mesin otomatis

(1). Penjualan melalui pos (Mail-order selling)
      Dalam Penjualan melalui pos ini konsumen dapat : (a) membeli barang yang terdapat dalam katalog, (b) mengirim pesanan barang yang diiklankan atau (c) mengisi formulis pesanan yang diterima secara langsung melalui pos. Untuk membuat katalog diperlukan biaya yang tidak sedikit karena penjual menginginkannya dalam bentuk yang menarik. Setiap kali terjadi perubahan harga dan perubahan jenis barang yang ditawarkan, maka katalog tersebut juga harus diubah. Di samping itu, perubahan tersebut perlu secepatnya diberitahukan kepada konsumen.

(2). Penjualan dengan mesin otomatis (automatic vending machine)
      Penjualan dengan mengginakan mesin otomatis ini dapat diterapkan untuk jenis barang yang relatif kecil bentuknya seperti permen, minuman dalam botol, dan sebagainya. dengan menggunakan uang logam berukuran tertentu (disebut coint), pembeli akan mendapatkan barang tersebut keluar dari mesin otomatis. Baranng yang dijual biasanya mempunyai Mark up dan nilai per unit rendah. Penjual yang menggunakan mesin ini memandang bahwa biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikannya adalah lebih rendah daripada menjual melalui toko.

Nah demikian tadi yang dapat saya share kali ini , semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita , terima kasih sudah berkunjung sampai jumpa lagi

Saturday, 20 August 2016

SALURAN DISTRIBUSI DAN PASAR PENGECER

        Selamat pagi teman-teman semua , apa kabarmu hari ini ??? baik-baik saja saya harap , oke kemaren saya selaku admin sudah share artikel yaitu tentang SISTEM HARGA , apakah sudah anda aplikasikan kedalam bisnis anda ? dan bagaimana hasilnya ? semoga sukses selalu kedepannya untuk anda ya .

          Nah pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi lagi artikel yaitu tentang SALURAN DISTRIBUSI DAN PASAR PENGECER . langsung saja kita simak berikut ini :

A . PENGERTIAN SALURAN DISTRIBUSI

    Setelah barang selesai dibuat dan siap untuk dipasarkan , tahap berikutnya dalam proses pemasaran adalah menetukan metode dan rute yang dipakai untuk menyalurkan barang tersebut ke pasar . Hal ini menyangkut masalah penentuan strategi penyaluran , termasuk pemilihan saluran distribusi , penanganan secara fisik, dan distribusi fisik . Saluran distribusi , kadang-kadang juga disebut saluran perdagangan dapat didefinisikan secara sederhana sebagai berikut : 

Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersbut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri .

Adapun lembaga-lembaga yang ikut ambil bagian dalam penyaluran barang adalah :
1. produsen
2. perantara (pedagang dan agen)
3. konsumen akhir atau pemakai industri

Saluran distribusi ini merupakan suatu struktur yang menggambarkan alternatif saluran yang dipilih , dan menggambarkan situasi pemasaran yang berbeda oleh oleh berbagai macam perusahaan atau lembaga usaha ( seperti produsen , pedagang besar , dan pengecer ) . Hal ini dapat dipertimbangkan sebagai fungsi yang harus dilakukan untuk memasarkan barang secara efektif . Sering pula terjadi persaingan diantara sistem distribusi dari produsen yang berbeda .

Apabila tujuan perusahaan adalah maksimisasi laba,pemilihan saluran pemasaran harus didasarkan pada estimasi tingkat penghasilan yang dapat menutup investasi kapitalnya . Jadi , keputusan tentang investasi perlu juga dipertimbangkan dalam pemilihan saluran .

            Dalamsistem distribusinya , produsen sering menggunakan perantara sebagai penyalurnya. Perantara (midllemen) ini merupakansuatu kegiatan usaha yang berdiri sendiri, berada diantara produsen dan konsumen akhir atau pemakai industri . Mereka memberikan  pelayanan dalam hubungannya dengan pembelian dan atau penjualan barang dari produsen ke konsumen . Penghasilan yang mereka terima juga secara langsung berasal dari transaksi tersebut . Sebuah metode umum untuk menggolongkan perantara adalah dengan dasar barang yang diperdagangkannya.  Dalam hal ini perantara digolongkan ke dalam 2 golongan yaitu : 1. perantara pedagang , dan 2.perantara agen .

1.) Perantara Pedagang

Pada dasarnya , perantara pedagang ( merchant midlleman ) ini beratanggung jawab terhadap pemilikan semua barang yang dipasarkannya . Dalam hubungannya dengan pemindahan milik , kegiatan perantara ini berbeda dengan lembaga-lembaga lain seperti bank , perusahaan asuransi , dan perusahaan angkutan sebab lembaga-lembaga tersbut walaupun ikut membantu proses pemasaran tetapi tidak secara aktif terlibat dalam perjanjian pembelian dan penjualan . Ada dua kelompok yang termasuk dalam perantara pedagan , yaitu : 
a.pedagang besar ( wholesaler)
b.pengecer (retailer)

Tidak menutup kemungkinan bahwa produsen juga dapat bertindak sekaligus sebagai pedagang karena selain membuat barang juga memperdagangkannya .

2.) Perantara Agen

Perantara agen ( agent midlleman) ini tidak mempunyai hak milik atas semua barang yang mereka tangani . Mereka dapat digolongkan kedalam 2 golongan yaitu :
a. Agen penunjang
b. Agen pelengkap

Agen penunjang , secara aktif ikut dalam pemindahan barang - barang dari produsen ke konsumen , seperti : agen pengangkutan ,makelar , dan sebagainya . Sedangkan agen pelengkap tidak secara aktif ikut dalam pemindahan barang - barang tetapi mereka ikut memberikan bantuan serta memperlancar pemindahan tersebut , misalnya : perusahaan asuransi , bank , dan sebagainya .

B. SIFAT PASAR PENGECER
    
     Perdagangan eceran meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi ( bukan untuk keperluan usaha). Namun demikian tidak menutup kemungkinan adanya penjualan secara langsung dengan para pemakai industri karena tidak semua barang industri selalu dibeli dalam jumlah besar. Beberapa perusahaan seperti produsen , pedagang besar , atau toko pengecer yang menjual suatu barang kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi , perlu memperhatikan masalah bagaimana penjualan itu dilakukan (oleh seseorang, dengan telepon ,  atau melalui pos ) . Disamping itu perlu pula memperhatikan masalah dimana penjualan tersebut dilakukan , di tempat penjual , dirumah konsumen , atau ditempat lain .

Jadis secara definitif dapat dikatakan bahwa : 

* Pengecer atau toko pengecer adalah sebuah lembaga yang melakukan kegiatan usaha menjual barang kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi (non bisnis).

Dari definisi tersebut  dapat diketahui bahwa pengecer memberikan pelayanan sebagai titik penghubung antara konsumen akhir dengan anggota saluran distribusi lainnya . Bilamana usaha pengecer kurang berhasil dalam melayani konsumen akhir , makan hal ini sangat berpengaruh terhadap  usaha-usahanya  untuk melayani produsen dan pedagang besar . Dalam hal ini pengecer berusaha untuk : 
1. Mendapatkan kombinasi barang-barang yang dapat memenuhi keinginan konsumen .
2. Menciptakan kegunaan dari barang-barang tersebut pada waktu dibutuhkan.
3. Memberitahu konsumen tentang usahanya melalui promosi .

Pendeknya , pengecer menunjukan faedah waktu , tempat dan pemilikan kepada konsumen. Produsen dan pedagang besar menggunakan pengecer untuk melaksanakan fungsi-fungsi  tersebut antara lain : Perencanaan barang , penetapan harga , distribusi , dan promosi . Kemudian pengecer melayani konsumen dan anggota saluran distribusi lainnya . Apabila seorang pengecer melakukan penjualan barang kepada pemakai industri , biasanya transaksi yang terjadi meliputi jumlah yang besar , bukan eceran . Jika dibandingkan dengan perusahaan pengolahan , pendirian usaha pengeceran ini jauh lebih mudah kerana tidak memerlukan sejumlah dana yang besar untuk membangun pabrik beserta peralatannya . Selain itu usaha untuk mendapatkan ijin usaha juga mudah.

C. DASAR-DASAR EKONOMI YANG DIPAKAI DALAM PERDAGANGAN ECERAN

    Tidaklah sulit bagi seseorang untuk menjalankan kegiatan perdagangan  eceran ini , dan untuk berhentipun juga mudah . Besarnya jasa yang ditawarkan oleh seorang pengecer dapat mempengaruhi keadaan sosial dan ekonominya . Seorang pengecer dapat lebih maju dalam usahanya apabila dia mau bekerja lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya dalam melayani konsumen. Pelayanan kepada konsumen harus diutamakan karena merupakan tanggung jawab primer , sedangkan tanggung jawab sekundernya adalah melayani pedagang besar dan atau produsen . Pada pokoknya , fungsi pengecer adalah memberikan pelayanan kepada konsumen agar pembeliannya dilakukan dengan cara yang semudah mungkin. Pengecer juga bertanggung jawab menyediakan berbagai macam barang yang baik dengan harga layak .  Adapun fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukannya antara lain :
a) Pengangkutan
b) Penyimpanan
c) Pembelanjaan

Pengangkutan dan penyimpanan merupakan fungsi yang dilakukan oleh pengecer untuk menyediakan barang-barang secara cepat bilamana dibutuhkan oleh konsumen . Jadi , dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi tersebut terdapat usaha-usaha untuk menciptakan faedah waktu ( time utility) dan faedah tempat ( place utility) . Sedangkan fungsi pembelanjaan daapt dilakukan dengan menawarkan pembayaran secara kredit kepada konsumen .

                   Sebagai penjual , pengecer ini memberikan saluran bagi produsen dan pedagang besar dalam usahanya untuk mendekati konsumen. Tidak jarang pula mereka ikut melakukan kegiatan periklanan,promosi penjualan,maupun personal selling untuk membantu penyaluran barang-barang produsen . Mereka juga dapat bertindak sebagai orang yang memberikan informasi tentang konsumen kepada produsennya . Informasi tersebut terutama berupa keinginan dan kebutuhan konsumen , sehingga dapat diperkirakan tentang jenis dan jumlah permintaannya. Mereka juga ikut membagi-bagi barang yang dihasilkan oleh produsen ke dalam jumlah dan pack yang lebih kecil sesuai dengan permintaan konsumen, disamping pula membantu dalam penyortiran barang yang dijualnya. Sehingga mereka kadang-kadang harus menanggung resiko yang diakibatkan oleh musim .

                      Jadi secara terperinci fungsi-fungsi yang dilakukan oleh pengecer selain pengangkutan , penyimpanan, dan pembelanjaan adalah
1. Mencari konsumen
2. Menjalankan kegiatan promosi
3. Memberikan informasi
4. Melakukan pengepackan atau pembungkusan
5. Mengadakan penyortiran

Nah sekian dahulu , semoga bermanfaat berjumpa kembali dilain waktu , tetap semangat dan terima kasih 

Wednesday, 17 August 2016

SISTEM HARGA

Hello friends ? how are you today , bagi yang tidak mengerti bahasa inggris , " apa kabarmu hari ini teman-teman ??? " mari kita awali hari dengan semangat ya , jangan lemas dan tak berdaya . 

Bertemu kembali didalam blog ini {Masih} dalam seputar bisnis dan ekonomi tentunya , jika kita membahas tentang bisnis tentu gak ada habisnya teman , karena seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi dunia ini semakin maju , banyak perusahaan dan bisnisman berkembang pesat sukses namun tidak sedikit pula yang bangkrut , failed mennn !!

Nah pada sesi kali ini saya ingin share lagi yaitu " Sistem Harga " , hal ini sangat penting lho jangan sampai disepelekan , anda kalah persaingan harga dengan kompetitor sebelah wah pelanggan anda malah lari semua ke kompetitor sebelah anda , yuk langsung saja kita simak berikut ini : 

Untuk menetapkan tingkat harga tersebut biasaanya dilakukan dengan mengadakan percobaan untuk menguji pasarnya , apakah menerima atau menolak .. tentunya sedih jika harga yang kita tawarkan ditolak pasar ... Apabila konsumen menerima penawaran tersebut , berarti harga yang ditetapkan sudah layak , tetapi jika mereka menolak , biasanya harga tersebut akan diubah dengan cepat . Keputusan tentang penetapan harga tersebut perlu diinterigasikan dengan keputusan tentang barang  . Hal ini disebabkan karena harga merupakan bagian penawaran suatu barang , seperti juga pada kemasan dan merk . Suatu tingkat harga dapat memberikan pengaruh baik didalam perekonomian maupun dalam perusahaan .

1. Dalam Perekonomian
         Harga pasar sebuah barang dapat mempengaruhi tingkat upah , sewa , bunga , dan laba/untung atas pembayaran faktor-faktor produksi ( tenaga kerjaa , tanah , kapital dan kewiraswastaan ) . Dalam cara tersebut harga menjadi suatu pengatur dasar pada sistem perekonomian secara keseluruhan karena mempengaruhi alokasi sumber-sumber yang ada . Suatu tingkat upah yang tinggi dapat menarik tenaga kerja yang lebih banyak tentunya . Begitu pula pada tingkat bunga yang tinggi , akan menarik kapital yang besar .

2. Dalam Perusahaan
          Harga suatu barang atau jasa merupakan penentu bagi permintaan pasarnya . Harga dapat mempengaruhi posisi persaingan perusahaan dan juga mempengaruhi market share-nya . Bagi perusahaan,harga tersebut akan memberikan hasil dengan menciptakan sejumlah pendapatan dan keuntungan bersih . Harga suatu barang juga mempengaruhi program pemasaran perusahaan . Dalam perencanaan barang misalnya , memejemen ingin selalu meningkatkan kualitas barang yang dihasilkan . Keputusan ini dapat dibenarkan hanya apabila pasarnya dapat menerima suatu tingkat harga yang cukup tinggi untuk menutup biaya-biaya dalam meningkatkan kualitasnya .  

B. Pengertian Harga
Dalam teori ekonomi , harga , nilai , dan faedah merupakan istilah-istilah yang saling berhubungan . Faedah adalah atribut suatu barang yang dapat memuaskan kebutuhan . Sedangkan nilai adalah ungkapan secara kuantitatif tentang kekuatan barang untuk dapat menarik barang lain dalam pertukaran . Tetapi perekonomian kita di Indonesia bukan sistem barter , maka untuk mengadakan pertukaran atau untuk mengukur nilai suatu barang kita menggunakan uang , dan istilah yang dipakai adalah harga . jadi , harga adalah nilai yang dinyatakan dalam rupiah.

Biasanya seorang penjual menetapkan harga berdasarkan suatu kombinasi barang secara fisik ditambah beberapa jenis jasa lain serta keuntungan yang memuaskan  . Memang sulit untuk mendefinisikan harga . Pada sebuiah mobil misalnya , harga yang ditetapkan termasuk pula harga radio , kaset atau alat pendingin udara (AC) dan sebagainya . Tetapi dalam keadaan yang lain harga dapat didefinisikan sebagai jumlah yang dibayarkan oleh pembeli. Jadi , secara singkat dapat dikatakn bahwa Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya .

Konsep yang lain menunjukkan apabila harga sebuah barang yang dibeli oleh konsumen dapat memberikan hasil yang memuaskan , maka dapat dikatakan bahwa penjualan total perushaan akan berada ditingkat yang memuaskan , diukur dalam nilai rupiah , sehingga dapat menciptakan langganan.

Dalam hal ini harga merupakan suatu cara bagi seorang penjual untuk membedakan penawarannya dari para pesaing, Sehingga penetapanm harga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari fungsi diferensiasi barang dalam pemasaran.

Pada umumnya penjual mempunyai beberapa tujuan dalam penetapan harga produknya . Tujuan tersebut antara lain : 

1. Mendapatkan Laba Maksimum
Dalam praktek , terjadinya harga memang ditentukan oleh penjual dan pembeli . Makin besar daya beli konsumen , semakin besar pula kemungkinan bagi penjula untuk menetapkan tingkat harga yang lebih tinggi . Dengan demikian penjual mempunyai harapan untuk mendapatkan keuntungan maksimum sesuai dengan kondisi yang ada .

2. Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada penjualan bersih.
Harga yang dapat dicapai dalam penjualan dimaksudkan pula untuk menutup investasi secara berangsur-angsur . Dana yang dipakai untuk mengembalikan investasi hanya bisa diambilkan dari laba perusahaan , dan laba hanya bisa diperoleh bilamana harga jauh lebih besar dari jumlah biaya seluruhnya .

3. Mencegah atau mengurangi Persaingan
Tujuan mencegah atau mengurangi persaingan dapatdilakukan melalui kebijaksanaan harga .  Hal ini dapat diketahui bilamana para penjual menawarkan barang dengan harga yang sama . Oleh karena itu persaingan hanya mungkin dilakukan tanpa melalui kebijakasanaan harga , tetapi dengan service lain . Persaingan itu disebut persaingan bukan harga ( non-price competition).

4. Mempertahankan atau memperbaiki market share.
Memperbaiki market share hanya mungkin dilaksanakan bilamana kemampuan dan kapasitas produksi perusahaan masih cukup longgar  , disamping juga kemampuan dibidang lain seperti bidang pemasaran,keuangan dan sebagainya . Dalam hal ini harga merupakan faktor yang penting. Bagi perusahaan kecil yang mempunyai kemampuan yang sangat terbatas , biasanya penentuan harga ditujukan untuk sekedar mempertahankan market share . Perbaikanmarket share kurang diutamakan , lebih-lebih apabila persaingan sangat ketat .

C. Reaksi Konsumen terhadap Harga 
Harga sering dijadikan sebagai indikator kualitas bagi konsumen. Minuman keras misalnya , lebih sering dinilai dengan harga daripada dengan rasa atau bahan-bahan yang digunakannya. Minuman keras yang lebih mahal biasanya dianggap lebih baik.Begitu pula dengan barang konsumsi lainnya .

Orang sering memilih harga yang lebih tinggi diantara dua barang yang karena meraka melihat adanya perbedaan . Apabila harga lebih tinggi , orang cenderung beranggapan bahwa kualitasnya juga baik.

Konsumen sering pula menggunakan harga sebagai kriteria utama dalam menentukan nilainya. Barang dengan harga tinggi biasanya dianggap superior dan barang yang mempunyai harga rendah dianggap inferior ( rendah tingkatanya) . Tetapi barang-barang yang sifatnya homogin seperti Bensin , tidaklah demikian. Ada kenyataan bahwa harga yang sesuai dengan keinginan konsumen belum tentu sama untuk jangka waktu yang lama . Kadang-kadang konsumen lebih menonjolkan kesar daripada harga itu sendiri. Barang sejenis yang berharga murah justru dapat dibeli oleh konsumen.

D. Prosedur Penentuan Harga
Bilamana tujuan penetapan harga mudah ditentukan , maka menejemen dapat mengalihkan perhatian pada prosedur penentuan harga barang atau jasa yang ditawarkan . Tidak semua perusahaan menggunakan prosedur yang sama . Prosedur  penentuan harga yang dipakai disini meliputi enam tahap , yaitu : 
1. Mengestimasikan permintaan untuk barang tersebut.

    Dalam tahap pertama ini , penjual membuat estimasi permintaan barangnya secara total . Hal ini lebih mudah dilakukan terhadap permintaan barang yang ada dibandingkan dengan permintaan barang baru .

2. Mengetahui lebih dulu reaksi dalam persaingan.

     Kondisi persaingan sangat mempengaruhi kebijaksanaan penentuan harga bagi perusahaan atau penjual . Oleh karena itu penjual perlu mengetahui  reaksi persaingan yang terjadi dipasar serta sumber-sumber persaingan yang ada dapat berasal dari : 
*   Barang sejenis yang dihasilkan oleh perusahaan lain.
*   Barang pengganti atau subtitusi.
* Barang-barang lain yang dibuat oelh perusahaan lain yang sama-sama menginginkan uang konsumen.


     Perusahaan yang agresif selalu menginginkan market share yang lebih besar . Kadang-kadang , perluasan market share harus dilakukan dengan mengadakan periklanan atau bentuk lain dari persaingan bukan harga , disamping dengan harga tertentu . Market  share yang diharapkan tersebut akan dipengaruhi oleh kapasitas produksi yang ada , biaya ekspansi , dan mudahnya memasuki persaingan.

4. Memilih strategi harga untuk mencapai target pasar.

    Dalam hal ini penjual dapat memilih diantara dua macam strategi harga yang dianggap paling esktrim , yaitu : (a) skim-the-cream-pricing ,  dan (b) penetration pricing . Strategi tersebut biasanya dipakai untuk memasarkan barang baru .

5. Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan .

    Tahap selanjutnya dalam prosedur penentuan harga adalah mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan dengan melihat pada barang , sistem distribusi , dan program promosinya . Perusahaan tidak dapat menentukan harga suatu barang tanpa mempertimbangkan barang lain yang dijualnya . Demikian pula dalam saluran distribusinya , harus diperhatikan ada atau tidaknya penyalur yang juga menerima sebagian dari harga jual . Bilamana tanggung jawab promosi dilimpahkan pada penyalur , maka marjin yang akan diterima produsen menjadi lebih tinggi.

6. Memilih harga tertentu .

Demikian tadi sedikit ulasan dari saya mengenai Sistem Harga , begitu banyak ilmu-ilmu tentang bisnis dan ekonomi dan semoga artikel saya ini bermanfaat bagi anda semua , bagi anda yang ingin tau lebih banyak tentang bisnis dan ekonomi kunjungi saja klik disini. terima kasih sudah berkunjung sampai jumpa lagi .